Mengetahui Dosis Kafein, Mengenal Diri Sendiri

Mengetahui Dosis Kafein, Mengenal Diri Sendiri

Mengetahui Dosis Kafein, Mengenal Diri Sendiri—
Saat mengonsumsi kafein, ada sebuah prinsip yang harus Anda pegang yaitu ‘kenalilah dirimu sendiri’. Sejauh mana Anda membutuhkan dosis kafein untuk bekerja dan melakukan hal-hal yang positif.

Kafein menurut Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat dikategorikan ke dalam daftar senyawa yang aman (GRAS, generally recognized as safe). Inilah alasan mengapai kafein dapat ditambahkan pada makanan ataupun minuman secara legal.

Namun di sisi lain, pihak FDA membatasi promosi kafein pada “pelawan kantuk” saja. Para penjual produk yang mengandung kafein tidak diperbolehkan memublikasikan klaim tentang kafein. Jadi tidak dapat mengemukakan efek positif kafein terhadap kecerdasan, kecermatan, kekuatan, ketenangan, dan kepercayaan diri pada konsumen.

Pada kenyataannya, sekarang ini masyarakat tidak hanya kekurangan informasi mengenai sisi baik kafein untuk kesehatan mental dan lahir tetapi juga merasa sangat dihantui oleh efek negatif kafein yang selama ini mereka percayai. Padahal jika Anda mengonsumsi kafein dalam dosis kecil hingga sedang sesuai dengan kebutuhan individu, tidak ada yang perlu ditakutkan mengenai persoalan mitos kafein yang berkembang di masyarakat modern saat ini.

Faktor kompleks lain dari kafein ialah bahwa setiap individu menunjukan kepekaan yang berbeda-beda. Beberapa orang dapat merasakan efek kafein yang terkandung dalam setetes kopi kental. Sedangkan beberapa orang lain tidak dapat merasakan efeknya sekalipun mereka meminum satu cangkir penuh kopi. Kepekaan individu terhadap kafein beragam bergantung pada kualitas kesehatan masing-masing, tipe kepribadian seperti introver atau ekstrover, dan berbagai faktor lain.

Efek kafein juga proposional terhadap berat badan. Misalnya, efek satu cangkir kopi pada orang dengan berat badan 45 kg adalah dua kali lipat dari orang dengan berat badan 90 kg. Laju kafein dalam metabolism setiap orang juga sangat berbeda satu sama lain. Pada dosis yang sama, efek kafein terhadap tubuh seseorang akan dirasakan dalam waktu 3 jam sedangkan pada orang lain baru setelah 6 jam.

Lebih jauh lagi, variasi dosin dibutuhkan untuk mendapatkan manfaat kafein yang beragam. Sekali lagi, hal ini tergantung pada kepekaan setiap individu. Jika kepekaan Anda terhadap zat kafein sama seperti kebanyakan orang, 240 ml kopi saring yang mengandung 200 mg kafein adalah dosis kecil atau sedang bagi Anda. Apabila Anda sangat sensitif terhadap kafein, 200 mg mungkin berlebihan bagi Anda. Sulit untuk menentukan dosis kafein untuk semua orang. Itulah mengapa mengetahui dosis kafein yang cocok ke dalam tubuh Anda harus dibarengi dengan mengenal diri sendiri.

Berikut kadar dosis kafein yang perlu Anda ketahui:

  1. Cangkir 180 ml kopi instan: 100 mg
  2. Cangkir 180 ml kopi saring: 150 mg
  3. Cangkir 240 ml kopi saring: 200 mg
  4. Cangkir 180 ml teh hijau: 15 mg
  5. Cangkir 180 ml teh hitam: 50 mg
  6. Cangkir 180 ml cokelat panas: 10 mg

Para Psikolog menjelaskan dinamika ‘naik turun’ efek kafein dengan merujuk pada kurva aktivitas kafein Yerkes-Dodson (lihat gambar kurva di atas). Teorinya adalah efek kafein memiliki batas optimum sehingga mencapai kinerja efisien yang maksimal. Hal penting yang perlu Anda ingat ialah jika Anda meningkatkan dosis kafein yang Anda konsumsi, efek positif kafein akan meningkat hingga titik tertentu. Kemudian efek tersebut akan kembali menurun. Untuk mendapatkan efek positif kafein secara maksimal, Anda bisa mengetahui dosis kafein dengan mengonsumsinya secara bertahap.

Sumber gambar: https://en.wikipedia.org/wiki/Yerkes%E2%80%93Dodson_law

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *