Blind Bottle, Kedai dan Penyangrai Kebanggaan Kota Udang

Geliat dunia perkopian tampaknya sudah merata di seluruh Indonesia. Cirebon pun seakan tidak mau ketinggalan. Kehadiran Blind Bottle membuat Kota Udang memiliki penyeduh dan penyangrai kopi kebanggaan dengan segudang prestasi.

Adalah Abah Iduy, orang besar yang bertanggung jawab di balik cerita sukses Blind Bottle. Kecintaannya terhadap kopi yang membuatnya terus semangat mempelajari dan mengeksplorasi dunia hitam perkopian. Setelah hatam dengan ilmu seduh menyeduh, Abah pun berhasil “naik level” dengan menjadi seorang roaster.

Berbekal mesin W600i yang sama-sama buah karya anak negeri, hasil sangrai Blind Bottle sudah berjaya di pasaran. Setelah dua bulan mempelajari teknik memasak kopi, banyak yang telah jatuh cinta dengan nama Blind Bottle. Penamaan yang unik seperti Toraja Piranha atau Oray Tapa mungkin tidak bisa disamai roastery lain yang cenderung lebih serius.

Berlokasi di Komplek Ruko Harjamulia Indah di Jalan Brigjen Dharsono Cirebon, papan nama Blind Bottle mentereng saat siang dan menyala terang di gelapnya malam. Lantai satunya merupakan homebase pendukung Arsenal regional Cirebon, sedangkan Blind Bottle terletak di lantai dua.

Cuaca Cirebon yang lumayan panas tak begitu terasa di ruangan yang dipenuhi banyak pendingin ruangan. Segelas cascara dingin akan membawa kita berimajinasi jauh ke awang-awang.

Keseriusan Blind Bottle dalam mengenalkan dan mengedukasi kopi terbukti dengan banyaknya event yang diadakan. Selain lomba seduh kopi hasil kolaborasi dengan Coffeelieur, Blind Bottle pun bekerjasama dengan KopiDewa dan Dreiwinkel dalam mengadakan workshop bertajuk “Kenali Kopi, Kenali Negeri” yang akan diadakan tanggal 2 Juni nanti.

Kerja keras ini tentunya tidak lepas dari tangan dingin Abah Iduy yang selalu penuh semangat dalam berkarya. Walau terkadang obrolannya terkesan penuh canda, tapi ide-ide segar terus bermunculan. Sukses terus bagi Abah dan Blind Bottle!

Share
Restu Dewa

Penggemar hampir segala macam minuman kopi dari kopi luwak dan manual brew ala café sampai kapucino cincau pinggir jalan. Mengisi waktu luangnya dengan membuat desain dan tulisan, belajar fotografi, serta bermain musik.

3 Comments

  1. Rizal D Reply

    Apa itu orang “Besar” yang bertanggung jawab ?? ??

    Mungkin hatinya yang “Besar”

    Hampura abah??

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *