Serba-serbi Caffe Latte

Serba-serbi Caffe Latte - Sumber Pixabay

Serba-serbi Caffe Latte
Kopi telah menjadi minuman populer di dunia. Hampir setiap orang pasti pernah mencoba kopi. Hanya bedanya ada yang menyukai kopi yang kuat dan ada yang menyukai kopi dengan rasa lembut. Beberapa ada yang menyukai kopi hitam, dan tidak sedikit juga yang lebih suka kopi dicampur dengan susu. Bicara soal varian espresso based yang dicampur susu, salah satu yang paling populer adalah caffe latte. Caffe latte terlahir untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak bisa minum kopi terlalu kuat.

Merunut sejarahnya, caffe latte tidak berasal dari Italia tempat terciptanya espresso. Resep caffe latte dipopulerkan di Amerika Serikat pada awal abad ke-19. Latte sendiri berasal dari Bahasa Italia yang artinya susu. Jadi jika Anda memesan latte di kafe-kafe Italia, Anda akan disodorkan segelas susu. Jika ingin memesan kopi susu, Anda harus menyebut dengan lengkap, caffe latte.

Walaupun banyak minuman yang berbahan dasar kopi dan susu, tentunya ada ciri khas yang dimiliki oleh caffe latte. Tidak seperti kopi susu lainnya, caffe latte mempunyai perbedaan yang cukup jelas.

Jadi apa sih, caffe latte itu? Berbeda dengan caffe macchiato dan latte macchiato, caffe latte adalah paduan espresso, susu yang telah di-steam, dan foam susu dengan perbandingan 1:3. Takaran espresso yang digunakan adalah double shot, yaitu sekitar 60 mL ditambah susu sebanyak 180 mL. Sehingga volume totalnya adalah 240 mL dan mempunyai lapisan foam susu setebal 1 cm. Dengan kreativitas barista, foam susu ini biasa dihias dengan latte art.

Sekilas caffe latte sangat mirip dengan cappuccino. Namun lapisan foam susu cappuccino biasanya sangat tebal. Cappuccino memliki rasa kopi yang lebih kuat sedangkan caffe latte lebih lembut dan milky.

Susu yang di-steam untuk pembuatan caffe latte harus menghasilkan tekstur foam yang lembut dengan struktur busa mikro atau microfoam. Yang tak kalah pentingnya adalah susu dan buih harus berada dalam satu kesatuan, terlihat seimbang dan merata. Untuk medapatkan hal tersebut diperlukan teknik steaming dan frothing yang sempurna. Susu dipanaskan dengan uap air tidak boleh melebihi suhu 70°C. Jika susunya terlalu panas akan menyebabkan hilangnya rasa manis dan kandungan gizi susunya rusak. Susu yang terlalu panas menyebabkan rasa kopi menjadi hambar dan bisa saja merusak sensor syaraf yang terletak pada lidah.

Seperti telah dijelaskan di atas, latte art adalah salah satu peran penting dalam serba-serbi caffe latte. Latte art adalah seni melukis di atas busa susu. Teknik menghias yang kian populer belakangan ini seiring dengan semakin meningkatnya kemampuan para barista. Walaupun sebenarnya kehadiran latte art ini tidak menambah rasa tertentu pada caffe latte tapi sebuah gambar yang menarik membuat tampilan minuman makin menarik dan menggugah selera.

Serba-serbi caffe latte selanjutnya adalah penggunaan susu. Tidak ada batasan atas susu yang digunakan untuk membuat caffe latte. Yang paling banyak digunakan memang susu murni segar, tapi banyak juga yang memakai susu kedelai (soy milk), susu kental manis, hingga santan kelapa (coconut milk). Dengan penggunaan susu yang berbeda, tentunya akan menghasilkan tekstur dan rasa minuman yang berbeda. Tertarik mencobanya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *