Panduan Seduh Kopi Tubruk

Pengantar

Di balik kesederhanaannya, kopi tubruk mempunyai akar sejarah panjang di dunia perkopian Indonesia. Resep aslinya yang dibawa oleh pedagang Timur Tengah membuat kopi tubruk menjadi kerabat jauh kopi Turki yang melegenda.

Berikut langkah-langkah pembuatan kopi tubruk agar mendapatkan hasil yang nasgitel (panas, legi, kentel).

Alat dan Bahan

Cangkir dan pisin keramik
Sendok teh
Penggiling kopi
Timbangan
Termometer
Stopwatch
8 gram kopi
Gula sesuai selera
150 ml air panas

Langkah 1

Siapkan semua peralatan. Alangkah baiknya jika kopi tubruk disajikan dalam cangkir dan pisin keramik agar suhunya terjaga lebih lama.

Langkah 2

Timbang kopi sebanyak 8-10 gram. Disarankan untuk menimbang kopi lebih banyak 1-2 gram dari yang akan digunakan, karena seringkali berat kopi berkurang setelah digiling.

Langkah 3

Giling kopi. KopiDewa menggunakan Porlex dengan setelan 1-2 klik dari titik 0 untuk mendapatkan tingkat kehalusan maksimal. Sambil menggiling mulailah memanaskan air.

Langkah 4

Tuang kopi yang sudah digiling ke dalam cangkir. Tambahkan gula sekarang karena “haram” hukumnya menambah gula pada kopi yang sudah selesai diseduh. Aduk rata bubuk kopi dengan gula agar karamel gula dan minyak kopi bereaksi ketika proses seduh berlangsung.

Langkah 5

Nyalakan stopwatch lalu tuang air panas (95°C) ke dalam cangkir sebanyak 120 ml. Tuang perlahan agar tidak terlalu banyak terjadi turbulensi di dalam cangkir. Air mendidih membuat kafein larut lebih banyak sehingga kopi menjadi lebih pahit.

Langkah 6

Tutup cangkir dengan pisin lalu tunggu 4 menit selama proses seduh berlangsung. Jangan dulu mengaduk kopi di langkah ini.

Langkah 7

Buka pisin dan hirup aroma kopi yang muncul. Kopi segar akan menghasilkan crema yang tebal. Aduk perlahan untuk melarutkan gula yang tersisa tanpa menghancurkan terlalu banyak crema.

Di balik kesederhanaan cara pembuatannya, kopi tubruk menawarkan rasa unik yang tidak didapat dari cara seduh lain.

Kopi, sebagaimana mahakarya kuliner lainnya, selalu mengandung unsur selera dan subjektivitas. Panduan yang disajikan di sini hanyalah acuan dasar yang tidak bisa lepas dari unsur tersebut. Silakan bereksperimen dengan gramasi biji, kehalusan gilingan, suhu air, waktu seduh, dan banyak variabel lain yang membuat teknik menyeduh kopi menjadi sebuah karya seni. Jangan lupa untuk berbagi resep jagoan Anda di kolom komentar.

6 Komentar

    • Restu Dewa
      Restu Dewa says:

      Ada di kalimat berikutnya om..

      “Tambahkan gula sekarang karena “haram” hukumnya menambah gula pada kopi yang sudah selesai diseduh. Aduk rata bubuk kopi dengan gula agar karamel gula dan minyak kopi bereaksi ketika proses seduh berlangsung.

      Kata saya sih lebih enak kalo gulanya “dimasak” bareng sama kopinya. Kalo gula dimasukin belakangan, ga ada yang namanya Maillard Reaction kata mbah gugel mah..

      • djOnie says:

        Kalau tidak salah om Maillard Reaction itu adalah istilah untuk mengendalikankandungan acid dan gula pada saat roasting kopi. betulkah ?

        • Restu Dewa
          Restu Dewa says:

          Maillard Reaction itu reaksi kimia yang terjadi saat protein dan gula dipanaskan, kang.

          Ga cuma saat menyangrai kopi, saat memasak makanan atau memanggang kue pun Maillard Reaction pasti ada.

  1. djOnie says:

    apa pengaruh turbolensi pada penuangan air pada pembuatan kopi.
    Blooming time apa juga diperlukan ? sepertinya iya ya. agar keluarnya gas dari serbuk kopi tidak menghalangi masuknya air pada pori2 serbuk kopi. sehingga lebih banyak komponen kandungan kopi yang berhasil dilarutkan. thx salam nikmat kopi tubruk…. mari srupuuutttt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *