Memanfaatkan Kafein untuk Olahraga, Mengapa Tidak?

Kafein untuk Olahraga

Kunci hidup sehat sebetulnya sederhana. Istirahat teratur, makan dan minum yang bergizi, dan berolahraga. Di dunia yang serba cepat, sadar tidak sadar Anda dituntut selalu bekerja dan bekerja. Kadang Anda lupa memerhatikan kesehatan sendiri. Jika istirahat teratur dan memberi asupan bergizi pada tubuh Anda saja sulit, apalagi berolahraga? Barangkali Anda akan berkilah bahwa Anda terlalu lelah untuk olahraga. Tapi apakah bisa kita memanfaatkan kafein untuk olahraga?

Ketika niat untuk memperbaiki pola hidup sudah ada, jalan pun pasti ada. Di tengah kesibukan pekerjaan kita harus pandai mengatur waktu. Membuat jadwal tidur, makan, dan tentunya olahraga. Dalam hal olahraga, 30 menit sehari cukup untuk membuat tubuh menjadi lebih bugar. Namun bisa sudah merasa lelah saat akan berolahraga, Anda bisa mencoba minum kopi, teh, atau coklat sebelumnya. Mengapa? Karena ketiga minuman tersebut mengandung kafein.

Senyawa kafein bukan hanya bisa mengasah pikiran dan mempertajam logika. Kafein juga sangat bermanfaat bagi mereka yang bergerak di bidang olahraga.  Dalam dunia olahraga, dikenal istilah ergogenik yaitu meningkatkan potensi dan melancarkan hasil kerja. Salah satu jenis ergogenik adalah ergogenik gizi. Kafein termasuk ke dalam ergogenik gizi yang berfungsi untuk meningkatkan performa pada olahraga endurans dan olahraga intensitas tinggi. Olahraga endurans adalah olahraga yang menggerakan seluruh tubuh dengan tempo yang sedang sampai cepat dengan waktu yang cukup lama. Contohnya adalah berlari, berenang, dan bersepeda.

Efek ergogenik kafein adalah luapan energi yang menyebabkan otot menunda pembakaran cadangan glikogen. Glikogen adalah jenis gula yang digunakan sebagai bahan bakar oleh otot. Kafein meningkatkan jumlah lemak yang dimetabolisme. Kemudian otot akan menggunakan hasil metabolisme ini sebagai bahan bakar sebelum membakar glikogen. Dengan demikian, glikogen tidak langsung mengalami pembakaran, sehingga otot dapat digunakan lebih lama guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Berdasarkan teori tersebut, kafein hanya berguna pada saat melakukan olahraga berdurasi panjang. Maka tidak heran bila atlet menggunakan pil kafein alih-alih kopi. Alasannya sebenarnya cukup simpel. Bayangkan seorang pelari mengikuti sebuah kompetisi olahraga atletik dan diperbolehkan membawa sebotol air mineral untuk persediaan selama perlombaan. Jika perlombaan yang diikuti adalah lari jarak jauh, persediaan air tersebut akan terpakai ketika mengalami dehidrasi. Namun jika yang diikuti hanyalah perlombaan lari jarak pendek, air mineral yang dibawa tidak akan berguna karena tidak mengalami dehidrasi. Nah, demikian pula dengan glikogen. Cadangan glikogen hanya akan bermanfaat ketika Anda kehabisan tenaga saat sedang berolahraga.

Bagaimana cara kafein menghasilkan lebih banyak energi dalam atletik? Itu disebabkan perubahan glukosa darah. Produk samping hasil metabolisme glukosa seperti laktat, sistem neurotransmitter dopamine, adrenalin, kadar kalsium di dalam sel, alirah darah maupun keseimbangan ion adalah penyebabnya. Efek kafein terhadap sistem sarat pusat dan metabolisme secara umum adalah bekerja langsung pada jaringan otot dengan meningkatkan kontraksi.

Dengan kafein, atlet akan mampu melakukan latihan dengan intensitas maksimal yang lebih cepat, fokus, dan waktu yang lebih tahan banting. Karena kafein sangat berguna dalam melatih kekuatan otot, memperbaiki mood, dan meredam tubuh terhadap kecapaian. Karena kafein merupakan antioksidan kuat, malah lebih kuat daripada vitamin C dan mampu memperbaiki otot karena olahraga.

Namun bila Anda bukan atlet, Anda tidak perlu memanfaatkan kafein untuk olahraga dengan menelan pil kafein. Cukup segelas kopi, teh, atau coklat 15-30 menit sebelum berolahraga agar kafein telah terserap sempurna. Fungsi kafein di sini hanya agar tubuh Anda yang lelah sehabis bekerja kembali segar untuk berolahraga. Anda bisa mencoba lari-lari di tempat selama setengah jam untuk menjaga kebugaran tubuh setiap hari.

Tinggalkan komentar..