Bermacam Varietas Arabika

Saat membahas jenis kopi, persepsi orang akan langsung merujuk pada kopi robusta dan kopi arabika. Padahal terdapat lebih dari 120 spesies kopi yang telah diketahui. Namun memang hanya beberapa spesies saja yang mempunyai rasa nikmat dan mempunyai nilai komersial.

Robusta, dengan nama Latin Coffea canephora, sering dianggap sebagai kopi kelas dua karena harganya murah dan rasanya kurang enak. Padahal arabika adalah “anak” dari perkawinan alami antara robusta dengan Coffea eugenioides. Spesies baru hasil persilangan ini mulai menyebar dan Ethiopia dipercaya sebagai tempat kelahirannya.

Arabika pun menjadi spesies yang paling banyak ditanam. Seiring waktu, bermunculan pula banyak varietas baru dari arabika, baik yang terjadi karena persilangan antar spesies maupun mutasi genetis. Di antara puluhan varietas yang ada, berikut adalah 9 varietas arabika yang paling dikenal orang:

  1. Typica
    Dipercaya sebagai varietas induk di mana semua varietas lain berasal dari sini. Dibawa dari Ethiopia oleh Belanda untuk keperluan komersial kemudian sampai ke Indonesia dan banyak negara tropis lainnya. Buahnya merah dan manis ketika matang namun hasil panennya terbilang sedikit dibandingkan varietas lain. Karena banyak ditanam di seluruh dunia, varietas Typica mempunyai banyak varietal seperti criollo (Amerika Selatan), kona (Hawaii), blue mountain (Jamaica), dan garundang (Sumatera).
  2. Bourbon
    Sekitar tahun 1708, Prancis menanam bibit Typica pemberian Belanda di pulau Réunion (dulu bernama pulau Bourbon). Karena kondisi alam, terjadi mutasi genetis dan menghasilkan buah dengan warna merah, kuning, hingga oranye. Hasil panennya pun meningkat 30% dengan rasa yang lebih manis. Tahun 1800an, Bourbon mulai disebarkan ke Brazil dan daerah Amerika Latin lainnya.
  3. Mundo Novo
    Ditemukan di daerah Mundo Novo, Brazil sekitar tahun 40an. Varietas ini adalah persilangan alami antara Typica dengan Bourbon. Banyak dibudidayakan karena memiliki hasil panen yang tinggi, tahan serangan hama, dan daerah tanam terbilang rendah 1000-1200 mdpl.
  4. Caturra
    Caturra adalah cultivar yang dikembangkan oleh Instituto Agronomico of Campinas (IAC) Brazil pada tahun 1937. Merupakan mutasi Red Bourbon yang direkayasa agar memiliki hasil panen tinggi dengan ukuran pohon yang kecil. Kuantitas panen berkurang di daerah tanam tinggi, namun kualitasnya meningkat.
  5. S-line / Linie-S
    S-line (Selection Line / Bibit Unggul) adalah kopi yang dikembangkan di India untuk mencari bibit kopi tahan hama karat daun. Merupakan varietas yang paling banyak ditanam di daerah Asia Pasifik terutama India dan Indonesia. Hampir seluruh petani kopi Indonesia menanam S795 yang merupakan penerus bibit S288.
  6. Maragogype
    Salah satu varietas yang palig mudah dikenali, Maragogype adalah mutasi Typica yang ditemukan di Brazil. Mudah dikenali dan banyak dicari karena ukuran bijinya yang terbilang besar dibanding varietas lain. Pohonnya pun lebih tinggi diantara arabika, namun dengan hasil panen yang cukup rendah.
  7. Timor / Arabusta
    Timor adalah persilangan antara kopi arabika dengan robusta yang dikembangkan di pulau Timor pada tahun 1940. Banyak ditanam karena tahan hama seperti robusta namun dengan rasa menyerupai arabika. Di Indonesia sendiri, varietas ini lebih dikenal dengan nama Timtim sedangkan di Afrika disebut dengan nama Arabusta.
  8. Catimor
    Persilangan antara Caturra dengan Timor yang dikembangkan di Portugal pada tahun 1959. Di Indonesia Catimor banyak ditanam di daerah Sumatera terutama provinsi Aceh sehingga banyak petani menyebutnya dengan nama Ateng (Aceh Tengah).
  9. Gesha
    Mungkin Gesha adalah varietas paling misterius dari semua varietas arabika yang ada. Entah untuk strategi pemasaran atau hal lain, sedikit sekali sumber di internet yang membahas asal muasal kopi termahal di dunia ini. Buahnya lebih besar daripada Typica dan konon katanya hanya berhasil ditanam di daerah Panama.

2 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *