Sejarah Ekspor Kopi Indonesia Dari Era VOC Hingga Hindia Belanda - sumber pixabay

Sejarah Ekspor Kopi Indonesia Dari Era VOC Hingga Hindia Belanda

Sejarah Ekspor Kopi Indonesia Dari Era VOC Hingga Hindia Belanda
Menurut catatatan sejarah perkembangan kopi dunia, maka kopi pertama kali muncul di Afrika. Orang-orang Ethiopia menanamnya di dataran-dataran tinggi. Dari sana akhirnya menyebar ke Timur Tengah, di mana Bangsa Arab membawa titik penting dalam memopulerkan kopi sebagai minuman penuh energi guna membantu banyak umat Muslim dalam beribadah di malam hari. Kopi pun lantas memasuki kawasan Eropa, kemudian menyebar ke dataran Mediterania dan juga India.

Bila ditilik sejarah masuknya kopi di Indonesia, maka Belandalah yang memegang peranan utamanya. Belanda yang saat itu menjajah bumi pertiwi membawa masuk biji kopi melalui Pulau Jawa pada tahun 1696. Dalam karya sastra legendaris “Serat Centhini; Tambangraras-Amongtogo disebutkan bahwa biji kopi masuk ke Indonesia melalui pintu Batavia yaitu Jatinegara. Kopi kemudian menyebar ke wilayah Priangan, hingga akhirnya banyak dijumpai di berbagai penjuru Indonesia.

Perkembangan kopi di Indonesia juga disebutkan dalam arsip kuno yang diterbitkan oleh Serikat dagang Pemerintah Hindia Belanda atau yang lebih dikenal dengan VOC. Gubernur Van Hoorn memerintahkan penanaman paksa biji kopi di Batavia, Cirebon, sekitar kawasan Priangan, serta wilayah-wilayah di sepanjang pesisir pantai Pulau Jawa.

Budidaya kopi ini akhirnya membuahkan hasil 9 tahun kemudian. Produksi kopi Indonesia mampu menguasai pasar kopi dunia yang saat itu dikuasai oleh Yaman. Pertama kalinya dalam sejarah ekspor kopi Indonesia yaitu dari Jawa menuju Eropa melebihi jumlah ekspor Yaman kepada Eropa. Hal ini membuat kopi dari Jawa diperhitungkan dunia.

Biji kopi yang dihasilkan Indonesia mempunyai citra rasa yang menarik. Buktinya hingga detik ini, kopi Indonesia masih banyak diekspor ke berbagai penjuru dunia. Dataran tinggi Gayo yang berada di Aceh, memegang predikat sebagai penghasil kopi Arabika terluas di Asia. Dengan tersebarnya daerah-daerah penghasil kopi di tanah air, memunculkan banyak varian rasa yang menarik di kalangan penikmat kopi. Mulai dari Arabika Gayo, Jawa, Bali, Toraja, Flores, hingga Papua mempunyai citra rasa yang berbeda.

Sejarah ekspor kopi Indonesia memang telah dimulai semenjak era VOC berkuasa. Bahkan guna memuluskan jalan ekspor kopi dari Indonesia, Herman Willem Daendels yang memerintah Nusantara pada 1808-1811 memerintahkan pembangunan jalan raya mulai dari Anyer di Jawa Barat hingga ke Penarukan di Jawa timur. Tujuannya tentu untuk memudahkan sistem transportasi pengiriman kopi dari timur menuju ke barat yaitu ke Pelabuhan Batavia. Dari sana lantas bisa langsung dikirimkan ke Eropa.

Dengan penerapan sistem kerja paksa dan terbangunnya insfrastruktur jalan di Pulau Jawa, maka produksi kopi di Jawa bisa mencapai 26.000 ton. Bahkan antara tahun 1830-1834 produksinya telah menembus angka 79.000 ton. Hingga mencapai puncaknya pada abad ke-19, tepatnya pada tahun 1880-1884, produksi kopi di Indonesia telah mencapai angka 94.000 ton.

Memang produksinya tinggi, namun efek buruknya rakyatlah yang semakin menderita ketika sistem kerja paksa ini dijalankan. Maka pemberontakan pun muncul di mana-mana. Produksi kopi pun sempat banyak mengalami hambatan hingga puncaknya meyebarlah wabah penyakit karat daun atau dikenal dengan hama Hamilera vastatrix. Hama penyakit ini menerjang seluruh perkebunan kopi Nusantara pada 1876. Akibatnya produksi kopi mengalami penurunan drastis. Hanya jenis kopi Arabika yang ditanam di ketinggian 1000 mdpl sajalah yang masih bisa bertahan.

Kini dalam urusan ekspor kopi, Indonesia telah memiliki wadah yang bernama AEKI atau Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia yang dapat menampung seluruh perusahaan perkopian di Indonesia dari mulai hulu hingga hilir.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

One Comment

  1. Afra Khumairra Reply

    Terima kasih atas info tentang kopinya. Saya sedang mencari data tentang kopi indonesia pada era kolonial untuk penyusunan skripsi saya, apakah bisa saya bertanya mengenai sumber data yg didapat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *