Sejarah Kopi Priangan 3 – Ketika Daendels Hadir di Nusantara

Sejarah Kopi Priangan Daendels- sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Preangerstelsel

Sejarah Kopi Priangan Bagian 3
Pada 1711 kopi Priangan berhasil memecahkan rekor penjualan kopi di balai lelang Belanda yaitu di Amsterdam. Kopi Priangan berhasil menjadi kopi termahal dan diklaim sebagai salah satu jenis kopi yang berkualitas. Sejak itulah kopi Priangan berhasil muncul ke pentas kopi dunia. Tentu saja hal ini membuat VOC lebih gencar menanam kopi di kawasan Priangan. Karena kawasan Priangan berada di Pulau Jawa, maka kopi dari Priangan sangat populer di dunia dengan nama Java Coffee.

Sekitar tahun 1726, kopi-kopi dari kawasan Priangan berhasil mendominasi pasar kopi di benua Eropa menggeser kopi dari kawasan Mocha, Yaman. Cita-cita Belanda mengalahkan dominasi saudagar Arab yang mempunyai balai lelang di Yaman tercapai. Kopi Priangan yang beredar di Amsterdam mendekati volume 90% dari total perdagangan kopi saat itu. Cita rasa khas dan kualitas kopi Priangan dari kebanyakan jenis-jenis kopi lainnya membuatnya jadi primadona.

Ketika Daendels Hadir di Nusantara
Membaca sejarah kopi Priangan tak akan bisa lepas dengan sosok Herman Willem Daendels yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal pada 1808 hingga 1811 di Nusantara. Wilayah bekas kekuasaan VOC itu dibentuk menjadi pemerintahan baru dengan nama Hindia-Belanda. Saat itu Belanda dikuasai oleh Perancis sebagai pemenang Perang Napoleon di Eropa.

Herman Willem Daendels - sumber Wikipedia
Herman Willem Daendels – sumber Wikipedia

Di masa Daendels, produksi kopi pun masuk perhatiannya. Dia melakukan segala reformasi dengan cara yang lebih baru dan cepat. Kawasan Priangan dibagi wilayah-wilayahnya, seperti wilayah penghasil kopi dan bukan penghasil kopi. Wilayah penghasil kopi yaitu Kabupaten Sumedang, Bandung, Cianjur, dan Parakamuncang. Sedangkan wilayah bukan penghasil kopi yaitu Limbangan, Sukapura, dan Galuh.

Sumbangsih Daendels paling legendaris adalah pembangunan Jalan Raya Pos dari Anyer sampai Panarukan. Jalan tersebut menghidupkan dan mempercepat arus distribusi kopi ketika dibawa ke gudang pemerintah. Jalan Raya Pos ini melewati Bandung, Sumedang, dan Cianjur sebagai wilayah penghasil kopi utama Priangan.

Sebelum ada Jalan Raya Pos, pengiriman kopi membutuhkan waktu yang lama. Tidak jarang biji-biji kopi mengalami kerusakan disebabkan penanganan yang kurang tepat. Dengan adanya Jalan Raya Pos pengiriman kopi lebih cepat. Para pemikul kopi lebih mudah mengirim kopi. Moda transportasi kereta kuda berkembang.

Inovasi lain dari Daendels yaitu mengangkat Inspektur Jenderal Tanaman Kopi yaitu Winckleman. Ia bertugas sebagai pengatur seluruh perkebunan kopi, mencatat jumlah tanaman kopi di berbagai wilayah, hingga melakukan penyetoran kopi ke gudang-gudang pemerintah di seluruh Pulau Jawa. Tentu saja Winckleman tidak bekerja sendirian namun dibantu oleh asisten-asisten per wilayah.

Menurunnya Produksi Kopi Priangan
Sayangnya, meski Daendels membuat inovasi-inovasi menyangkut tanaman kopi, pada masanya justru produksi kopi menurun. Kesalahan Daendels adalah menurunkan derajat para Bupati Priangan. Para Bupati tidak lagi dianggap sebagai penguasa wilayah namun setara dengan pegawai pemerintahan saja. Meski mendapat gaji tetap, para Bupati Priangan enggan membantu Gubernur Jenderal satu ini.

Daendels abai memerhatikan bahwa produksi kopi di Priangan begitu pesat karena campur tangan bupati sebagai nakhodanya. Bagaimanapun, rakyat Priangan sangat menghormati pemimpinnya. Winckleman juga melaporkan bahwa pengetahuan rakyat dalam pembudidayaan kopi sangat kurang sehingga produksi kopi menurun. Padahal permasalahannya bukan terletak di situ. Barangkali mereka lupa bahwa sejarah kopi Priangan berjaya secara produksi karena kerja sama dengan para Bupati.

Masa kepemimpinan Daendels yang sebentar meninggalkan luka baru bagi rakyat Pulau Jawa. Bukan hanya tentang kopi saja, juga tentang pembangunan Jalan Raya Pos yang menimbulkan banyak korban jiwa. Di satu sisi jalan tersebut berguna, di sisi lain jalan tersebut menumpahkan banyak darah.

Sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *