Wiki Koffie, Kedai Rumahan di Jalan Braga

Jalan Braga di Bandung memang terkenal sejak lama sebagai tempat jalan-jalan dan makan-makan. Banyak kedai yang menyajikan sajian kuliner, lengkap dari menu tradisional, modern, sampai eksperimental. Dan perhatian saya langsung tertuju pada 1 kedai di pojok Jalan Braga nomor 90. Wiki Koffie namanya. Dari luar tampak sederhana. Tidak mentereng, tidak mewah, justru membuat saya penasaran.

Mungkin alunan musik yang sayup-sayup menarik saya untuk melangkah ke dalam. Tak mau sama dengan kedai dan resto yang memutar lagu pop atau indi kekinian, Wiki Koffie konsisten memutar lagu tradisional. Instrumental gamelan Bali kalau saya tidak salah dengar. Pegawainya pun sumringah dengan batik bunga-bunga warna cerah. Indonesia banget pokoknya.

Saya suka jendelanya yang besar dan menghadap jalan raya karena membuat ruangan menjadi cerah. Bagi saya penataan tempat ini lebih seperti rumah. Kursi, sofa, dan bangku tertata rapih, sederhana, dan ramah. Hampir di tiap mejanya terdapat tulisan “Reserved“. Untungnya saya masih mendapat tempat nyaman di dekat bar. Spot favorit karena saya bisa menonton biji kopi disulap menjadi minuman nikmat.

Kedai ini memang hampir selalu ramai dengan pengunjung. Tidak ada batasan waktu bagi mereka yang ingin duduk berlama-lama di ruangannya yang nyaman. Tak heran jika Wiki Koffie menjadi tempat nongkrong paling ramai di kawasan Braga. Harganya pun masih masuk ke daya beli mahasiswa. Makan minum enak, harga terjangkau, lokasi pusat kota. Sempurna!

Di setiap kedai manapun saya selalu menanyakan pilihan manual brew dan biji andalannya. Kang Arif sang barista langsung merekomendasikan Long Berry Gayo yang diseduh menggunakan V60. Asam sitrusnya sangat jelas dan yang unik aftertastenya terasa seperti buah duku. Manis sepet yang jarang saya dapatkan dari kopi Aceh.

Buka dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam, Wiki Koffie tidak hanya menyediakan minuman kopi saja. Ada Kue Telurnya yang juara karena menggunakan resep asli racikan Ibunda sang pemilik kedai. Lembutnya adonan dan cocolan coklatnya membangkitkan kenangan masa kecil. Porsinya yang besar cukup untuk berbagi bersama dua sampai tiga rekan. Jika menyukai makanan manis tersedia juga Black Magic, cake dengan cokelat French Guanaja impor dijamin menyihir kita untuk melupakan niat diet.

Melihat papan tulis yang terpajang di depan, bisa diketahui bahwa Wiki Koffie menawarkan menu andalan yang selalu berganti tiap hari. Ayam Pelangi dan Red Curry Thailand adalah jagoan hari itu. Tapi saya sudah terlalu kenyang karena Kue Telur dan Black Magic sehingga tidak kuat lagi makan berat. Mungkin lain kali saya tidak makan yang manis-manis terlebih dahulu.

Melihat gelas kopi saya sudah hampir kosong, kang Arif menawarkan cold brew robusta Lampung, pekat namun tetap ringan. Obrolan pun kembali berlanjut dengan barista asal Medan yang sangat ramah ini. Baginya proses menyeduh kopi harus datang dari hati. Kopi biasa jadi luar biasa jika dibuat dengan cinta.

Melihat si kecil yang mulai bosan karena Hot Chocolate-nya sudah habis saya pun harus mengakhiri kunjungan. Mudah-mudahan bisa datang kembali di ulang tahun Wiki Koffie yang ke empat tanggal 15 Mei nanti.

KopiDewa mengulas kedai kopi, coffee roastery, dan tempat lain yang berhubungan dengan kopi setiap minggu pada hari Kamis. Sampaikan ide dan saran tentang tempat yang ingin diulas pada kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *