Manual Brew Basic Class, Bereksperimen dengan Seduh Manual 5758 Coffeelab

Banyak jalan menuju secangkir kopi nikmat. Kalimat ini menjadi pembukaan Kelas Seduh Manual Dasar di 5758 Coffeelab tanggal 9 Maret 2017 silam. Berlangsung selama seharian penuh, kelas ini bertujuan untuk membuka pemahaman para pesertanya akan metode seduh manual.

Rumus awalnya sederhana saja, bubuk kopi + air panas = larutan kopi. Namun banyak faktor lain yang akan mempengaruhi hasil seduhan. Tidak ada aturan baku dalam menyeduh kopi, semua terserah selera kita. Yang perlu diingat dalam metode seduh manual adalah setiap orang bebas bereksperimen dengan berbagai faktor tersebut. Standar kopi enak setiap orang bisa jadi berbeda, karena itulah metode seduh manual muncul dan menjadi populer. Untuk menciptakan berbagai kemungkinan rasa yang tidak terbatas.

Kelas diawali dengan sesi teori yang dibawakan oleh Sandy “Obiet Septian. Berbagai istilah seduh dijelaskan. Mulai dari flow rate, pre wet, sampai blooming. Dilanjutkan juga tentang variabel-variabel seperti rasio kopi terhadap air, kadar mineral air, tingkat kekasaran gilingan, suhu air, dan waktu seduh. Sembari mendengar penjelasan, peserta mencicip bermacam kopi yang diseduh dengan variabel yang berbeda.

Setelah mengenal teori dan rasa, peserta pun mulai praktek menyeduh kopi. 12 orang peserta dibagi menjadi 3 kelompok yang akan mempelajari 3 alat secara bergantian, Hario V60, Kalita Wave, dan Aeropress. Instrukturnya pun 3 orang, Mas Andi Yuwono, Mas Adi Taroepratjeka, dan Obiet. Setiap alat memiliki keunggulan dan sifatnya masing-masing, sehingga metode yang digunakan dan hasil seduhannya pasti berbeda.

Awalnya peserta diajak untuk jujur mengenali dan mencari rasa yang pas di lidah masing-masing. Dengan pasokan biji kopi yang melimpah, berbagai variabel pun bisa dieksplor dengan leluasa. Yang termudah adalah dengan cara membandingkan langsung 2 variabel yang berlawanan. Suhu tinggi vs suhu rendah, gilingan kasar vs gilingan halus, rasio 1: 10 vs 1:15, dan sebagainya. Tak sebatas itu, apapun yang terpikirkan oleh peserta bebas dipraktekan dan diujicoba. Kami pun sempat menyeduh V60 dengan grind size halus, suhu tinggi, rasio 1:10, dan waktu seduh hanya 1 menit. Hasilnya? Ada asam yang baru keluar saat dingin, sedikit rasa manis dilanjutkan dengan pahit yang menempel awet di lidah. Hal yang tetap menjadi teori jika tidak dipraktekkan langsung.

Selain bereksperimen, peserta pun diajak menggunakan logika. Berbagai variabel seduh saling berhubungan antara satu dengan lainnya, juga dengan metode dan alat yang dipakai. Contohnya, Kalita Wave dengan konstruksi flat bottom-nya akan membuat hasil seduhan yang lebih manis dan bold dibanding Hario V60 yang dengan bentuk kerucut. Penyebabnya dibahas dan dibuktikan langsung di kelas ini.

Di akhir kelas seduh manual, tidak lupa Mas Adi memberikan pesan bahwa tidak ada kebenaran mutlak dalam menyeduh kopi. Dengan seduh manual dan  bermacam variabelnya, keingintahuan kita dibangkitkan. Untuk terus mencoba dan berusaha menyeduh kopi yang enak untuk diri kita sendiri. Kopi adalah sesuatu yang menyenangkan dan bukan barang produksi massal yang perlakuannya harus disamaratakan. Pun menyeduh kopi kembali ke preferensi selera masing-masing. Adalah hak kita untuk mengatakan kopi enak atau tidak. Jadi, jangan pernah takut untuk bereksperimen. Tetap percaya diri dan bersenang-senang saat menyeduh.

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *