Celestial Coffee, Kedai Kopi Lembang Berkualitas Selangit

Perjalanan mencari kopi enak dan unik mengantarkan saya ke daerah Lembang. Berbekal koordinat GPS dari Wahyu, rekan sesama penggemar manual brew, saya rela mendaki gunung dan melewati lembah demi mencapai Celestial Coffee. Apa yang saya dapatkan di sana berhasil melebihi ekspektasi saya.

Berlokasi di Jl. Sesko AU no. 10 Lembang, Celestial Coffee seakan malu-malu menampakkan diri. Tidak ada papan nama dan penanda apa pun, membuat saya awalnya tidak yakin untuk melangkah masuk. Namun keraguan tersebut seketika menghilang ketika saya duduk dan melihat kelengkapan alat manual brew yang tersedia dan pilihan beans yang cukup banyak.

Setelah menempuh perjalanan jauh dan berliku (halah!), ingin rasanya saya mencicip minuman dingin. Saat saya memesan Japanese Cold Brew, kedua baristanya terlihat kaget. Jujur mengakui, ini pertama kalinya ada yang memesan cold brew di Celestial, kata Azhari. Minuman hangat memang lebih banyak dipesan karena cuaca Lembang yang dingin. Tapi Azhari sepertinya tertantang untuk memuaskan dahaga saya dengan kopi dingin menggunakan beans asli Lembang. Tak terasa, 1 sajian kopi dingin dengan notes buah berry dan body yang sangat ringan langsung habis tanpa sempat difoto-foto.

Di saat yang sama, Nico menawarkan hot chocolate untuk Kira. Kabarnya, keempat barista Celestial memang selalu rebutan jika ada pesanan latte art. Sepertinya semua ingin pamer kemampuan menggambar yang pastinya tidak diragukan lagi. Benar saja, gambar kucing lucu seakan diprint langsung di atas cangkir. Sayang sekali untuk meminumnya.

Selain minuman, terdapat juga menu ringan untuk menemani ngopi. Risoles isi daging asap, telur, dan mayonaisnya membuat saya merasa mencicip makanan hotel, bukan kedai pinggir jalan. Tapi saya penasaran dengan beans Tolu Batak yang diseduh menggunakan V60. Aroma earthy dan grassy yang biasanya muncul, bisa diminimalisir dengan teknik pour over Azhari yang rapih.

Selain Nico dan Azhari, Celestial Coffee juga diasuh oleh Dadang dan Septian. Selain sama-sama telah jatuh cinta kepada kopi, keempat pemuda kreatif ini telah menyatukan visi dan misi untuk memajukan kopi daerah Lembang juga kopi hutan. Bersama Lembang Coffee Society, mereka ingin mengedukasi masyarakat Lembang tentang kopi secara lebih serius. Salah satu bukti keseriusan mereka adalah mesin roasting rakitan sendiri yang akan digunakan untuk menyangrai biji kopi asli Lembang. Sayang sekali mesin tersebut masih belum siap tempur. Padahal saya sangat tertarik dengan “ilmu hitam” sangrai kopi.

Walau baru buka tanggal 19 Maret silam, mereka memiliki cita-cita yang tinggi bahwa suatu saat mereka bisa melambung setinggi langit dalam dunia kopi internasional. Kita doakan saja.

KopiDewa mengulas kedai kopi, coffee roastery, dan tempat lain yang berhubungan dengan kopi setiap minggu pada hari Kamis. Sampaikan ide dan saran tentang tempat yang ingin diulas pada kolom komentar.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *