Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Tanaman Kopi (Bagian 1)

faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi

Secangkir kopi bisa menjadi teman Anda dalam segala suasana. Ruapnya menggelitik hidung mengantarkan aroma menggoda. Tetesan kopi membasahi lidah mengirimkan rasa pada syaraf. Kopi yang nikmat berasal dari proses penanaman yang baik dan benar. Tapi bagaimana proses menanam kopi sehingga buahnya tumbuh sempurna dan menghasilkan biji-biji kopi yang berkualitas? Ada dua faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi, yaitu: faktor internal dan eksternal.

Faktor internal dipengaruhi oleh sifat bawaan tanaman kopi itu sendiri. Faktor ini tidak mudah diubah dan sifatnya berbeda antara tanaman satu dengan tanaman kopi yang lain. Ada yang produksinya tinggi atau rendah, ada yang buahnya besar atau kecil, ada pula yang getah buahnya manis atau tidak.

Faktor kedua yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi adalah faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah lingkungan, seperti: tanah, iklim, pohon peneduh, dan pemeliharaan. Faktor lingkungan sangat memengaruhi faktor eksternal, misalnya: walaupun tanaman kopi masuk ke dalam sifat unggul jika tidak didukung dengan lingkungan yang tepat maka bisa menyebabkan kegagalan.

1. Tanah

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi secara eksternal yang pertama adalah tanah. Tanaman kopi tidak bisa tumbuh di sembarang tanah. Tanaman kopi akan tumbuh dengan baik jika ditanam di tanah yang memiliki lapisan atas yang dalam dan subur. Idealnya kondisi tanah mengandung nutrisi organik yang tinggi, seperti tanah dari hasil letusan gunung berapi.

Tanaman kopi tidak cocok ditanam di tanah yang drainasenya jelek, tanah liat, berat, dan tanah pasir. Karena tanah dengan kondisi tersebut kurang dapat mengikat air dengan baik dan kandungan nitrogen rendah. Sedangkan tanaman kopi sangat membutuhkan nitrogen.

Selain itu, menanam kopi lebih bagus di kondisi tanah dengan pH sekitar 6-6,5.

2. Iklim

Iklim suatu daerah sangat memengaruhi pertumbuhan kopi. Iklim yang baik untuk tanaman kopi adalah yang memiliki curah hujan dalam satu tahun, tinggi tempat dan suhu, dan kondisi angin.

a. Ketinggian Tempat dan Kondisi Suhu

Setiap jenis kopi memiliki syarat penanaman tanah di ketinggian yang berbeda. Kopi Arabika bisa tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi, tapi jika ditanam di ketinggian kurang dari 1000 mdpl Arabika akan lebih mudah diserang hama dan penyakit. Kopi Arabika paling baik jika ditanam di ketinggian antara 1000 – 1700 mdpl dengan suhu 16-20 °Celcius.

Sedangkan jenis kopi Robusta bisa tumbuh di dataran rendah antara 0-1000 mdpl. Di ketinggian 600 mdpl ke atas dengan suhu 20 °C pertumbuhan Robusta menjadi lebih optimal.

Suhu lingkungan berpengaruh terhadap cepat atau lambatnya tanaman kopi berbuah. Sedangkan kondisi ketinggian menentukan hujan dan panas sinar matahari. Dataran lebih tinggi mendapatkan hujan lebih banyak, namun jumlah sinar mataharinya lebih sedikit.

b. Curah Hujan

Indonesia memiliki pembagian curah hujan antara 2000-3200 mm per tahun. Batas minimal curah hujan yang baik untuk tanaman kopi adalah 1500 mm dan batas optimalnya antara 2500-3000 mm.

Musim kering bisa membantu tanaman kopi untuk dapat berproduksi tinggi. Misalnya: tanaman kopi jenis robusta, ideal ditanam di daerah yang memiliki musim kemarau 3-4 bulan dengan catatan pada waktu tersebut tetap mendapatkan hujan yang cukup. Sebelum berbunga, tanaman kopi sebaiknya mendapatkan musim kering paling banyak 1,5 bulan. Sedangkan sesudah berbunga sebaiknya tidak lebih dari 2 minggu.

Bunga kopi biasanya muncul di akhir musim kemarau. 2 minggu setelah hujan turun, bunga kopi akan bermekaran. Setelah bunga kopi mekar, tanaman kopi membutuhkan musim kering dengan curah hujan yang cukup untuk menunjang perkembangan buah. Bila asupan air cukup, buah kopi akan masak dalam waktu 4-5 bulan sejak bunga mekar. Namun bila curah hujan kurang, sebagian bunga kopi akan layu dan rontok (gagal berbuah). Bila curah hujan terlalu tinggi, buah kopi akan lambat masak (6-7 bulan) dengan kandungan nutrisi yang rendah dan akan berpengaruh terhadap rasa.

c. Kondisi Angin

Tanaman kopi tidak tahan dengan angin yang kencang terutama saat memasuki musim kemarau. Angin memengaruhi tingkat penguapan air di permukaan tanah. Selain itu angin yang terlalu kencang bisa merobohkan tanaman. Itu sebabnya di sisi-sisi perkebunan kopi sering ditanam pohon pelindung untuk menahan angin dan mencegah tanaman kopi rusak.

Dua faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi berupa pohon pelindung dan pemeliharaan akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Tinggalkan komentar..