Sejarah Penyebaran budi daya Kopi di Dunia - sumber pixabay

Sejarah Penyebaran Budidaya Kopi Dunia

Sejarah Penyebaran Budidaya Kopi Dunia
Siapa yang tidak mengenal kopi? Minuman dengan aroma khas ini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Mulai dari Afrika hingga Australia. Hampir di seluruh pelosok dunia mengenal kopi. Banyak pula yang jatuh cinta padanya. Aroma dan khasiatnya telah banyak dikenal orang sejak dulu. Konon kabarnya umat Muslim di Arab sana menggunakan kopi untuk menahan kantuk di tengah malam saat mengkaji ilmu agama.

Kopi memang banyak dicintai oleh berbagai kalangan manusia. Mulai dari rakyat jelata hingga kalangan atas. Minuman ini memang lintas generasi. Tak lekang oleh waktu. Bahkan kini telah menjamur berbagai macam model kafe yang menyajikan kopi sebagai komoditas utamanya.

Sejarah penyebaran budidaya kopi di dunia dimulai dari benua Afrika, tepatnya di Ethiopia. Catatan sejarah menyatakan bahwa kopi pertama kali dikenal manusia sekitar 3000 tahun yang lalu. Orang-orang Ethiopia menanamnya di dataran tinggi. Penyebarannya meluas hingga ke Arab pada periode 700-1000 Masehi, ketika Bangsa Arab mengembangkan area perdagangannya. Di sana penyebaran kopi meluas seiring dengan penyebaran Islam.

Pada 1000 Masehi, seorang ilmuwan Islam dalam kategori kesehatan yaitu Ibnu Sina telah meneliti kopi yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Makalah penelitian kopi ini menjadi dokumen pertama tentang kopi yang diterbitkan oleh manusia. Kita akan urutkan sesuai kronologi waktu sejarah penyebaran budidaya kopi dunia.

  1.  Afrika
    Seperti yang telah diuraikan di atas, sejarah kopi di dunia berawal dari benua ini. Orang Ethiopialah yang pertama kali melakukannya. Seorang penggembala yang tak sengaja mengamati kambing-kambing peliharaannya yang tetap prima meski matahari terbenam usai memakan sejenis buah peri. Ia lantas mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan tersebut lantas terus berulang hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru Afrika. Cara pengolahan hingga dikonsumsi seperti sekarang sayangnya tidak tercatat sejarah.
  2. Arab
    Bangsa Arab memang mempunyai peradaban yang jauh lebih maju ketimbang Afrika. Di sinilah metode pengambilan sari biji kopi dimulai. Pembuatan minuman kopi di sini sedikit jauh lebih baik ketimbang di tempat asalnya. Banyak umat Muslim yang mengkonsumsinya untuk menambah energi agar terjaga di malam hari.
    Seiring dengan penyebaran agama Islam yang semakin meluas, kopi pun turut terkena imbasnya. Bersamaan dengan itu, orang-orang Arab membawanya ke Afrika utara, kawasan Mediterania hingga mencapai India. Saat itu belum ada cara yang baik dalam membudidayakan biji kopi. Bangsa Arab mengekspor biji kopi yang setengah subur dengan dimasak dan dikeringkan terlebih dahulu. Hal ini disengaja agar budidaya kopi tidak menyebar. Namun seorang India yang bernama Baba Budan akhirnya berhasil mebawa biji kopi tersebut keluar dari Mekkah. Ia pun juga berhasil menumbuhkannya di luar Jazirah Arab.
  3. Eropa
    Dengan berkembangnya budidaya kopi di luar Arab, kopi pun mulai memasuki daratan Eropa. Sejarah mencatat bahwa pada 1615 atau 15 tahun sejak Baba Budan berhasil membudidayakan kopi di luar Arab, kopi dibawa oleh saudagar Venesia ke Eropa. Biji kopi tersebut ia dapatkan dari Turki. Yang lantas bangsa Eropa pun mulai membudidayakannya sendiri.
    Belanda adalah salah satu negara yang berhasil membudidayakan kopi dengan baik. Hingga akhirnya dari tangan Belanda inilah, kopi tersebut menyentuh tangan-tangan orang Indonesia. Yang akhirnya dibudidayakan besar-besaran di Pulau Jawa.
kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *