Warung Kopi Udin Wati, Kedai Kecil Wadah Komunitas

Januari silam, saya dan Restu Dewa berkunjung ke kedai kopi yang selalu membuat kami penasaran. Namanya catchy dan Indonesia banget. Warung Kopi, Kue, dan Roti Udin Wati. Biasa disingkat menjadi Warkop Udin Wati dan sering disingkat lagi jadi Uwat. Pemilihan nama yang menarik untuk kedai yang tidak kalah unik.

Warkop Udin Wati terletak di Jl. Abdul Halim, kota Cimahi. Lokasinya di dekat rel kereta dan berseberangan dengan pemakaman umum. Tempat yang tidak biasa untuk sebuah kedai kopi, tetapi tidak mengurangi daya tarik tempat ini. Walaupun kecil dan sederhana, suasananya sangat nyaman dan hangat. Dinding warung dihiasi poster-poster dan pernak-pernik kopi bergaya vintage. Kopinya pun disuguhkan dalam cangkir berbahan seng yang lucu dan jadul.

Berawal dari kebutuhan tempat berkumpul komunitas sepeda, Kang Faisal “Iso” Nurdin dan Teh Irawati Dian membuka warung ini sejak Juni 2013. Mereka pun sepakat menggunakan nama mereka sendiri sebagai nama kedai. Walau lokasinya terletak di tengah pemukiman penduduk, pengunjung yang datang cukup beraneka ragam. Dari anak SD yang menunggu jemputan sepulang sekolah (sambil berteriak “Udin Wati, Udin Wati!”). Sampai bapak-bapak yang membeli kopi setengah porsi.

Suatu ketika pernah ada pengunjung yang heran melihat biji kopi yang belum digiling. Berdasarkan pengalaman-pengalaman ini, Uwat makin semangat menjangkau berbagai kalangan. Sambil terus mengenalkan dan mengedukasi tentang kopi kepada penduduk sekitar, Uwat berhasil berkembang sampai sekarang.

Berbagai minuman kopi ditawarkan di sini, dari espresso based sampai sajian seduh manual. Harganya pun sangat terjangkau karena bermacam kopi yang tersedia disangrai sendiri secara manual oleh Kang Iso dan Teh Dian. Bagi yang tidak minum kopi, menu andalan lainnya adalah Choco Frozz. Minuman coklat segar yang hanya dibandrol Rp9.000. Jangan lupa menghangatkan badan dengan Teh Jeruk Nipis Jahe. Cocok diminum di kota Cimahi yang dingin. Kehadiran Teh Dian yang hobi masak dan membuat kue, membuat pilihan makanan terus berganti setiap hari. Malam itu tersedia bolu ketan hitam, kroket, dan berbagai cemilan ringan.

Mendekati tengah malam, semakin banyak pengunjung berdatangan. Suasana kekeluargaan membuat Uwat menjadi salah satu tempat ngumpul favorit komunitas peminum kopi Bandung. Dengan dukungan komunitas yang setia Uwat pun sering mengadakan kegiatan menyeduh di luar warung. Mulai dari festival musik sampai kegiatan lingkungan, berkeliling Bandung, Cimahi, hingga Jakarta.

Sayangnya saat ini Uwat sedang tutup sementara untuk renovasi. Mari doakan agar cepat selesai sambil memantau akun Instagramnya untuk mengetahui perkembangan dan jadwal seduhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *