Perkembangan Alat Seduh Kopi Aeropress

Perkembangan Alat Seduh Kopi Aeropress

Perkembangan Alat Seduh Kopi Aeropress – Pada tahun 2005, Alan Adler menemukan alat seduh kopi modern yang ia beri nama aeropress. Alat untuk menyeduh kopi satu ini memiliki bentuk yang cukup eklusif. Dari design dan bentuk, aeropress memang mengikuti zamannya. Alan Adler secara pribadi memegang lebih dari 40 hak paten, termasuk desain untuk sistem instrumentasi untuk pesawat militer dan reaktor nuklir, juga untuk kapal, seruling, mainan, dan tentu saja mesin pembuat kopi.

Sebagai Profesor teknik mesin dari Stanford University, Alan Adler telah memberikan kuliah tamu di NASA, Google, dan The Royal Aeronautical Society di London. Ia mengatakan bahwa ia membuat keputusan yang jelas untuk bertahan dengan bisnis kopi beberapa waktu lalu. Sementara pernyataan yang dibuat tahun lalu oleh innovator yang kini berusia 79 tahun tersebut menyiratkan bahwa masa pensiunnya sudah dekat.

Adler sekarang menganggap bahwa kehidupan kerjanya menjadi pilihan yang lebih sehat dari pada menganggur. Alat seduh kopi aeropress yang ditemukannya hampir 12 tahun kini cukup populer di berbagai belahan dunia. sebagai alat seduh kopi yang cukup praktis dan rasa kopi pun tidak kehilangan cita rasanya.

Mengenai produk baru aeropress yang akan datang, dijadwalkan untuk memperluas jalur aeropress, Adler pun berkata, “Ini akan menjadi kombinasi antara desain dan aksesori.” Adler memastikan bahwa produk baru tersebut akan membuat penikmat kopi semakin menyukai aeropress dalam menyajikan secangkir kopi. Karena kepopulerannya, tak heran sering diadakan kejuaraan membuat kopi dengan aeropress seperti World Aeropress Championship setiap tahunnya.

Sang penemu juga telah mengeksplorasi desain tekanan tinggi untuk alat seduh kopi aeropress. Menurut Adler pembuatan aeropress dibuat sesuai dengan instruksi asli perangkat ini sudah sama kuatnya dengan espresso tradisional dalam hal persentase TDS. Oleh karena itu tekanan tambahan tidak memberi kontribusi positif. Itulah perkembangan alat seduh aeropress.

Cara menggunakan alat seduh kopi aeropress adalah kopi bubuk diletakkan di dasar silinder lebih besar di atas mikrofil kertas. Air panas sekitar 79 atau 85°C (175 atau 185°F). Kemudian dituangkan ke atas kopi; campuran ini diaduk selama sekitar 10 detik sebelum dipaksa melalui mikrofilter dengan mendorong plunger ke bawah. Walaupun para pemenang World Aeropress Championship setiap tahun memiliki resep berbeda-beda

Dalam kompetisi kopi di seluruh dunia (World Barista Championship, Brewers Cup, dll.), kopi lebih sering digiling sedikit lebih halus daripada ‘penggiling filter’, dan dosisnya antara 14 dan 20 g (0,49 dan 0,71 oz), dengan sekitar 200 sampai 230 ml (7,0 sampai 8,1 impl; 6,8 sampai 7,8 US fl oz) air pada 80 sampai 92°C (176 sampai 198°F) dan waktu pendinginan 30 sampai 60 detik.

Dalam penggunaannya, perkembangan alat seduh kopi aeropress terjadi dinamika. Sekitar tahun 2010an, tren dalam menggunakan alat seduh kopi aeropress adalah dengan diputar-balik, karena mengakibatkan dosis kopi cenderung banyak, ekstraksi menjadi singkat dan beberapa kali pengadukan. Untuk hal itu sang penemu pernah berujar:

“Saya telah mewawancarai banyak orang dan bertanya mengapa mereka melakukannya terbalik, dan mereka berkata: yah, mereka diajari melakukannya seperti itu,” kata Adler. “Ketika saya mengatakan kepada mereka bahwa itu membuat kopi lebih pahit, mereka mencobanya dengan cara biasa dan mereka melaporkan kembali kepada saya bahwa mereka menyukai cara yang biasa tersebut.”

Namun teknik diputar balik dalam membuat kopi dengan alat seduh kopi eropress tersebut dikembalikan lagi ke cara awal, oleh Jeff Verellen pemenang World Aeropress Championship pada tahun 2011 dan 2013. Ia menggunakan aeropress tanpa dibalik, dan lewat Jeff lah beberapa inovasi baru lahir dalam membuat kopi dengan aeropress salah satunya yaitu teknik blooming selama 30 detik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *