Rekam Jejak Kopi Dewa: Dua Tahun Berkarya

Rekam Jejak Kopi Dewa: Dua Tahun Berkarya Bagian 1

Rekam Jejak Kopi Dewa: Dua Tahun Berkarya—Apa yang ada terbesit di pikiran Anda ketika mendengar ‘Kopi Dewa’? Situs kopi terlengkap dan terbesar di Indonesia, warung kopi, roastery, atau minilab? Keempat hal tersebut benar adanya. Sejak Kopi Dewa berdiri dua tahun lalu tepatnya tanggal 16 Maret 2016, Kopi Dewa berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan informasi seputar dunia perkopian mulai dari hulu ke hilir, sejak dari kebun kopi sampai penyajiannya.

Tidak hanya dalam bentuk situs, lebih dari itu menghadirkan workshop-workshop agar terjalin silaturahmi, komunikasi yang lebih intens, dan membentuk jaringan dunia kopi. Antusiasme peserta workshop, respon positif terhadap www.kopidewa.com menjadi energi melimpah ruah. Memberi keberanian Kopi Dewa membuka lini baru yaitu roastery. Meracik biji-biji kopi pilihan menghadirkannya di ruang-ruang akrab. Roastery Kopi Dewa perlahan mendapat tempat di hati Abdi Kopi.

Apa itu saja sudah cukup? Serupa rumah, Kopi Dewa ingin menghadirkan ruang bertatap muka. Terlahirlah Warung dan Minilab Kopi Dewa demi menyuguhkan berbagai cita rasa sekaligus diskusi dan gelak tawa. Di usianya yang ke dua tahun, Kopi Dewa ingin sedikit bernostalgia atas setiap langkah yang dicapai. Selamat menikmati rekam jejak Kopi Dewa: Dua tahun berkarya.

 

Asal-usul Berdirinya dan Nama Kopi Dewa

Adalah Restu Dewa dan Sugesti, pendiri Kopi Dewa. Sepasang suami istri ini menyukai kopi sejak kecil. Sepulang dari perantauan di Palembang, keduanya memutuskan membuka usaha. Awalnya tidak langsung terjun ke dunia kopi. Namun panggilan jiwa akhirnya membawa mereka ke khazanah kopi Indonesia.

Menentukan sebuah nama bukan perkara gampang. Bagaimana orang tua memberi nama anak begitu pula memberi nama pada bidang usaha. William Shakespeare menyatakan sebaliknya: apalah arti sebuah nama? Namun percaya tidak percaya nama adalah doa. Dewa Kopi menjadi pilihan pertama. Hmm… ternyata merek dagang tersebut sudah ada dan produknya seputar kejantanan he he he. Diputuskanlah Kopi Dewa sebagai nama situs, karena inilah titik pertama Kopi Dewa mulai bergerak.

Kopi Dewa terdiri dari dua suku kata. Jelas kata ‘kopi’ diambil secara harfiah, sementara Dewa sendiri diambil dari Restu Dewa. Selain itu Kopi Dewa memiliki filosofi bahwa situs ini dapat menjadi referensi siapa pun yang ingin mengetahui kopi lebih dalam hingga setingkat Dewa.

Pada pengembangannya, Kopi Dewa juga membuka lini-lini baru seperti roastery dan warung kopi yang menyajikan kopi-kopi berkualitas tinggi. Minilab menjadi tempat terbuka bagi sesiapa yang ingin praktik dan menguji berbagai toeri kopi. Kelak, Minilab ini akan menjadi perpanjangan workshop dan sekolah kopi tersendiri.

 

Website Kopi Dewa, Situs Terbesar dan Terlengkap di Indonesia

Kurangnya sumber informasi tentang kopi dalam Bahasa Indonesia mendorong Restu Dewa membuat sebuah situs yang dapat mengisi kebutuhan para pegiat kopi. Itulah sebabnya Kopi Dewa pada mulanya berbentuk situs dengan tujuan menghadirkan situs kopi yang terbesar dan terlengkap. Didasari karena niat memberi sumbangsih ilmu pengetahuan dan informasi seputar kopi. Semangat Kopidewa.com adalah mencatat pengetahuan juga jejak-jejak kopi di Indonesia.

Kopi Dewa membahas tentang panduan seduh, biji kopi, peralatan kopi, pertemuan dengan sosok-sosok inspirasional, dan juga perjalanan dari satu kedai kopi ke kedai kopi. Panduan seduh, pernak-pernik penyajian kopi, dan bagaimana cara menggunakan suatu peralatan dan mengujicobanya. Kopi Dewa berharap siapa pun bisa bereksperimen dan membuktikan suatu teori bersama-sama. Jangan sampai para pegiat kopi terjebak pada mitos-mitos yang telah ada dan membatasi diri. Seiring dengan berjalannya waktu, Kopi Dewa juga membahas tentang sejarah, kandungan kafein, budidaya kopi, dan lain sebagainya.

Bicara soal situs Kopi Dewa banyak hal yang menarik dan berkesan. Terutama saat-saat bertualang dari satu kedai kopi ke kedai kopi lainnya bertiga: Restu Dewa, Sugesti, dan Kira, putri mereka. Ketiganya membawa hal-hal berbeda. Restu mendapatkan ilmu baru tentang kopi, Uge (panggilan akrab Sugesti) berkenalan dengan orang-orang baru, dan Kira memperoleh pengalaman baru seperti bertemu kucing.

Yang paling membahagiakan bagi Kopi Dewa adalah bertemu dengan para pembaca. Mereka mengatakan bahwa dengan membaca situs Kopi Dewa jadi bisa menyeduh, bisa membedakan kopi arabika dan robusta, dan lain sebagainya. Komentar-komentar tersebut memberi semangat Kopi Dewa untuk tetap menyajikan informasi yang berkualitas dan komunikatif.

Namun rekam jejak Kopi Dewa tidak selalu mulus. Salah satunya adalah Kopi Dewa tidak dianggap sebagai pers legal sehingga seringkali kesulitan untuk meliput suatu acara. Namun hal tersebut bisa terselesaikan dengan baik ketika Restu memperlihatkan situs Kopi Dewa dan biasanya pihak manajemen mempersilakannya untuk mengikuti acara. Begitu pula dengan artikel-artikel eksperimen Kopi Dewa acapkali  menyebabkan pro dan kontra di kalangan pegiat kopi. Seperti artikel Panduan Seduh Hario V60, dalam artikel disebutkan kalau arah putaran V60 akan berpengaruh pada hasil akhir rasa kopi. Pernyataan tersebut menjadi perdebatan di beberapa kalangan.

Bagaimana Kopi Dewa menyikapi pro dan kontra tersebut? Dalam dunia perkopian tidak ada yang salah dan benar. Sehingga Kopi Dewa merasa wajar bila ada perdebatan. Salah satu tindakan nyata untuk menyikapi hal tersebut, Kopi Dewa mengajak siapa pun untuk bereksperimen dan membuktikan sendiri bahwa kopi begitu dinamis. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pro dan kontra tersebut, Kopi Dewa mengadakan workshop-workshop.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

One Ping

  1. Pingback: Kopi Sebagai Media, Media Untuk Kopi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *