Kõno Meimon vs Hario V60

Serupa tapi tak sama. Kedua corong penyeduh kelahiran negeri sakura ini terlihat sangat mirip seperti adik kakak. Dibalik kemiripan bentuk fisiknya, ternyata peralatan pour over ini membutuhkan teknik seduh yang berbeda dan akan menghasilkan kopi dengan rasa yang berbeda pula.

Persaingan dan persahabatan mereka disajikan dalam tabel berikut.

Kõno Meimon Hario V60
Produsen Coffee Syphon co. ltd.
Perusahaan yang telah membuat coffee syphon sejak tahun 1925.
Hario co. ltd.
Berdiri sejak tahun 1921 sebagai produsen kaca tahan panas untuk keperluan laboratorium.
Tahun
Pembuatan
Dipasarkan sejak tahun 1973 setelah melalui riset panjang selama 5 tahun. Dijual sejak tahun 2005 dan langsung mendapat sambutan positif dari coffee enthusiast.
Pilihan
Ukuran
Tersedia ukuran 1-2 cangkir, 3-4 cangkir, dan ukuran raksasa 10 cangkir. Tersedia ukuran 1-2 cangkir, 3-4 cangkir, dan 5-6 cangkir.
Pilihan
Material
Kõno Meimon hanya diproduksi dalam bahan plastik tahan panas. Tersedia dalam bahan plastik, gelas, keramik, dan logam.
Pilihan
Warna
Selain putih transparan tersedia 10 warna pilihan lain yaitu putih solid, hitam, kuning, merah, pink, biru, hijau, oranye, ungu, dan cokelat. Pilihan warna Hario V60 terbatas pada putih, transparan, dan merah pada seri plastik, gelas, dan keramik.
Untuk seri logam tersedia warna hitam, copper, dan silver.
Kualitas
Material
Dengan penggunaan standar dan pemeliharaan yang baik, dalam waktu 1 tahun Kõno Meimon akan memiliki retak halus di bagian dalam corong. Hal ini tidak berpengaruh pada kualitas akhir seduhan. Seri plastik V60 terasa lebih ringkih daripada Meimon. Namun kualitas seri gelas, keramik, dan logamnya tidak perlu dipertanyakan lagi.
Kisaran
Harga
Rp200.000 untuk ukuran 1-2 cangkir
Rp250.000 untuk ukuran 3-4 cangkir
Rp280.000 untuk ukuran 10 cangkir
Rp50.000-Rp120.000 untuk seri plastik
Rp200.000-Rp300.000 untuk seri gelas
Rp250.000-Rp400.000 untuk seri keramik
Rp500.000-Rp1.000.000 untuk seri logam
Bentuk
dan
Desain
Corong dengan 12 alur lurus dengan diameter lubang bawah 1,75 cm untuk penyeduh ukuran 1-2 cangkir.
Corong dengan 15 alur lurus dengan diameter lubang bawah 2,25 cm untuk penyeduh ukuran 3-4 cangkir.
Corong bersudut 60° dengan 12 alur melengkung dan diameter lubang bawah yang konsisten (2 cm) di semua ukuran dan jenis bahan.
Paket
Pembelian
Terdapat sendok takar kopi (±12 gram) untuk corong berwarna.
Tidak terdapat sendok takar pada corong transparan.
Hanya terdapat corong penyeduh dan buku panduan berbahasa Jepang pada paket standar Hario V60.
Filter
Kertas
Tidak terdapat bau dan rasa kertas sehingga filter Kõno tidak perlu dibilas.
Filter merk Kõno mempunyai kerapatan yang lebih tinggi sehingga menghalangi laju air.
Filter merk Hario mengandung sedikit bau dan rasa kertas sehingga perlu dibilas.
Metode
Seduh
Perkolasi. Air diteteskan setitik demi setitik ke atas permukaan kopi. Kerapatan yang dihasilkan oleh alur corong membuat laju air sangat lambat. Jika terlalu banyak air di gundukan kopi, kopi akan menjadi over-extracted. Lihat panduan seduh Kõno Meimon. Permeasi. Air dikucurkan sepelan mungkin tanpa membuat percikan. Arah kucuran dibuat spiral dari dalam ke luar. Karena bentuk alur yang melengkung, gerakan searah jarum jam akan meningkatkan acidity dan berlawanan jarum jam akan menonjolkan body. Lihat panduan seduh Hario V60.
Pengertian tentang metode seduh ini sudah tidak up to date.
Baca artikel Apa Itu Perkolasi untuk memahami lebih lanjut.
Kehalusan
Gilingan
Kerapatan tinggi harus diimbangi dengan gilingan kopi yang agak kasar. Diameter lubang bawah yang cukup besar harus diimbangi dengan gilingan kopi yang lebih halus.
Waktu
Seduh
4-5 menit 3-4 menit
Tingkat
Kesulitan
Lebih sulit menjaga konsistensi hasil seduh pada Kõno Meimon. Mengendalikan teko leher angsa agar dapat mengeluarkan titik air dengan stabil membutuhkan latihan yang lebih lama. Terdapat teko leher angsa yang memudahkan untuk membuat titik-titik air, namun harganya tidak murah. Hasil seduh yang konsisten dapat dipelajari dengan sedikit latihan. Walau tidak sesulit membuat titik air, mengendalikan air untuk membuat spiral tanpa percikan tetaplah membutuhkan kesabaran. Teko leher angsa standar sudah cocok dipadankan dengan V60.
Hasil
Seduh
Acidity yang menonjol adalah ciri khas Kõno Meimon. Agak sulit mendapatkan body yang tebal tanpa membuat kopi terasa pahit. Filter yang lebih rapat menghasilkan kopi yang lebih jernih. Keseimbangan antara body dan acidity mudah didapatkan jika menggunakan V60. Tapi kertas Hario membutuhkan pembilasan ekstra agar tidak ada bau dan rasa yang terbawa.

Kesimpulan:
Tingkat kesulitan Kõno Meimon diperuntukkan bagi mereka yang telah lebih lama mempelajari seni pour over. Untuk pemula, V60 seri plastik atau gelas bisa dijadikan sarana pembelajaran yang pas.

Kopi dengan tingkat sangrai light akan nikmat sekali jika diseduh dengan Kõno Meimon. Sedangkan V60 cocok dipadankan dengan tingkat sangrai light dan medium.

Bagi yang mempunyai dana lebih dan hobi mengkoleksi peralatan kopi, warna-warni cantik Kõno Meimon akan memberi nuansa cerah dan seri logam V60 memberi kesan elegan pada dapur Anda.

KopiDewa mengulas peralatan kopi yang diterbitkan setiap hari Selasa secara dwimingguan. Sampaikan ide dan saran tentang produk yang ingin diulas pada kolom komentar.

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *