Caribou Coffee, Kopi Jawa dari Minnesota

caribou coffee

Apa tempat ngopi paling update di Paris van Java Bandung?

Ya, benar! Caribou Coffee namanya. Disebut paling update karena memang baru diresmikan hari Sabtu tanggal 1 April kemarin. Acara peresmiannya heboh dan meriah. Semua tamu disajikan makanan dan minuman gratis. Dan yang lebih seru, semua staf tersenyum sumringah. Keramahan memang diwajibkan di kedai kopi ini.

Saya gak mau kalah dong. Saat banyak pengunjung memesan signature drink seperti Campfire atau Turtle Mocha, pour over station menggiring kaki saya melangkah ke sana. Ada Mbak Vanda yang siap menyeduh biji kopi pilihan dengan cara manual seperti Chemex, V60, dan french press. Seakan bisa membaca pikiran saya, beliau langsung menawarkan kopi Jaca Mocha yang baru selesai diseduh memakai V60. Rasa manis khas kopi tanah Jawa begitu kuat dipadu dengan aroma rempah yang menurut saya terasa gingery. Cocok dengan lidah saya.

Secangkir kecil kopi belum memuaskan kebutuhan kafein saya. Hentakan musik dari Icons Entertainment “menjebak” saya untuk memesan Cross Fox Espresso andalan Caribou Coffee. Rasanya yang kuat langsung meledak di mulut saya. Kental tapi tidak pahit, kombinasi yang mungkin sulit didapatkan. Sayangnya belum tersedia menu ristretto atau macchiato di cafe ini.

Caribou Coffee PVJ Bandung adalah cabang kedua di Indonesia setelah sebelumnya sukses hadir di Jakarta. Pusatnya yang asli ada di Minnesota, Amerika. Awalnya saya sedikit skeptis, kedai kopi Amerika kenapa memakai beans dari Jawa dan Sumatera? Tapi setelah mengobrol panjang dengan Mr. Mehdi Zaidi dan Ms. Jennifer Esnough, saya jadi tahu kalau kopi Indonesia ternyata jadi favorit di luar negeri sana. Rasa spicy dan fruitynya yang unik, tidak bisa disamakan dengan kopi dari negara lain.

Saya pun mencoba menu makanannya. Ada beberapa makanan ringan yang tersedia, tapi pilihan saya jatuh ke sandwichnya yang benar-benar mantap. Tak terasa sudah lapis keempat yang saya gigit. Cheesecakenya pun enak, gurih, dan lembut. Gagal lah rencana diet malam itu.

Namanya peresmian, sudah pasti akan ramai. Sehingga sedikit sulit mencari spot untuk duduk menikmati hidangan yang tersaji. Tapi di luar rush hour, Caribou Coffee menyediakan tempat nyaman yang membuat pengunjung betah duduk berlama-lama. Mr. Mehdi pun mengatakan bahwa dia sengaja mendesain area lantai 2 untuk para blogger dan mahasiswa, tak lupa dengan wifi yang lumayan kencang.

Puas makan-makan, saya kembali mendekati pojok pour over. Mbak Vanda sepertinya ingin membuat saya mabuk kafein. Dedikasinya di bidang manual brew membuat tangannya lincah menuang air dari teko leher angsa. Akhir petualangan ditutup dengan beans Sumatra medium roasted yang diseduh memakai Chemex. Kopi dengan body tebal dan aftertaste buah-buahan menemani saya pulang malam itu.

KopiDewa mengulas kedai kopi, coffee roastery, dan tempat lain yang berhubungan dengan kopi setiap minggu pada hari Kamis. Sampaikan ide dan saran tentang tempat yang ingin diulas pada kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *