Panduan Seduh Kalita Drip

[row]

[col span=”2/3″]

Pengantar

Kalita Drip adalah salah satu penyeduh pour over pertama di dunia. Diciptakan tahun 1959, dengan desain yang sebenarnya “mencontek” dripper Melitta, namun disempurnakan dengan hadirnya 3 lubang untuk menghasilkan ekstraksi kopi yang lebih merata.

Penyeduh ini mempunyai tingkat toleransi kesalahan yang tinggi sehingga cocok untuk yang baru mempelajari teknik pour over. Berikut panduannya.

[/col]

[col span=”1/3″]

Alat dan Bahan

Kalita Drip ukuran 1-2 cup
Filter trapesium Kalita
Penggiling kopi
Timbangan
Termometer
Teko leher angsa
Stopwatch
25 gram kopi
350 ml air panas

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 1″ style=”center”]

Lipat filter bagian bawah ke depan dan bagian samping ke belakang.

[ux_image id=”4855″]

[gap height=”30px”]

Letakkan filter yang sudah dilipat ke dalam dripper.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 2″ style=”center”]

Timbang kopi sebanyak 25-27 gram. Disarankan untuk menimbang kopi lebih banyak 1-2 gram dari yang akan digunakan, karena seringkali berat kopi berkurang setelah digiling.

[ux_image id=”4751″]

[gap height=”30px”]

Penyeduh pour over apa pun bekerja di titik optimal saat volume kopi mencapai setengah sampai duapertiga kapasitas maksimalnya. Jika kopi terlalu sedikit penyeduhan akan cenderung under-extracted karena kurangnya tekanan. Jika kopi terlalu banyak, air akan mudah meluap saat proses seduh.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 3″ style=”center”]

Giling kopi. KopiDewa menggunakan Porlex dengan setelan 7-8 klik dari titik 0 untuk mendapatkan konsistensi seperti pasir kasar. Sambil menggiling mulailah memanaskan air.

[ux_image id=”4758″]

[gap height=”30px”]

Alas Kalita Drip yang rata cenderung mengendapkan air lebih lama. Hal ini dapat diimbangi dengan tingkat gilingan kopi yang agak kasar agar hasil akhir tidak over-extracted.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 4″ style=”center”]

Bilas filter dengan air panas untuk menghilangkan bau dan aroma kertas. Pembilasan juga membantu menghangatkan dripper sehingga proses seduh lebih maksimal.

[ux_image id=”4856″]

[gap height=”30px”]

Masukkan kopi yang sudah digiling sebanyak 25 gram ke dalam filter dan dripper yang sudah dibilas. Timbang ulang untuk memastikan beratnya sudah tepat. Ratakan gundukan kopi dengan menepuk-nepuk dripper.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 5″ style=”center”]

Nyalakan stopwatch dan kucurkan air bersuhu 85°C sebanyak 50 ml secara perlahan dan merata ke gundukan kopi lalu tunggu 45 detik agar proses blooming terjadi. Usahakan agar tetesan air tidak langsung terkena dinding filter.

[ux_image id=”4857″]

[gap height=”30px”]

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 6″ style=”center”]

Setelah blooming 45 detik, kucurkan air secara perlahan dengan dengan gerakan melingkar dari dalam ke luar seperti obat nyamuk. Kucurkan air sebanyak 30 ml dan tunggu sampai permukaan air telah turun sebelum mengucurkan 30 ml berikutnya.

[ux_image id=”4858″]

[gap height=”30px”]

Kucurkan air di gundukan yang terlihat gelap dan kering agar proses ektraksi merata.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 7″ style=”center”]

Tuang air sampai 250ml dan usahakan untuk menyelesaikan penyeduhan dalam 3-4 menit.

[ux_image id=”4859″]

[gap height=”30px”]

Desain flat bottom dan 3 lubang Kalita Drip membuat alat ini mempunyai toleransi tinggi terhadap kesalahan. Cocok bagi mereka yang baru mempelajari teknik pour over.

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 8″ style=”center”]

Kopi Anda telah selesai diseduh. Segera singkirkan filter dan ampas kopi lalu bilas dripper dengan sisa air panas. Hal ini bertujuan agar dripper tidak berwarna keruh karena minyak kopi yang menempel.

[ux_image id=”4860″]

[gap height=”30px”]

[/col]

[col span=”1/1″]

[title text=”Langkah 9″ style=”center”]

Sajikan dengan gelas kecil agar aroma dan rasa lebih terjaga.

[ux_image id=”4747″]

[gap height=”30px”]

[divider width=”medium” align=”center”]

[/col]

[col span=”1/1″]

Kopi, sebagaimana mahakarya kuliner lainnya, selalu mengandung unsur selera dan subjektivitas. Panduan yang disajikan di sini hanyalah acuan dasar yang tidak bisa lepas dari unsur tersebut. Silakan bereksperimen dengan gramasi biji, kehalusan gilingan, suhu air, waktu seduh, dan banyak variabel lain yang membuat teknik menyeduh kopi menjadi sebuah karya seni. Jangan lupa untuk berbagi resep jagoan Anda di kolom komentar.

[/col]

[/row]

Share
Restu Dewa

Penggemar hampir segala macam minuman kopi dari kopi luwak dan manual brew ala café sampai kapucino cincau pinggir jalan. Mengisi waktu luangnya dengan membuat desain dan tulisan, belajar fotografi, serta bermain musik.

3 Comments

  1. kichi Reply

    keren cuyyy….
    nggak nyangka gw kalo lu nguasai bgt..
    tdnya gw ada penyeselan prnh nyaranin buka cafe wktu di pantry krn bikin lu cabut…
    tp skrg gw baru tau jln pilihan lu…
    sukses ya cuyy

    1. Restu DewaRestu Dewa Post author Reply

      Hahaha! Cafe di pantry itu salah satu kenangan indah yang ga bakal gw lupakan…
      Salam buat temen2 di Palembang.
      Mohon maaf sudah menyusahkan kalian semua…

  2. Rahadian Kafi Mohamad Reply

    thanks bgt ilmu nya, saat gw belajar kopi gw baru tau soal perbedaan kalita drip dan hario drip, keduanya punya teknik yang beda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *