Dreiwinkel, Kedai Kolaborasi 3 Anak Muda Kreatif

Tanding Ninyuh Aeropress yang diadakan Kopi Florist mengenalkan saya kepada kru Dreiwinkel. Adalah Vera, barista unggulan perwakilan Dreiwinkel, yang menarik perhatian saya ketika lomba berlangsung. Ketenangan dan kepercayaan diri membuat Vera lolos sampai babak semifinal, tak gentar walaupun saingannya menggunakan coffee grinder mahal. Bahkan kopi hasil seduhannya sempat membuat pihak juri kebingungan.

Kali berikutnya, saya pun berkesempatan mengunjungi kedai Dreiwinkel yang terletak di Jalan Banda no. 5. Agak sulit mencari tempatnya karena Dreiwinkel terletak di halaman kantor FKPPI dan tidak ada papan nama yang bisa dibaca dari pinggir jalan. Namun suasana kedai ini membuat saya jatuh hati. Selain harga menu yang relatif murah, keramahan yang ditawarkan sulit disaingi tempat lain.

Saya disuguhkan cascara, minuman unik yang terbuat dari kulit buah hasil pengupasan biji kopi. Kulit buah kopi yang biasanya dibuang, ternyata bisa diolah menjadi minuman bercitarasa wine tapi tidak beralkohol dan dengan kandungan kafein 4 kali lebih tinggi dari minuman kopi. Cascara aslinya berasal dari Bolivia dan biasa diseduh dengan metode cold brew. Rasanya yang menyegarkan mirip asam jawa dengan aroma buah yang sulit dideskripsikan.

Kurang afdol jika berkunjung ke Dreiwinkel tapi tidak merasakan seduhan Aeropressnya sang juara. Dengan beans dari Cihideung hasil sangrai Blind Bottle, saya mendapatkan secangkir kopi dengan body ringan, acidity lemon, dan aftertaste karamel yang panjang. Tak puas mencicip 1 jenis kopi, saya pun dibuatkan espresso dengan beans Pangalengan hasil panen pertama kebun kang Bilal. Rasa jahe dan gula palem begitu jelas disertai body yang sangat lembut.

Di umurnya yang baru 6 bulan, Dreiwinkel seakan tidak main-main dalam soal menjamu pelanggan. Pilihan beans selalu banyak dengan alat seduh yang beragam pula. Mungkin Hario V60, Kono Meimon, dan Aeropress bisa ditemukan di tempat lain. Namun baru di Dreiwinkel saya melihat Torch Mountain Dripper, alat seduh buatan Jepang yang dapat menggunakan 3 jenis filter. Sungguh sensasi menyeduh yang sangat unik.

Kata Dreiwinkel sendiri diambil dari bahasa Jerman yang berarti segitiga. Ada Bilal yang berangkat dari dunia petani lalu mempelajari seluk beluk roasting kopi. Sedangkan Vera adalah bidan yang lebih memilih menjadi barista setelah jatuh cinta dengan kopi Garut. Tak lupa Fauzan yang diam-diam merupakan latte artist handal. Bertiga mereka bersama membangun sudut sinergis dalam penjelajahan dunia perkopian.

KopiDewa mengulas kedai kopi, coffee roastery, dan tempat lain yang berhubungan dengan kopi setiap minggu pada hari Kamis. Sampaikan ide dan saran tentang tempat yang ingin diulas pada kolom komentar.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *