MaMi KoTAK, Alat Sangrai Kopi Mikro nan Handal

Sekilas, namanya terdengar menggelitik. Bentuknya pun sederhana, tidak terdapat panel kontrol dan barisan tombol yang biasa terdapat pada alat sangrai kopi. Namun siapa sangka di balik nama dan bentuk uniknya, MaMi KoTAK mempunyai visi misi dan tujuan hidup yang sangat mulia.

Manual Mikro Sangrai Kopi Tanah Air Kita. Itulah kepanjangan nama alat sangrai ini. Diproduksi oleh Kopi Tanah Air Kita yang bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai surga kopi di tahun 2022. Berlokasi di The Breeze BSD City, saat ini Kopi Tanah Air Kita giat mengadakan pelatihan dan kegiatan yang berkaitan dengan edukasi kopi.

Pak Rudi Ersan selaku pencetus ide dari MaMi KoTAK menerangkan bahwa kopi Indonesia yang sudah terkenal berkualitas di dunia malahan tidak dinikmati oleh petani kopinya sendiri. Daerah perkebunan kopi yang biasanya terletak di gunung dan jauh dari perkotaan membuat biaya menyangrai kopi jadi mahal. Alhasil para petani dan penduduk desa sekitar memilih mengkonsumsi kopi instan yang lebih mudah didapat dan harganya lebih murah.

Kehadiran MaMi KoTAK diharapkan pak Ersan dapat memangkas biaya yang harus dikeluarkan oleh petani. Cukup bermodalkan gas butane yang biasa dipakai di kompor portabel, petani dapat menyangrai dan menikmati kopi hasil kebun mereka sendiri. Konsumsi kopi murni pun bisa ditingkatkan dan dapat bersaing dengan produk instan.

Terdiri dari 2 bagian utama yaitu kompor portabel yang telah dilengkapi dudukan dan tabung stainless berongga tempat biji kopi dipanaskan. Tabungnya memiliki ketebalan 1 mm dan dilengkapi tuas pemutar dengan gagang plastik sebagai isolator tahan panas. Berdiameter 15 sentimeter dengan volume sekitar 3 liter, MaMi KoTAK mampu menyangrai kopi sebanyak 1 kg dalam waktu 25-30 menit.

Cara pemakaiannya sangat mudah. Masukkan biji kopi hijau ke dalam tabung, nyalakan kompor dengan api sedang, lalu putar tabung dengan tangan sampai tingkat kematangan kopi yang diinginkan. Agar tingkat kematangan rata usahakan memutar kopi dengan kecepatan konstan. Siapkan juga wadah penampung agar kopi yang telah matang bisa dikeluarkan dari tabung untuk segera didinginkan.

Di kapasitas maksimal 1 kg, biji kopi yang mengembang terkena panas sering keluar dari dalam tabung sehingga tabung harus ditutup dan warna kematangan kopi tidak dapat dilihat. Oleh karena itu, titik optimal alat ini berada di kapasitas 250-750 gram di mana kopi belum sampai meloncat keluar. Waktu sangrai pun menjadi lebih singkat sehingga tangan tidak terlalu pegal dan putaran bisa lebih stabil.

Dengan konstruksi tabung berongga, kulit ari (chaff) kopi akan keluar selama proses sangrai berlangsung. Jangan lupa untuk membersihkan kulit ari setelah selesai menyangrai karena kulit ari yang menumpuk dapat dengan mudah terbakar dan menjadikan kopi yang disangrai beraroma asap (smoky).

Walau target pasar utama MaMi KoTAK adalah petani di daerah terpencil, alat ini pun cocok digunakan kedai kopi kecil untuk menarik perhatian pengunjung. Indikator 3S (Smell, Sight, Sound) yang terjadi selama proses sangrai juga menarik untuk didiskusikan bagi mereka yang tertarik untuk mempelajari kopi lebih lanjut.

KopiDewa mengulas peralatan kopi yang diterbitkan setiap hari Selasa secara dwimingguan. Sampaikan ide dan saran tentang produk yang ingin diulas pada kolom komentar.

7 Komentar

  1. Coffee says:

    Hmm, februari 2017 ini saya ada bikin roaster sendiri, bahannya tergolong sederhana (yg mahal drum roasternya), modal yg saya keluarkan tidak sampai 1jt, cukup mahal ya kalau dibandrol 2,5 juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *