Sejarah Espresso dari Masa ke Masa

Sejarah Espresso dari Masa ke Masa sumber gambar Pixabay

Sejarah Espresso dari Masa ke Masa
Espresso bisa dibilang adalah akar dari perkembangan kopi modern. Dengan sejarah yang cukup panjang, espresso adalah induk dari berbagai macam varian kopi saat ini. Dinamakan espresso karena mengacu pada kata caffè espresso, bahasa Italia yang artinya kopi cepat.

Ide untuk membuat kopi siap saji dalam hitungan detik ini berasal dari Angelo Moriondo. Seorang pengusaha hotel dari Italia yang mempunyai semacam kafe tempat para tamu menikmati kopi. Namun pada saat itu menyajikan secangkir kopi saja memerlukan waktu yang sangat lama. Mulai dari membakar, menggiling, hingga menyeduh. Hal ini membuat para tamu hotel merasa kesal. Untuk mengatasi hal tersebut, ia pun merancang mesin espresso pertama dengan bantuan mekanik bernama Martina. Barangkali Angelo Moriondo tidak menyangka niatnya memuaskan pelanggannya akan mengubah wajah sejarah perkopian di dunia.

Mesin espresso itu lantas diperkenalkan pada pameran General Expo pada 1884 dan berhasil memenangkan medali perunggu. Kehadiran mesin espresso ini memicu berbagai macam improvisasi. Salah satunya kemudian dikembangkan oleh Luigi Bezzera pada 1901. Ia mengembangkan penemuan Angelo dengan menambahkan teknologi uap pada mesinnya. Maka lahirlah mesin espresso single shot pertama.

Mesin espresso buatan Bezzera mampu menjaga suhu berada di kisaran 90°C. Seperti telah banyak diketahui, untuk mendapatkan rasa yang sempurna, kopi harus diseduh dengan air bersuhu 90-98°C. Luigi Bezzera sebenarnya bukan orang yang menyukai kopi. Dia hanya seorang pemilik pabrik yang mempunyai banyak buruh pekerja. Terkadang para buruh ini menghabiskan waktu terlalu lama untuk minum kopi. Bukan untuk bersantai, saat itu memang butuh waktu lama untuk menunggu kopi dari mulai diseduh hingga dapat diminum. Guna mempersingkat waktu inilah maka Luigi Bezzera mendesain ulang karya Angelo.

Namun rasa kopi yang dihasilkan oleh racikan mesin Bezzera kurang sempurna dan sebetulnya masih sangat jauh dari standar rasa kopi saat ini. Terdapat aroma terbakar dan juga rasa pahit yang berlebihan. Di tangan Desiderio Pavoni-lah mesin espresso mengalami perbaikan konstruksi desain. Mesin espresso besutan Bezzera ini lantas diimprovisasi dan melahirkan sebuah katup rilis guna mengontrol tekanan mesin. Hal ini membuat tekanan yang lebih stabil dan mendukung rasa kopi yang lebih baik.

Dan pada 1938, dunia kopi Italia diguncangkan oleh penemuan mutakhir dalam sejarah espresso dunia. Yaitu ditemukannya lapisan busa keemasan di atas espresso yang sekarang disebut dengan crema. Ialah Achille Gaggia otak di balik penemuan yang akan menjadi standarisasi dari secangkir espresso. Gaggia disebut-sebut sebagai bapak revolusi mesin espresso modern dengan penemuan cremanya. Crema ini sendiri mengandung protein, gula, dan sedikit minyak esensial dari kopi.

Dalam secangkir espresso terdapat kurang lebih 600 komponen zat kimia seperti kafein, gula, dan protein. Emulsi yang berasal dari minyak kopi menentukan tekstur khas espresso yang kental seperti sirup. Demi mendapatkan tekstur tersebut espresso harus dibuat dengan cara menyemburkan dengan tekanan tinggi (4-9 bar) air bersuhu 90-98°C ke sebuah portafilter berisi 12-18 gram bubuk kopi yang dipadatkan dan menghasilkan larutan sebanyak 30-45ml. Jika dibuat dengan tepat, secangkir espresso akan memiliki lapisan busa keemasan yang disebut crema.

Tanpa adanya orang-orang yang mengukirkan sejarah espresso yang panjang, belum tentu kita dapat menikmati minuman kopi modern ini sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *