Kopi Parkir, Cerminan Semangat Anak Muda Pecinta Kopi

Beberapa hari ini linimasa media sosial diramaikan oleh kehadiran kedai kopi dengan konsep yang unik. Menyebut diri Kopi Parkir, kedai ini mengusung konsep berpindah-pindah. Mereka menyeduh kopi ketika sedang ‘parkir’ di satu tempat tertentu. Sore itu pun saya tak menyiakan kesempatan ketika mereka sedang parkir di Kambang Iwak Family Park, salah satu pusat keramaian di Kota Palembang.

Hanya ada satu meja dengan beberapa kursi di depan bar kecil. Beberapa wadah biji kopi, alat seduh, dan perlengkapan lainnya tertata rapi. Simpel memang. Pilihan single origin sore itu belum banyak. Ada Aceh Gayo dan Takengon untuk arabika. Juga Temanggung dan Kerinci untuk robusta. Sejenak duduk, saya memesan kopi Takengon sebagai pembuka.

Arfan, pemilik dan penggagas kedai, awalnya hanya meminum kopi sachet. Hingga teman masa kecilnya memperkenalkan bermacam kopi dengan berbagai metode seduh. Rasa takjub membuatnya jatuh cinta pada kopi hingga akhirnya Arfan memberanikan diri untuk terjun berjualan minuman kopi.

Berbeda dengan tempat tetap, kedai nomaden memiliki tantangan sendiri. Hampir semua pengunjung adalah orang yang belum kenal dengan ragam karakter kopi dengan cara seduh yang beraneka rupa. Tentunya citarasa kopi yang berbeda dengan kebiasaan masyarakat selama ini menjadi sebuah sarana edukasi bagi masyarakat. “Kemaren ada pembeli yang komentar, itu kopinya harus ditimbang juga, ya?” Arfan menambahkan ceritanya.

Apakah mereka yakin dengan pilihan konsep dan berjualan kopi? Arfan, yang juga alumnus salah satu sekolah tinggi hukum di Palembang, menjawab lugas. “Jika dilakukan dengan gigih dan konsisten, mudah-mudahan akan sukses ke depannya”. Semangat muda yang luar biasa. Kemunculannya di pusat keramaian menjadikan mereka sebagai sosok terdepan untuk mengedukasi masyarakat akan (minuman) kopi yang baik. Tak melulu soal jualan.

Seduhan V60 kopi Takengon saya padukan dengan Aceh Gayo yang ditubruk. Karakternya nyaris serupa, acidity sedang dan body yang tipis. Dua cangkir kopi dan mimpi menyala tiga anak muda ini semakin menambah hangat suasana sore menjelang malam selepas hujan.

KopiDewa mengundang AbdiKopi semua untuk berbagi cerita dan pengalaman yang berhubungan dengan dunia perkopian. Kirim foto dan tulisanmu kepada KopiDewa untuk bergabung menjadi kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *