Gudang Lawas, Paduan Unik Kedai Kopi dan Galeri Antik

Seperti biasa kami selalu mencari tempat ngopi baru yang asik untuk nongkrong. Dan kebetulan hari Sabtu yang lalu kami mengunjungi café Gudang Lawas atas undangan kang Gema, baristanya yang baik hati. Gudang Lawas sendiri beralamat di Jalan Pandu nomor 30, tapi sesampainya di sana kami merasa heran. Dari luar hanya terlihat rumah biasa, lebih seperti tempat tinggal. Begitu masuk, interior tempat ini sangat di luar bayangan.

Bagian dalam Gudang Lawas dipenuhi barang-barang kuno antik layaknya rumah kayu jaman dulu. Terdapat perapian di salah satu sudut ruangnya. Walaupun cuaca Bandung cukup dingin, sangat jarang ada bangunan yang dilengkapi dengan perapian. Uniknya lagi, café atau resto dengan konsep rumah kayu identik dengan makanan sunda atau makanan tradisional. Tapi Gudang Lawas berhasil memadukan menu kopi dengan makanan tradisional juga modern.

Benda-benda kuno menghiasi setiap sudut ruangan memberi kesan rumahan. Kami punya nyaman duduk berlama-lama disana. Bertemakan “coffee shop and vintage gallery”, Kang Adi selaku owner menjelaskan bahwa semua barang yang bisa dilihat berarti bisa dibeli, termasuk lukisan, furniture, peralatan dapur, dan mesin pembuat kopinya!

Gudang Lawas selalu ramai oleh pengunjung, baik yang sekedar nongkrong, mengerjakan tugas, ataupun hunting foto. Saat itu pun sedang ada sesi foto bareng dari sebuah komunitas foto di Bandung. Buka dari jam 3 sore hingga jam 11 malam, pengunjung siap dimanjakan oleh makanan dan minuman nikmat dengan harga bersahabat dan program promosi yang menarik. Pastinya cocok untuk mahasiswa seperti kita.

Jangan lupa menanyakan minuman unggulannya yaitu Cranberry Latte. Kopi susu unik dengan aroma cranberry segar yang sepertinya cuma ada di Gudang Lawas. Ada juga Milky Lemonade untuk mereka yang kurang suka kopi. Saat perut mulai lapar, segera pesan Ayam Bakar Bumbu Rujak. Rasa pedasnya akan membuat nafsu makan semakin bertambah. Atau nikmati Cheese Omelette & Chips, telur dadar dengan keju lembut dan keripik kentang gurih. Semua menunya bikin kita pingin nambah lagi!

Kang Adi bercerita kalau awalnya dia memulai dari hobi menjamu teman-temannya ngopi di rumah. Berbekal grinder dan mesin espresso rumahan, Kang Adi “merelakan” rumah tinggalnya menjadi tempat nongkrong kerabat dekat. Sampai akhirnya bulan Mei 2016 lalu rumah kayu dengan arsitektur unik tersebut resmi menjadi Gudang Lawas. Lantai duanya memang masih menjadi tempat tinggal, tapi dalam waktu dekat akan dibuka untuk umum.

Hari pun mulai malam, tak terasa waktu berjalan cepat. Berat rasanya meninggalkan Gudang Lawas yang terasa hangat dan menghadapi Bandung yang sedang dingin-dinginnya.

KopiDewa mengundang AbdiKopi semua untuk berbagi cerita dan pengalaman yang berhubungan dengan dunia perkopian. Kirim foto dan tulisanmu kepada KopiDewa untuk bergabung menjadi kontributor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *