Kopi Pulang, Kedai Nyaman Di Pusat Kota Palembang

Sore itu saya meluncur ke Kopi Pulang, kedai kopi yang selalu direkomendasikan oleh barista dan penggiat kopi di Palembang. Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di dekat lampu lalu lintas Simpang Sekip, Kopi Pulang terletak di antara pusat bisnis dan perkantoran. Menempati ruko 1 pintu, hanya terdapat ruang untuk parkir motor di depan pintunya.

Kehadiran saya disambut oleh Amal, sang pemilik kedai. Ditemani dua rekannya, Amal memulai usaha ini sejak Desember 2015 silam. Memulai pendidikan dan meniti karir di Bogor, Amal kemudian memutuskan pulang dan mendirikan kedai kopi di Palembang. Alasan historis dan filosofis untuk pemilihan nama Kopi Pulang.

Kopi Pulang buka setiap hari kecuali Selasa. Dari pukul sepuluh pagi hingga sepuluh malam kedai ini siap menyajikan suasana yang nyaman dan tenang. Ruang tertutup dan full AC membuat betah pengunjung duduk berlama-lama. Namun di daftar menu hanya ada beberapa kudapan sebagai sajian. “Kita mau orang yang datang itu serius. Ya serius ngopi, atau mau tahu tentang kopi.” Dengan konsep yang disajikan, pengunjung yang datang pun terseleksi dengan sendirinya.

Duduk di depan bar, saya meminta Amal untuk memilihkan kopi. Pilihan pertama jatuh pada Mamasa yang kemudian ia ‘tubruk’. Sederhana saja, saya ingin tahu citarasa asli kopinya sendiri. Hasilnya kopi dengan acidity tinggi dan nyaris tanpa rasa pahit, nyaman bagi saya. “Sebagian orang justru tidak suka,” Amal sedikit berkomentar.

Cangkir kedua, Amal mempromosikan kopi Garut yang diseduh menggunakan V60. Dengan takaran yang pas, selain acidity yang lumayan tinggi, memang terasa ada rasa manis. “Itu karena natural process-nya,” demikian jelas Amal. Sebelum menyeduh, ia memang menjanjikan saya pasti akan menyukainya. Dan ia benar. Sungguh saya tergoda untuk segera menghabiskannya sekaligus.

Pengunjung pun mulai berdatangan. Rata-rata memesan minuman espresso base. Untuk espresso, Kopi Pulang hanya menggunakan robusta Semendo. “Kopi lokal harus kita lestarikan dan promosikan,” terangnya. Tempat duduk dengan meja kecil mendominasi tata ruang. Rak berisi buku-buku pilihan di sisi ruangan menambah apik suasana ngopi. Yang paling menarik mungkin wadah biji kopi yang tersusun rapi di belakang meja. Tak hanya berisi keterangan karakter dan asal kopi, namun juga nama petani kopi itu sendiri. “Tidak bohong, kita memang beli langsung ke petani”. Amal menyebutkan alasannya.

Tempat yang nyaman, pilihan beragam biji kopi, seduhan yang mantap, serta suasana yang diciptakan sedemikian rupa, membuat pengalaman ngopi di kedai ini begitu berbeda. Seperti kata beberapa penikmat kopi yang saya jumpai. “Sesuai namanya, kalo sudah pernah ngopi di Kopi Pulang, selalu mau pulang lagi ke situ”. Berlebihan? Menurut saya tidak.

KopiDewa mengundang AbdiKopi semua untuk berbagi cerita dan pengalaman yang berhubungan dengan dunia perkopian. Kirim foto dan tulisanmu kepada KopiDewa untuk bergabung menjadi kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *