Sejarah Cokelat di Indonesia

Sejarah Cokelat di Indonesia

Sejarah Cokelat di Indonesia –
Cokelat atau kakao adalah tanaman yang mempunyai penggemar fanatik yang cukup banyak penggemarnya di seluruh dunia. Bersaing ketat dengan teh dan kopi, membuat kakao ini mempunyai lahan produksi atau perkebunan yang bertebaran di seluruh penjuru bumi.

Menurut sejarah, kakao pertama kali ditemukan di daratan Amerika Tengah dan Amerika Utara. Tepatnya di sepanjang sungai Amazon, sungai Orinocco, dan sungai Panama. Serta ada pula di Pulau Granada dan beberapa di Kepulauan Antillen. Orang-orang Aztec dan Indian Maya memakainya sebagai bahan makanan dan minuman. Mereka mengolah biji kakao agar dapat dikonsumsi dengan cara disimpan dan mengeringkannya langsung di bawah sinar matahari. Biji tersebut usai dikeringkan langsung digerus menggunakan lumpang dari batu untuk memisahkan biji dan kulitnya. Biji kakao yang sudah melewati proses sangrai,  akan dicampurkan biasanya dengan jagung dan beberapa rempah-rempah yang kemudian dijadikan makanan. Untuk membuat sejenis minuman dari bahan ini, mereka membuatnya dari campuran bahan-bahan adonan makanan tadi dengan sedikit air. Mereka juga akan menambahkan semacam vanili ke situ. Oleh mereka minuman dari pencampuran adonan tadi disebut dengan Chocolati. Mereka memanfaatkan kakao sebagai sumber energi sebelum era Columbus datang ke Amerika.

Kakao pada waktu itu mempunyai fungsi sebagai alat tukar. Bahkan digunakan pada acara keagamaan dan pengobatan. Pengolahan biji kakao oleh suku Aztek kurang diminati bangsa Spanyol. Mereka akhirnya menambahkan gula dari tebu pada proses seusai sangrai tersebut. Berbekal resep tersebut, mereka membawanya pulang ke Spanyol. Tak berselang lama, kakao segera menjadi bahan dasar yang paling populer saat itu. Bahkan dengan cepat menyebar ke seluruh daratan Eropa. Dan pabrik-pabrik pengolah kakao ini pun dengan cepat muncul ke permukaan. Seperti di Portugal, Italia, dan juga Perancis. Perkembangan kakao sebagai bahan dasar cokelat mendorong C.J van Houten menemukan cara untuk mengolah kakao menjadi lemak atau butter dan juga bubuk cokelat. Itu terjadi di tahun 1828. Yang akhirnya menginspirasi lahirnya susu cokelat pertama di dunia oleh M. Danie Peter di Swiss pada tahun 1878.

Sejarah Cokelat di Indonesia

Sejarah cokelat di Indonesia diawali oleh masuknya Bangsa Spanyol melalui Minahasa, Sulawesi Utara pada tahun 1560. Cokelat tidak menjadi sorotan penting karena jenis tanaman yang tengah populer dan berkembang di tanah Jawa adalah kopi. Lama setelah itu, perkembangan biji kakao mulai tercium jejaknya sekitar tahun 1880, dengan terbentuknya perkebunan kakao di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena pada masa itu, kopi tengah terserang hama penyakit karat daun. Sebagai pengganti kopi, mulai ditanamlah cokelat yang bijinya didatangkan dari Venezuella oleh D. MacGilavry. Namun sayang penanaman tersebut hanya membuahkan satu pohon saja. Itu pun dengan biji kakao yang kecil, gepeng, dan warna kotiledonnya berwarna keunguan.

Keajaiban justru hadir ketika biji-biji cokelat tersebut ditanam ulang. Kakao yang berbuah menghasilkan tanaman yang baik, sehat, dan bijinya besar. Serta yang terpenting tidak disukai oleh hama. Dari pohon-pohon terbaik itulah, beberapa pohon lantas dijadikan pohon induk. Dan mulai dikembangkan secara masal. Usaha ini dilakukan oleh Perkebunan Djati Runggo yang letaknya di daerah sekitar Salatiga, Jawa Tengah. Dengan upaya yang dilakukan oleh Perkebunan Djati Runggo tersebut, maka banyak pohon atau bibit-bibit unggul yang dihasilkan. Bibit-bibit tersebut diberi kode DR yang berarti Djati Runggo. Dari sana, kakao mulai menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Itulah sedikit sejarah cokelat di Indonesia.

Komentar

  1. Pingback: Mengenal Kafein dan Manfaatnya Bagi Tubuh - Kopi Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *