Kampus Kopi Cirebon, Gerobak Kopi Penuh Tantangan

Petualangan saya menjadi “juri tembak” lomba seduh Coffeelieur di bulan Mei silam mengantarkan saya ke Kampus Kopi. Diajak langsung oleh sesepuh kopi wilayah Cirebon, Abah Iduy, malam hari itu saya bertandang ke lokasi Kampus Kopi yang ternyata memang terletak di depan Kampus Unswagati Cirebon.

Tempatnya sederhana, gerobak minimalis dengan beberapa kursi dan meja plastik sebagai pelengkap. Namun suasana hangat sangat terasa di sana. Dilihat dari jumlah motor yang parkir di sekitarnya, dapat ditebak kalau Kampus Kopi adalah tempat yang cukup populer.

Kampus Kopi digawangi oleh Tri, Taufiq, Arif, dan Sumadi. Keempat mahasiswa Unswagati jurusan pertanian ini memberanikan diri berjualan kopi sejak Februari 2016. Mereka disatukan oleh satu pandangan yaitu ingin membuat tradisi minum kopi yang benar. Sebagai mahasiswa, awal perkenalan mereka dengan kopi dimulai dari kopi instan. Dan setelah mencicip kopi segar mereka kaget karena kualitas dan rasanya yang sangat jauh.

Akhirnya mereka belajar dan banyak mendapatkan ilmu perkopian dari Pak Kokom, seorang petani kopi robusta di daerah Cibeureum, gunung Ciremai. Setelah mengetahui tentang kejamnya perlakuan tengkulak kepada petani kopi, mereka pun tertantang untuk menaikkan derajat petani kopi. Agar kehidupan petani kopi dapat lebih baik daripada sekarang.

Kampus Kopi buka setelah magrib sampai pukul 11 lebih. Namun semakin malam sepertinya malah semakin banyak orang yang datang. Tempat ini memang menjadi pusat berbagi dan berdiskusi bagi mahasiswa dan penikmat kopi. Pengunjung akan dimanjakan dengan minuman kopi berkualitas namun dengan harga yang sangat ramah tentunya.

Tak terasa kami mengobrol sampai pukul 1 dini hari. Obrolan pun terpaksa disudahi agar tak terlambat beraktivitas esok pagi. Walau sederhana, Kampus Kopi berhasil meninggalkan kesan di hati.

KopiDewa mengulas kedai kopi, coffee roastery, dan tempat lain yang berhubungan dengan kopi. Sampaikan ide dan saran tentang tempat yang ingin diulas pada kolom komentar.

4 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *