Sejarah Tanaman Kopi di Dunia Dari Ethiopia Sampai Eropa

Sejarah Tanaman Kopi di Dunia Dari Ethiopia Sampai Eropa - sumber Pixabay

Sejarah Tanaman Kopi Dunia – Dari Ethiopia Sampai Eropa
Menurut catatan sejarah, manusia mengenal tanaman kopi dari sebuah negeri di benua Afrika yang bernama Ethiopia. Di tempat tersebut kopi tumbuh secara pesat nan liar berdampingan dengan kacang-kacangan. Dalam sejarahnya kopi ditemukan oleh seorang penggembala kambing yang keheranan melihat kambing-kambingnya tetap prima usai memakan sebuah bebijian yang mirip dengan biji buah berry. Namun memang masih menjadi perdebatan asal muasal pastinya.

Kalau ditarik garis amannya, dari catatan sejarah yang banyak menerbitkan tentang sejarah tanaman kopi di dunia, maka perkembangan kopi di mulai pada akhir abad ke-19 di Negara Yaman.

Kopi sejatinya berasal dari Bahasa Arab yaitu qahwah yang berarti kekuatan. Begitu seseorang mengonsumsi biji kopi mengalirlah energi ke dalam tubuh. Kata qahwah bertransformasi menjadi kata kahveh berasal dari Bahasa Turki yang mempunyai makna sama dengan qahwah. Ketika kopi sampai ke tangan Belanda, kata kahveh berubah menjadi koffie. Begitu masuk ke Nusantara, orang pribumi kesulitan melafalkan kata koffie sehingga mereka menyebutnya kopi.

Perkembangan kopi memang berawal dari benua Afrika, namun Negeri Timur Tengahlah yang memopulerkannya. Arab memang dikenal sebagai penyebar minuman kopi ke seluruh penjuru dunia. Ini dikarenakan perkembangan agama Islam semakin meluas sehingga minuman kopi pun ikut tenar. Banyak kedai kopi yang bermunculan di sekitar Mekkah yang diikuti oleh seluruh penjuru dunia. Budaya minum kopi pun semakin mendunia.

Di periode 1500-an, Kairo, Damaskus, dan juga Istanbul menjadi pusat budaya minum kopi. Penikmat kopi di kedai-kedai kopi kebanyakan pria dari berbagai kalangan. Wanita saat itu hanya menikmati kopi di rumah-rumah dan di tempat-tempat pribadi saja. Kopi di beberapa tempat disajikan dalam cangkir-cangkir mewah buatan Tiongkok dan dipadukan dengan piring perak besutan Meksiko. Gula-gula yang dicampurkan ke minuman kopi didatangkan langsung dari Karibia. Semua itu akan lebih sempurna dengan dihadirkannya tembakau dari Amerika. Dengan segala perpaduan tersebut, terbentuklah semacam gaya hidup mewah kelas atas yang menjadi simbol bagi penguasa ekonomi dunia yang tengah naik daun.

Sejarah kopi di dunia juga menyebar hingga ke Eropa Utara dengan Belanda menjadi pemimpin pasar utamanya. Semua berkat daerah jajahan Belanda di Indonesia yang memiliki tanah subur dan cocok untuk pembudidayaan kopi. Produsen kopi dunia yang awalnya di Yaman bergerak perlahan dikuasai oleh Belanda.

Semakin banyak kopi yang dipanen, makin banyak juga pekerja yang dibutuhkan. Terjadilah perbudakan secara paksa. Hingga puncaknya terjadi impor jutaan budak dari Afrika ke berbagai penjuru guna memenuhi kebutuhan akan kopi. Kopi pun menjadi identik dengan perbudakan. Dengan sejarah panjang yang dilaluinya, kopi lantas menjelma menjadi komoditi pasar yang banyak dicari manusia seantero bumi. Bahkan hingga detik ini, banyak manusia yang menjadikan kopi sebagai kawan senggang maupun untuk meningkatkan produktivitas.

Dalam sejarah tanaman kopi di dunia, ada dua jenis kopi yang paling kondang seantero jagad. Yaitu jenis arabika dan robusta. Sebagian besar minuman kopi di dunia dibuat dengan bahan dasar dua jenis biji ini. Biji kopi Arabika berasal dari Ethiopia sedangkan biji kopi Robusta berasal dari Kongo. Keduanya sama-sama berasal dari benua Afrika. Kedua jenis kopi ini memiliki keunggulan masing-masing. Bagi orang yang membutuhkan kafein lebih tinggi dengan rasa lebih pahit akan memilih robusta. Sedangkan bagi orang yang menyukai kopi berkafein rendah dengan rasa asam akan memilih kopi rrabika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *