Panduan Seduh Kalita Wave

[row]

[col span=”2/3″]

Pengantar

Satu lagi alat penyeduh kopi buatan Jepang, Kalita Wave adalah penyeduh kedua yang diproduksi Kalita Co. setelah sukses dengan Kalita Drip. Dengan filter berbentuk cetakan bolu kukus, Kalita Wave dapat menghasilkan kopi yang clean dan smooth di setiap seduhannya.

Mari kita lihat panduan menggunakan flat bottom dripper ini.

[/col]

[col span=”1/3″]

Alat dan Bahan

Kalita Wave dan filter ukuran 155
Penggiling kopi
Timbangan
Termometer
Teko leher angsa
Stopwatch
20 gram kopi
350 ml air panas

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 1″ style=”center”]

Letakkan filter “bolu kukus” di atas dripper.

[ux_image id=”5049″]

[gap height=”30px”]

Bentuk filter yang bergelombang memaksimalkan tekanan pada bubuk kopi namun mengurangi sentuhan dengan dinding dripper sehingga suhu akan lebih terjaga.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 2″ style=”center”]

Timbang kopi sebanyak 20-22 gram. Disarankan untuk menimbang kopi lebih banyak 1-2 gram dari yang akan digunakan, karena seringkali berat kopi berkurang setelah digiling.

[ux_image id=”4750″]

[gap height=”30px”]

Penyeduh pour over apa pun bekerja di titik optimal saat volume kopi mencapai setengah sampai duapertiga kapasitas maksimalnya. Jika kopi terlalu sedikit penyeduhan akan cenderung under-extracted karena kurangnya tekanan. Jika kopi terlalu banyak, air akan mudah meluap saat proses seduh.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 3″ style=”center”]

Giling kopi. KopiDewa menggunakan Porlex dengan setelan 8-9 klik dari titik 0 untuk mendapatkan konsistensi seperti pasir pantai halus. Sambil menggiling mulailah memanaskan air.

[ux_image id=”4760″]

[gap height=”30px”]

Alas Kalita Wave yang rata cenderung mengendapkan air lebih lama. Hal ini dapat diimbangi dengan tingkat gilingan kopi yang agak kasar agar hasil akhir tidak over-extracted.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 4″ style=”center”]

Bilas filter dengan air panas untuk menghilangkan bau dan aroma kertas. Pembilasan juga membantu menghangatkan dripper sehingga proses seduh lebih maksimal. Bilas perlahan agar bentuk gelombang filter tidak rusak.

[ux_image id=”5050″]

[gap height=”30px”]

Masukkan kopi yang sudah digiling sebanyak 20 gram ke dalam filter dan dripper yang sudah dibilas. Timbang ulang untuk memastikan beratnya sudah tepat. Ratakan gundukan kopi dengan menepuk-nepuk dripper.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 5″ style=”center”]

Nyalakan stopwatch dan kucurkan air bersuhu 85°C sebanyak 50 ml secara perlahan dan merata ke gundukan kopi lalu tunggu 45 detik agar proses blooming terjadi. Usahakan agar tetesan air tidak langsung terkena dinding filter.

[ux_image id=”5051″]

[gap height=”30px”]

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 6″ style=”center”]

Setelah blooming 45 detik, kucurkan air secara perlahan dengan dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar seperti obat nyamuk. Kucurkan air sebanyak 30 ml dan tunggu sampai permukaan air telah turun sebelum mengucurkan 30 ml berikutnya.

[ux_image id=”5052″]

[gap height=”30px”]

Kucurkan air di gundukan yang terlihat gelap dan kering agar proses ektraksi merata.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 7″ style=”center”]

Tuang air sampai 200ml dan usahakan untuk menyelesaikan penyeduhan dalam 3-4 menit.

[ux_image id=”5053″]

[gap height=”30px”]

Desain flat bottom dan 3 lubang Kalita Wave membuat alat ini mempunyai toleransi tinggi terhadap kesalahan. Cocok bagi mereka yang baru mempelajari teknik pour over.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 8″ style=”center”]

Kopi Anda telah selesai diseduh. Buang filter dan ampas kopi lalu bilas dripper dengan sisa air panas. Hal ini bertujuan agar dripper tidak berwarna keruh karena minyak kopi yang menempel.

[ux_image id=”5054″]

[gap height=”30px”]

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 9″ style=”center”]

Sajikan dengan susu dan snack favorit.

[ux_image id=”5055″]

[gap height=”30px”]

[divider width=”medium” align=”center”]

[/col]

[col span=”1/1″]

Kopi, sebagaimana mahakarya kuliner lainnya, selalu mengandung unsur selera dan subjektivitas. Panduan yang disajikan di sini hanyalah acuan dasar yang tidak bisa lepas dari unsur tersebut. Silakan bereksperimen dengan gramasi biji, kehalusan gilingan, suhu air, waktu seduh, dan banyak variabel lain yang membuat teknik menyeduh kopi menjadi sebuah karya seni. Jangan lupa untuk berbagi resep jagoan Anda di kolom komentar.

[/col]

[/row]

Share
Restu Dewa

Penggemar hampir segala macam minuman kopi dari kopi luwak dan manual brew ala café sampai kapucino cincau pinggir jalan. Mengisi waktu luangnya dengan membuat desain dan tulisan, belajar fotografi, serta bermain musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *