Sejarah Kopi Priangan 7- Serangan Hemileia Vastratix

Membaca Sejarah Kopi Priangan (7) Serangan Hemileia Vastratix

Sejarah Kopi Priangan Bagian 7
Sejarah kopi Priangan beranjak dari era Cultuur Stelsel ke masa perkembangan Undang-undang Agraria. Sistem Tanam Paksa yang telah berjalan selama puluhan tahun tersebut menyengsarakan rakyat. Apakah dengan adanya UU Agraria nasib petani kopi pribumi berubah? Menurut catatan sejarah, sedikit ada perbaikan. Namun selama masih dalam penjajahan, rakyat tentu saja tetap menderita.

Sejak tahun 1871, pihak swasta datang bukan hanya dari negeri Belanda tapi juga dari Timur Asing, Negara-negera Eropa, dan Amerika berbondong-bondong mendirikan perkebunan tanaman ekspor seperti kopi dan nila di Priangan. Sedikit demi sedikit peran Pemerintah Belanda tergeser. Perusahaan swasta punya andil lebih besar. Kondisi ini agaknya hanya terlihat sebagai peralihan kekuasaan dari pihak pemerintah ke swasta. Rakyat sendiri seperti sapi yang dicocok hidungnya.

Tanah Priangan yang secara geografis bergunung-gunung, sungai dan mata air bersih, dan kesuburan tanah maksimal mampu menumbuhkan tanaman kopi berkualitas tinggi. Alam Priangan dimanfaatkan pemerintahan kolonial begitu rupa akhirnya memberontak. Pada 1876 terjadi kegegeran besar di perkebunan kopi seluruh Priangan dan Pulau Sumatera. Penyebabnya yakni terjadi serangan wabah penyakit karat daun (Hemileia vastratix) yang melanda kawasan perkebunan kopi. Perkebunan kopi Priangan yang terus berkembang dan berumur ratusan tahun, salah satu perkebunan kopi tertua itu harus menerima kenyataan tersebut.

Wabah penyakit Hemileia vastratix, ini bukan hanya menyerang kawasan perkebunan kopi di Priangan saja melainkan menyerang perkebunan kopi yang ada di Ceylon. Kondisi ini dapat dimengerti karena bagaimanapun bibit kopi yang menyebar di Priangan maupun di Sumatera berasal dari perkebunan kopi di Ceylon (Srilangka).

Hemileia vastatrix adalah cendawan anggota ordo Pucciniales yang menyebabkan penyakit karat daun kopi. Kopi arabika merupakan inang wajib Hemileia vastatrix. Cendawan ini berasal dari tempat asal kopi arabika yaitu Afrika Timur. Hama ini begitu berbahaya karena mengundang cendawan lain seperti Verticillium haemiliae dan Verticillium psalliotae.

Hama karat daun menyerang perkebunan kopi di Pulau Jawa dan Sumatera terutama yang ditanam di ketinggian kurang dari 1000 mdpl. Rupanya kelemahan kopi arabika ini luput dari penelitian botani Pemerintah Belanda. Sehingga ketika Hemileia vastratix mewabahi perkebunan Kopi Arabika, pihak Belanda hampir tidak bisa berbuat apa-apa. Wabah ini membawa sejarah kopi Priangan pada masa kegelapan.

Produksi kopi menurun tajam sementara permintaan kopi dari Pulau Jawa dan Sumatera tetap banyak. Balai lelang kopi Amsterdam terguncang. Negara-negara lain mengincar posisi dominasi pasar kopi dunia.

Tanaman kopi arabika yang bertahan di pulau Jawa hanya di dataran tinggi Ijen Jawa Timur, Tanah Tinggi Toraja Sulawesi Selatan, lereng bagian atas Bukit Barisan Sumatera tepatnya di Mandhailing, Lintong dan Sidikalang di Sumatera Utara, dan dataran tinggi Gayo di Aceh. Tentu saja produksi tanaman kopi di daerah-daerah tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar kopi dunia.

Sebagai usaha untuk terus mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar kopi dunia, Belanda mendatangkan kopi dari negara Liberia (Coffea liberica) ke pulau Jawa. Usaha ini menemui kegagalan karena ternyata kopi liberika juga sangat rentan terhadap hama karat daun. Selain itu, kopi jenis ini kurang diterima pasaran karena rasanya terlalu asam.

Tak putus asa, Pemerintah Belanda mendatangkan bibit kopi robusta dari Kongo. Usaha kali ini berhasil. Kopi robusta mampu bertahan dari serangan hama karat daun. Kelebihan lainnya, kopi jenis ini lebih mudah cara pemeliharaannya. Secara rasa memang berbeda dari kopi arabika, namun pasar masih bisa menerimanya.

Awal abad ke-20 menjadi era baru bagi sejarah kopi Priangan dengan berkembangnya kopi robusta menggantikan kopi arabika. Selain itu, pihak kolonial mencoba mengembangkan tanaman teh di Priangan. Lahan-lahan perkebunan kopi sebagian dialihkan ke perkebunan teh. Mereka melihat perkebunan teh bisa populer seperti halnya kopi kalau ditanam di kawasan Priangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *