Ulasan Aeropress

Siapa tak kenal Aeropress? Penyeduh kopi ciptaan Alan Adler ini sedang menjadi fenomena baru di dunia perkopian internasional. Dengan harga 600ribuan Anda sudah dapat menikmati hangatnya kopi tanpa perlu jauh-jauh ke café.

Desainnya yang sederhana terdiri dari 3 bagian utama. Chamber yang berfungsi sebagai wadah cairan kopi, plunger si alat tekan, dan filter cap tempat saringan berada. Pada paket pembeliannya terdapat asesoris berupa funnel (corong), sendok pengaduk, sendok takar kopi (± 18 gram), wadah filter dengan 350 lembar filter kertas, dan tote bag.

Banyak yang heran dan bertanya-tanya, kenapa Aeropress miliknya tidak seperti Aeropress yang muncul di video panduan Youtube atau di Google Image. Tak sedikit yang berfikir jangan-jangan Aeropressnya palsu atau bajakan.

Namun jangan khawatir, di situs resminya sudah dijelaskan tentang perbedaan dan pembaruan desain dari waktu ke waktu. Anda tinggal bandingkan saja tanggal pembelian Aeropress dengan gambar berikut:

Evolution-of-AeroPress

Material Aeropress terasa sangat kokoh walau terbuat dari plastik. Namun warnanya yang kurang cerah memberi kesan kalau Aeropress ini barang murah. Berharap saja semoga Aerobie kembali memproduksi Aeropress berwarna putih bening.

Filter kertas Aeropress dapat dipakai 2-3 kali sampai akhirnya dibuang, tidak seperti filter pour over yang hanya sekali pakai langsung masuk tempat sampah. Bahkan di pemakaian kedua dan ketiga, filter Aeropress dapat memberikan rasa unik karena kemampuan menyaring minyaknya sudah berkurang.

Bagi Anda yang lebih peduli lingkungan dan ingin mengurangi penggunaan filter kertas, tersedia pula beberapa pilihan filter logam seperti Able Disk Standard dan Able Disk Fine. Pilihan ini membuka jendela eksplorasi Aeropress menjadi lebih luas lagi.

Sebagai perbandingan, filter kertas akan menghasilkan kopi yang lebih clean dan lembut. Able Standard Disk menghasilkan body yang lebih tebal, dan Fine Disk meningkatkan sweetness dan mempertahankan acidity.

Ukuran filter cap Aeropress terbilang cukup besar sehingga hanya bisa masuk sepenuhnya ke cangkir atau gelas dengan lingkar mulut yang besar. Jika Anda hanya punya gelas bermulut kecil di rumah, Anda bisa mengakalinya dengan menaruh corong di ujung chamber. Dengan trik ini Anda tidak perlu khawatir Aeropress meleset ketika proses tekan berlangsung.

Perpaduan Aeropress dengan gilingan tangan Porlex, menciptakan kawan perjalanan yang luar biasa. Seperti yang telah janjian sebelumnya, grinder Porlex dapat masuk secara sempurna ke bagian kosong plunger Aeropress. Menikmati kopi fresh saat liburan atau perjalanan kerja tidak lagi jadi masalah berkat adanya duet maut ini.

Aeropress dapat menghasilkan kopi yang konsisten karena tidak terlalu banyak variabel seperti pada pour over. Dengan teknik pour over tangan Anda harus mahir memainkan teko leher angsa sehingga mendapatkan aliran air yang konstan. Dengan Aeropress Anda hanya perlu tenaga yang cukup kuat untuk menekan plunger saat proses seduh berjalan.

Karakteristik hasil Aeropress adalah kopi bersih tanpa ampas (kecuali menggunakan metal filter), body yang smooth diimbangi acidity yang samar, namun sweetness lebih menonjol.

Untuk menghasilkan kopi nikmat, baca panduan seduh Aeropress ala KopiDewa. Baca juga sejarah penemuan Aeropress.

KopiDewa mengulas peralatan kopi yang diterbitkan setiap hari Selasa secara dwimingguan. Sampaikan ide dan saran tentang produk yang ingin diulas pada kolom komentar.

9 Komentar

  1. Dzikry says:

    Mas restu, proses press dalam aeropress apa bedanya dengan plunger pada french press atau apa kegunaan dari plunger pada aeropress

    • Restu Dewa
      Restu Dewa says:

      Plunger pada french press berfungsi sebagai alat penyaring. Sedangkan pada Aeropress, plunger hanya membantu memberikan tekanan tambahan pada kopi agar melewati penyaring.
      Perbedaan yang telah saya rasakan cukup banyak. Aeropress dapat menggunakan ukuran gilingan halus sampai kasar. Sedangkan french press hanya bisa menggunakan gilingan sedang sampai kasar.
      Belum lagi soal pilihan filter. Aeropress bisa menggunakan filter logam dengan beberapa tingkat kerapatan. Kita juga bisa menggunakan filter kertas 2-4 lembar dalam sekali penyeduhan untuk mendapatkan hasil yang berbeda.
      Intinya, Aeropress adalah alat seduh kopi dengan kemungkinan hasil seduhan yang lebih variatif daripada french press.

  2. ainibenings says:

    punten mas.. aku kepo sekiranya adakah yg pernah membahas bekas kertas filter v60 itu biasanya buat apa? dibuang gitu aja kah atau gimana ya? hmm sesungguhnya kertasnya itu ramah lingkungan apa bermasalah kalo di treat ga bener..? hatur thankyouu:)

    • Restu Dewa
      Restu Dewa says:

      Paling gampang untuk daur ulang filter kopi sih dipakai untuk media tanam atau kompos. Filter bekas yang disobek kecil-kecil lalu ditaburkan di tanah akan terurai dengan sendirinya.

      Di luar negeri ada yang sudah mendaur ulang filter kopi bekas jadi buku tulis. Ada juga yang menggunakan untuk lap sepatu, pengganti semir.

      Mungkin ainibenings punya ide kreatif lain?

  3. djfebriansyah says:

    Kalau menurut saya aeropress adalah alat kopi yang paling banyak bisa dimainkan rasa kopinya dibanding pour over karena variable penyeduhannya lebih banyak (grind size, temperatur, rasio, steep time, pressure, stirring, normal/reverse brewing). Butuh waktu & beans yg banyak mengeksplor semuanya utk mendapatkan rasa yg cocok tapi ya disitulah serunya ngopi manual.

    • Restu Dewa
      Restu Dewa says:

      Betul kang. Semua variabel seduh kopi bisa dimainkan di Aeropress.

      Di tiap kompetisi pun setiap orang bisa terlihat memakai teknik dan metode yang pasti berbeda.

      Serunya lagi, teknik yang cocok untuk satu jenis beans, belum tentu cocok dengan beans yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *