Proses Pemeliharaan Kebun Kopi Setelah Selesai Penanaman

Proses Pemeliharaan Kebun Kopi Setelah Selesai Penanaman Bagian 1

Pernahkah Anda melihat seorang petani kopi sedang berada di kebunnya? Apa saja sebetulnya yang para petani lakukan? Petani layaknya orang tua bagi tanaman kopi. Pernyataan itu tidaklah berlebihan. Banyak pekerjaan yang petani kerjakan demi membesarkan tanaman kopi sebelum memanennya. Pertama-tama adalah pembibitan dan penyemaian tanaman kopi baik secara vegeratatif maupun generatif. Masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan yaitu pemeliharaan kebun kopi setelah selesai penanaman.

Hasil panen kopi baik dan tidaknya tergantung pemeliharaan kebun. Adapun proses pemeliharaan kebun kopi yang harus dilakukan adalah menyulam, mengerjakan tanah atau mendangir, pemupukan, dan pemangkasan. Mari kita telusuri satu per satu.

Menyulam

Setelah beberapa minggu setelah selesai penanaman, petani akan mengadakan pemeriksaan kebun. Bila ada tanda pertumbuhan tanaman kopi kurang baik atau ada tanaman yang mati maka harus segera dilakukan penyulaman. Penyulaman ini tidak bisa dilakukan setiap waktu, harus disesuaikan dengan cuaca dan kondisi kebun. Kondisi yang tepat untuk melakukan penyulaman adalah pada saat keadaan tanah masih memungkinkan.

Bila menyesuaikan dengan kondisi iklim hutan hujan tropis, maka penyulaman dapat dilakukan pada bulan Desember yaitu saat musim hujan. Atau pada bulan Maret yaitu saat turun hujan sudah mulai berkurang. Jika sesudah bulan Maret masih ditemukan tanaman yang mati maka sebaiknya penyulaman tangguhkan dahulu. Tunggu hingga memasuki musim akhir kemarau dan awal musim hujan, saat itu tanaman kopi belum terlihat rimbun.

Tentunya kebun yang disulam tidak akan merata keadaan tanaman kopinya. Solusinya agar tanaman sama dengan tanaman yang lain maka pilih bibit yang berkualitas dan perawatan yang benar dan lebih baik dari sebelumnya.

Mengerjakan Tanah atau Mendangir

Mendangir atau mengerjakan tanah adalah pekerjaan melonggarkan tanah. Hal ini perlu dilakukan agar peredaran udara dan air di dalam tanah dapat berjalan dengan lancar. Jika tanaman kopi masih muda maka mendangir cukup dengan mencongkel tanah tipis-tipis disekeliling batang, jaraknya kurang lebih 30 cm. Baru kemudian tahun berikutnya diperdalam dan diperlebar, pemeliharaan semacam itu disebut mengecrok.

Umumnya mengecrok tanah dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada waktu musim kemarau atau memasuki musim hujan. Poin penting yang harus dilakukan saat mengerjakan tanah adalah keadaan tanahnya itu sendiri. Jika tanah masih longgar maka pekerjaan mengecrok tanah dalam satu tahun cukup dilakukan sekali saja.

Jika tanaman sudah tua maka mengecrok tanah harus dilakukan dengan cangkul agar hasilnya menyeluruh lalu dibuatkan rorak atau parit buntu. Rorak dibuat untuk menampung daun-daun yang gugur di sekelilingnya. Daun-daun kering ini suatu saat bisa dijadikan pupuk organis.

Pemupukan

Proses pemeliharaan kebun kopi selanjutnya adalah pemupukan. Tanaman kopi membutuhkan banyak zat-zat makanan agar dapat berkembang dengan baik, walaupun dalam satu pohon yang menjadi buah kopi hanya sebagian saja. Pada dasarnya jenis-jenis zat yang dibutuhkan oleh tanaman kopi selama satu tahun adalah Nitrogen, Phosphor, dan Kalium (NPK).

Tanaman kopi membutuhkan Nitrogen untuk pertumbuhan tunas baru, pembentukan cabang-cabang, daun-daun muda, dan kuncup bunga. Bagi tanaman kopi yang kekurangan pohon peneduh membutuhkan N lebih banyak. Fungsi pohon peneduh selain sebagai pelindung dari angin dan sinar matahari adalah memproduksi zat organis dari daun-daun yang gugur.

Apa yang terjadi bila tanaman kopi kekurangan Nitrogen? Pohon kopi menjadi kerdil, pertumbuhan tidak sama satu dengan yang lain, dan cabang menyempit. Apalagi bila di kebun, pohon peneduhnya sedikit yang menyebabkan daun tanaman kopi menguning, kerdil, dan cabangnya pendek. Petani kopi biasanya mengidentifikasi kekurangan Nitrogen dari daun bagian bawah. Daun-daun tua itu akan gugur sebelum waktunya.

Phosphor sangat dibutuhkan oleh tanaman kopi yang masih muda untuk merangsang akar. Sedangkan untuk tanaman kopi yang sudah berproduksi membutuhkan Phosphor untuk menyehatkan dan mempercepat masaknya buah.

Apabila tanaman kopi muda kekurangan Phosphor menyebabkan perkembangan akar dan susunan kayunya kurang baik. Lain lagi dengan tanaman kopi yang sudah berproduksi, kekurangan Phosphor menyebabkan daun dan dahannya berwarna kuning terang lalu berubah menjadi merah gelap dan merah lembayung.

Kalium bermanfaat bagi tanaman kopi untuk membentuk kayu dan menguatkan buah. Kekurangan Kalium menyebabkan daun menjadi kuning kemerah-merahan kemudian menjadi coklat tua. Tulang-tulang daun mati, tepi daun bersetrip-setrip hitam, dan pada akhirnya akan berguguran terus-menerus.

Berhasil tidaknya pemupukan tergantung kepada jenis pupuk yang dipakai, keadaan tanah, iklim, usia tanaman, dan produksi yang diharapkan. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman pemupukan yang biasa atau standar dilakukan yaitu:

  1. Cara Pemberian Pupuk

Cara memupuk tergantung kebutuhan tanaman. Umumnya pupuk yang digunakan pertama kali adalah pupuk kompos dan kandang. Pemberian pupuk dilakukan setelah tanaman hidup. Caranya dengan membenamkan atau menyebarkannya di sekeliling tanaman. Namun ada juga yang memberikan pupuk melalui daun. Tujuan cara ini selain memberikan pupuk, juga digunakan untuk memberantas penyakit atau hama. Cara pemupukan menggunakan bantuan alat semprot dan pupuk yang digunakan biasanya pupuk urea.

  1. Waktu Pemberian Pupuk

Pemupukan pada tanaman kopi yang normal dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada waktu akhir musim hujan dan akhir musim kemarau atau awal musim hujan. Setiap 2-3 bulan setelah pemupukan pertama dan kedua, tanaman kopi dapat diberi pupuk urea atau ZA.

  1. Banyaknya Pupuk

Apabila umur tanaman masih di bawah 6 tahun, banyaknya pupuk yang diberikan berbeda-beda, tergantung berapa usianya. Sedangkan jika tanaman sudah lebih dari 6 tahun dan sudah berproduksi, maka banyaknya pupuk yang diberikan bisa tetap. Hanya dalam keadaan tanaman sangat membutuhkan asupan gizi, pupuk bisa ditambahkan.

Petani kopi sebagai orang tua tanaman kopi biasanya dapat membedakan apakah tanaman tersebut kekurangan gizi atau terkena hama. Sebetulnya, membedakannya cukup sulit. Nah, lalu bagaimana proses pemeliharaan kebun kopi secara pemangkasan? Temukan jawabannya di artikel Kopi Dewa selanjutnya.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *