Faktor Yang Memengarungi Pertumbuhan Tanaman Kopi

Faktor Yang Memengarungi Pertumbuhan Tanaman Kopi Bagian 2

Pada artikel sebelumnya telah Kopi Dewa bahas mengenai faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi berupa faktor internal dan sebagian dari faktor eksternal, yaitu: tanah dan iklim. Selain kedua faktor eksternal tersebut masih ada kondisi lainnya yang memengaruhi tanaman kopi, yaitu: pohon pelindung, penutup tanah, dan pemeliharaan.

  1. Pohon Pelindung

Tanaman kopi dapat hidup dengan atau tanpa pohon pelindung. Dengan catatan, tanaman kopi ditanam di tanah yang subur. Pertumbuhan tanaman kopi yang hidup tanpa pohon pelindung pada awalnya akan tetap baik dan produktif. Walaupun demikian, setelah 5 sampai 8 tahun produksi tanaman akan terus menurun dan pada akhirnya tanaman kopi akan merana.

Penurunan produksi tersebut karena tidak teratur mendapatkan sinar matahari yang menyebabkan pertumbuhan generatifnya menjadi tidak teratur. Artinya proses tumbuh bunga dan buahnya tidak teratur. Selain itu, karena tidak ada pohon pelindung menyebabkan tanaman kekurangan bahan organis yang menyebabkan lapisan humus cepat hilang. Hal ini disebabkan karena terjadinya erosi pada lapisan tanah atas akibat terkena langsung sinar matahari dan hujan terus-menerus.

Oleh sebab itu, pohon  pelindung menjadi salah satu faktor yang membantu mencegah kemungkinan-kemungkinan yang dapat merugikan pertumbuhan tanaman kopi. Berikut fungsi pohon pelindung untuk tanaman kopi yang perlu Anda ketahui:

  • Mencegah terjadinya erosi dan hilangnya zat hara karena air hujan;
  • Menambah bahan organis yang berguna untuk memperbaiki fisik tanaman dan struktur tanah;
  • Memberikan bahan makanan pada permukaan tanah, yaitu dari daun-daun yang gugur dan membusuk;
  • Melindungi dari angin kencang dan rumput-rumput liar;
  • Dapat memberikan zat lemas (N);

Jenis pohon pelindung yang digunakan tergantung pada faktor iklim, permukaan tanah, cara pemupukan, dan sistem pemeliharaan. Berikut ini jenis-jenis pohon yang biasanya ditanam di perkebunan kopi:

  • Dadap

Pohon dadap yang memiliki nama latin Eurythrina Lithosperma atau E. Subumbrans adalah pohon yang pertama digunakan di perkebunan kopi. Pohon ini tumbuh dengan cepat, bentuk dan naungannya rata, memiliki daun yang lebat dan mudah ditanam dengan cara setek. Namun sayangnya pohon ini rentan terkena penyakit seperti penggerek batang dan daunnya sering rontok saat musm kemarau. Padahal di musim itu tanaman kopi membutuhkan perlindungan dari sinar matahari.

  • Sengon Laut

Pohon sengon laut yang memiliki nama latin Albizzia Falcate. Pohon ini sering disandingkan dengan pohon dadap terutama jika tanaman kopi yang ditanam di dataran tinggi. Menanam Sengon laut harus sebelum tanaman kopi ditanam karena pohon ini akan tumbuh rimbun beberapa tahun kemudian. Minimal ditanam satu tahun sebelumnya.

Atau sebelum segon laut tumbuh, Anda bisa menanam semak-semak untuk melindungi seperti jenis: Flemingia, The Phrozia, Crotalaria dan sebagainya. Jadi sebelum segon laut bertugas, ada yang membantu melindungi tanaman kopi. Setelah pohon pelindung mulai tumbuh rindang, baru kemudian tanaman kopi ditanam.

Sama halnya dengan pohon dadap,  sengon laut rentan terserang penyakit dan mudah patah jika terkena angin kencang.

  • Lamtoro

Lamtoro atau yang memiliki nama latin Leucena Glauca bisa menjadi pohon pelindung pengganti dadap dan sengon laut. Jika dibandingkan dengan dua pohon tersebut, pohon lamtoro daunnya lebih sedikit dan mudah diserang hama. Bijinya tumbuh banyak sehingga biaya pemeliharaannya lebih besar. Namun bisa diakali dengan menggunakan jenis lentoro yang buahnya sedikit seperti jenis: Leucena Pulverulenta dan Hybride-hybride yang diokulasi seperti: lamtoro glauca diokulasi dengan jenis lamtoro glabrata.

Hasil okulasi jenis lamtoro tersebut hampir tidak memiliki biji dan daunnya tidak disukai hewan ternak. Untuk mengatur kerimbunannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dengan cara dipangkas.

Keuntungan menggunakan lamtoro sebagai pohon pelindung adalah proses pelapukan daunnya lebih cepat. Sehingga tanaman kopi lebih cepat pula mendapatkan zat organis yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan. Selain itu lamtoro lebih kuat menahan angin kencang. Itu sebabnya saat ini banyak perkebunan-perkebunan kopi yang menggunakan lamtoro untuk pelindung.

  1. Penutup Tanah

Yang dimaksud dengan penutup tanah adalah tanaman yang menjalar, rumput, dan tanaman perdu. Penutup tanah dibutuhkan oleh tanaman kopi yang kurang mendapatkan peneduh. Daun-daun penutup tanah berguna untuk mulsa. Mulsa yaitu pelindung yang ditempatkan di atas tanah untuk mempertahankan kelembapan. Mulsa memberikan pengaruh yang besar terhadap fisik tanah, kondisi tanah, dan produksi karena dapat merangsang pertumbuhan akar dan meningkatkan proses penyerapan.

Jenis tanaman penutup tanah yang memberikan hasil optimal adalah yang kecil, rendah, dan lebat sehingga dapat menutupi semua permukaan tanah. Biasanya menggunakan jenis Calopogonium Muscoides, Sentrocema, Psophocarpus atau kicipir gunung, krotok atau koro, wedusan, dan sebagainya.

Berikut ini keuntungan menggunakan penutup tanah untuk tanaman kopi:

  • Mencegah terjadinya erosi dan mengawetkan tanah;
  • Mengurangi biaya dan kerja pemeliharaan rutin;
  • Menambah percikan air hujan;
  • Menambah humus;
  • Menambah unsure zat N;

Dengan adanya keuntungan yang didapat dari penggunaan penutup tanah dapat meningkatkan produksi kopi 66%  hingga 200% ke atas selama 3 tahun.

  1. Pemeliharaan

Faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi yang terakhir adalah cara pemeliharaan. Walaupun yang ditanam dari bibit unggul, tanah, dan iklimnya baik jika tidak dipelihara dengan benar bisa menyebabkan tanaman kopi gagal panen. Secara garis besar cara pemeliharaan ada 2 macam, yaitu:

  1. Ditujukan pada tanaman pokok (kopi)
  2. Ditujukan pada tanaman naungan (pelindung).

Bentuk pemeliharaan tanaman kopi meliputi proses penyulaman, pemangkasan, mendangir atau membersihkan tanah di sekitar pohon supaya tanah tetap subur, pemberian pupuk, dan pemberantasan penyakit atau hama.

Begitulah, ternyata di balik aroma yang menggoda dan rasa yang kaya dari secangkir kopi ada proses yang panjang. Ada peranan alam. Maka ingatlah setiap kali Anda menyeruput secangkir kopi berterima kasih pada biji kopi yang bertumbuh, pada alam, dan pada para petani.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *