Barista Hospitality, Karena Rasa Saja Tak Pernah Cukup

Apakah hanya keahlian dan pengetahuan meracik kopi yang dibutuhkan seorang barista? Apa yang akan membuat seorang konsumen loyal dan akhirnya datang lagi? Pertanyaan itulah yang diajukan Mirza Luqman di awal kelas Barista Hospitality yang diadakan di 5758 Coffeelab, 27 Agustus silam.

Kang Mirza menjelaskan bahwa dalam bidang industri makanan dan minuman, bukan hanya rasa yang dinilai tapi juga pelayanan. Percuma jika seorang barista hanya dapat menyeduh kopi enak tapi tidak ditunjang oleh kemampuan komunikasi yang baik serta pelayanan yang tulus.

Ditambah pada masa ini, peran barista tidak terbatas sebagai penyeduh kopi saja. Seorang barista diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pelanggan. Untuk memahami hal tersebut, tentunya kita harus dapat melihat sesuatu dari sudut pandang pelanggan. Juga pentingnya memanfaatkan feedback sebagai evaluasi pelayanan di masa depan.

Bukan cuma teori yang disampaikan di kelas ini. Peserta pelatihan pun diberi tugas praktek membuat simulasi kedai kopi. Lengkap dari konsep tempat, logo, hingga daftar menu yang akan disajikan. Tentu saja semua berpatokan pada pelayanan prima yang diberikan pada pelanggan. Semua peserta tampak bersemangat mempraktekkan ilmu yang baru saja didapat.

Di akhir kelas, Kang Mirza memberikan wejangan wajib penunjang barista hospitality. Body language, be humble, and brew the best. Sebuah wejangan yang pastinya bisa digunakan di mana saja, tidak terbatas dunia barista.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *