Sejarah Perkembangan Kopi di Dunia Dari Afrika ke Amerika - sumber Pixabay

Sejarah Perkembangan Kopi Dunia – Dari Afrika ke Amerika

Kisah kopi bermula dari seorang penggembala yang tak sengaja mengamati kambing-kambing peliharaannya yang tetap bertenaga meski sore telah menjelang usai memakan sejenis buah berry. Penggembala yang dalam sejarah perkembangan kopi dunia tercatat bernama Khaldi ini merupakan seorang yang berasal Abyssinia. Ia lantas mencoba memakan biji tersebut dengan cara memasaknya terlebih dahulu.

Dari penemuan Khaldi inilah, kopi lantas menyebar di daratan Afrika. Afrika memang tercatat dalam sejarah sebagai benua tempat kopi berasal. Sekitar tahun 800 SM, bangsa Ethiopia menanam biji kopi di dataran tinggi. Mereka mencampurnya dengan lemak hewan serta anggur yang sangat berguna dalam meningkatkan energi dan kebutuhan protein tubuh.

Dari penemuan ini, kopi lantas turut menyebar hingga ke jazirah Arab. Arab menjadi negara urutan kedua dalam sejarah perkembangan kopi dunia. Banyak umat muslim yang menikmati kopi sebagai penambah energi di kala beribadah malam hari. Maka tak heran banyak terdengar kisah ulama-ulama yang hafal kitab suci Al-Qur’an dengan cepat karena seringnya beribadah pada malam hari.

Seiring dengan berkembang Islam pada masa itu, kopi pun turut menyebar hingga ke penjuru Afrika Utara, daratan Mediterania, dan juga menyapa India. Arab memang membawa peranan penting dalam penyebaran kopi ke penjuru dunia. Namun Arab selalu mengekspor biji kopi yang sudah mati dengan cara dimasak kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Pembudidayaan kopi di Arab tidak berjalan lancar. Hingga memasuki tahun 1600, barulah ada seorang peziarah dari India bernama Baba Budan yang telah berhasil menyelundupkan biji kopi segar keluar dari daerah Mekkah. Kemudian Baba Budan membudidayakannya di Ceylon (Srilangka).

Dengan berhasil ditemukannya cara pembudidayaan yang baik dari biji kopi yang subur tersebut, maka penyebaran kopi pun semakin meluas. Di luar pembudidayaan tersebut, ternyata Turki telah banyak mengkonsumsi kopi sejak tahun 1450. Bahkan di Turki telah berdiri sebuah kedai kopi tertua bernama Kiva Han yang buka sejak tahun 1475. Dari tangan orang-orang Turki inilah, biji kopi memasuki daratan Eropa dibawa oleh seorang saudagar dari Venesia. Hal tersebut terjadi sekitar tahun 1615.

Karena kebutuhan yang semakin menggila, Belanda terobsesi membudidayakan kopi. Sejak tahun 1616 hingga ke tahun-tahun berikutnya kopi telah banyak beredar di Belanda. Hingga pada tahun 1696 biji kopi pertama kali menyapa negeri Indonesia. Seperti kita ketahui bersama, bahwa pada masa itu Belanda masih menjajah Indonesia. Hingga para petinggi-petinggi Belanda yang memperkenalkan kopi kepada Indonesia. Sejak masa tersebut tanaman kopi mulai ditanam besar-besaran di Pulau Jawa. Hasil panennya pun kelak menjadi salah satu kopi terbaik dunia.

Belanda tidak hanya menebarkan bibit kopinya ke Indonesia saja. Perancis yang saat itu diperintah oleh Louis XIV menerima hadiah pohon kopi dari Belanda pada tahun 1714. Di tahun itu pulalah Gabriel Mathieu di Clieu, seorang angkatan laut mencuri tanaman kopi yang berada di Botanical Garden Royal Paris kemudian membawanya ke daerah Martinique. Tak disangka aksinya itu justru membawa berkah yang baik bagi perkembangan budidaya kopi. Budidaya kopi di daerah tersebut berkembang cukup baik dengan menghasilkan kurang lebih 18 juta pohon kopi dengan beragam varietas unggulan. Kelak bibit ini akan ditanam di daerah Amerika Selatan dan berkembang menjadi puluhan varietas unggul.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *