Laporan Keuangan Kedai Kopi, Untuk Bisnis Kopi yang Berkelanjutan

Ada yang berbeda di ruangan kelas 5758 Coffeelab tanggal 4 Februari 2017 silam. Tidak ada yang mengulik kopi atau alat-alatnya, tetapi semua terlihat sibuk dengan laptop dan Microsoft Excel. Ini memang bukan kelas tentang kopi, melainkan kelas tentang laporan keuangan kedai kopi.

Menjalankan sebuah bisnis kedai kopi, pasti berawal dari kecintaan terhadap kopi. Jatuh cinta dengan rasanya, mempelajari cara menyeduh, mengumpulkan modal, lalu membuka kedai. Dengan pelayanan prima, berbagai menu yang memikat dan skill menyeduh tingkat dewa, kedai kita laris manis. Tapi apakah itu sudah cukup? Apa kita yakin usaha yang kita jalankan menguntungkan? Berapa labanya? Bisakah biaya operasional tertutup? Sejauh mana kedai kopi kita bisa bertahan lalu berkembang?

Pertanyaan-pertanyaan ini yang melatarbelakangi diadakannya kelas laporan keuangan kedai kopi. Karena ternyata kopi bukan sekedar minuman yang bisa kita nikmati. Dari sudut pandang lain, kopi adalah bisnis yang bisa diharapkan sebagai sumber penghasilan. 5758 Coffeelab pun menggandeng Restu Dewa untuk menjadi instruktur di kelas ini. Selain berprofesi sebagai microlot roaster dan coffee blogger, Restu Dewa juga mempunyai pengalaman bertahun-tahun di dunia perpajakan dan keuangan.

Materi yang diajarkan dimulai dari perencanaan modal dan penganggaran. Sebelum mencatat transaksi keuangan harian, peserta dibimbing untuk menghitung harga pokok penjualan berdasarkan biaya yang telah dianggarkan. Baik biaya yang jelas terlihat sampai biaya yang tidak kasat mata. Siklus akuntansi dibahas tuntas sampai ke tahap laporan keuangan. Di tahap ini, kita bisa mengetahui berapa omzet usaha, biaya apa saja yang dikeluarkan, dan tentunya keuntungan (atau rugi) yang didapatkan. Selain itu, laporan keuangan juga berguna untuk memantau anggaran dan arus uang, memproyeksikan kesehatan bisnis, dan sebagai alat presentasi kepada calon investor.

Materi disampaikan dengan cara praktek langsung. Peserta tenggelam dalam belasan sheet Excel sambil sesekali mengajukan pertanyaan. Di sore hari, pembahasan dilanjutkan dengan cara menghitung pajak dan tata cara pengisian SPT Tahunan. Tentunya setiap pemilik modal menginginkan usahanya menaati aturan perpajakan. Karena dengan pajak pembangunan sebuah negara dapat berjalan lancar. Walaupun materi dan pembahasannya agak berat, dengan supply kopi dan snack yang melimpah peserta kelas laporan keuangan kedai kopi tetap segar sepanjang hari.

2 Komentar

  1. mas tho says:

    Asik juga nih…apalagi gabung dg usp comunity (komunitas umkm sahabat pajak). Disana belajar pembukuan sampai jd laporan keuangan dg menggunakan aplikasi gratis dan dijalankan cukup pk hp (akuntansi ukm) dpt diunduh di playstore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *