Serunya Mengenal Serba-Serbi Perkopian di Coffee 101 Training Program

Coffee-101

Setelah tahun kemarin Restu Dewa wara wiri di 5758 Coffeelab, kali ini giliran saya yang menimba ilmu di pusat pendidikan perkopian ini. Tidak tanggung-tanggung, kelas pengenalan kopi ini saya ikuti selama 2 hari. Bertajuk Coffee 101 Training Program, pengetahuan dasar tentang kopi dari A sampai Z dibahas disini.

Hari pertama diawali dengan pembahasan apa itu kopi. Dimulai dari bagian buah dan biji dilanjutkan ke proses panen. Adi Taroepratjeka melanjutkan pembahasan tentang sejarah kopi, dari hikayat Kaldi dan kambing-kambingnya sampai penyebarannya ke seluruh dunia. Sejarah panjang kopi ada di Indonesia pun tak ketinggalan dibahas tuntas. Setelah itu peserta diajak mendalami proses paska panen yang sedikit njelimet tapi tetap dijelaskan dengan santai. Materi yang berupa teori dibawakan dengan ringan dan mudah dimengerti. Pertanyaan-pertanyaan dari peserta pun dijawab dengan lancar oleh Mas Adi.

Bahasan yang menarik adalah tentang kopi Arabika dan Robusta. Setelah mendapat penjelasan tentang perbedaan antara kedua kopi tersebut, peserta pun mencicip dan membandingkan langsung rasanya setelah diseduh. Dilanjutkan dengan pertanyaan, mana yang lebih enak? Tentu saja tergantung preferensi rasa masing-masing.

Setelah makan siang keceriaan pun berlanjut. Kali ini peserta melakukan praktek uji citarasa atau cupping dengan protokol standar SCAA. Dibekali selembar cupping form, peserta menilai 3 sampel kopi dari 3 daerah berbeda di Indonesia. Seru juga berlatih menjadi Q Grader dan belajar jujur menilai suatu rasa. Dan hari pertama diakhiri dengan keceriaan dan rasa penasaran yang bertambah.

Di hari kedua Coffee 101, kelas diadakan di bar. Kali ini karena peserta akan berkenalan dengan espresso, kopinya orang Italia. Dari sejarah dan perkembangan mesin espresso dari masa ke masa, peserta diajak mencicipi espresso dengan berbagai tingkat ekstraksi dan merasakan perbedaannya. Jika membahas espresso, tentunya tidak bisa lepas dari minuman-minuman turunannya. Penambahan air panas atau susu membuat espresso berubah menjadi berbagai minuman lezat seperti Americano, Long Black, Cafe Latte, atau Cappuccino. Memanaskan susu pun ternyata ada tekniknya. Peserta diajak mencicipi susu dengan berbagai tingkat pemanasan.

Karena ada peserta yang lactose intolerance, Mas Adi memberi bonus minuman cappuccino tanpa susu. Santan kelapa dipilih sebagai pengganti susu sapi. Saya tidak menyangka kalau ternyata santan pun bisa di-steam. Rasanya? Unik dan layak dicoba oleh penikmat kopi yang tidak cocok dengan susu sapi atau juga yang vegetarian.

Setelah membahas kopi hasil seduhan mesin, giliran kopi seduhan tangan yang dibahas. Apa itu manual brew, alat-alat yang dipakai, sampai variabel seduh seperti kadar mineral dalam air, suhu air dan tingkat kekasaran gilingan yang akan mempengaruhi hasil seduhan manual. Dengan mencicipi langsung, peserta diajak memahami, variabel apa yang harus diubah untuk mendapatkan hasil seduhan yang diinginkan. Di sesi ini, pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir dari peserta. Memang, metode seduh manual yang sedang populer di indonesia ini yang paling memancing rasa penasaran dari para peserta.

Di akhir kelas Coffee 101, Mas Adi membagikan tips-tips dan wejangan untuk menyeduh kopi sendiri di rumah. Selalu percaya dengan lidah kita, enak dan tidak enak itu preferensi. Pilih kopi dan jadikan dia kopi terenak menurut selera kita sendiri.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *