Proses Pemeliharaan Kebun Kopi Setelah Selesai Penanaman Bagian 2

Proses Pemeliharaan Kebun Kopi Setelah Selesai Penanaman Bagian 2

Merawat tanaman kopi berarti berkomitmen dalam jangka waktu panjang. Karena kebanyakan tanaman kopi tidak langsung menghasilkan. Petani selayaknya orang tua tanaman kopi harus memelihara kebun kopi dengan telaten dan penuh perhatian. Proses pemeliharaan dikerjakan dengan konsisten dan disiplin.

Di bagian pertama artikel mengenai proses pemeliharaan kebun kopi setelah selesai penanaman, Anda sudah mengetahui bahwa setelah kopi selesai ditanam masih ada hal-hal yang harus dikerjakan, seperti menyulam, mengerjakan tanah atau mendangir, dan pemupukan. Selain ketiga aktivitas tersebut, masih ada satu hal yang tidak kalah penting dan harus dilakukan yaitu pemangkasan baik pada tanaman pokok maupun pohon pelindung.

Pemangkasan Pada Tanaman Pokok

Jika tanaman pokok  yaitu tanaman kopi dibiarkan saja tanpa dipangkas bisa membuat tinggi tanaman mencapai 7–9 m bahkan lebih. Dengan tinggi tersebut bisa menyulitkan proses pemeliharaan dan pemetikan hasil. Jika syarat-syarat pertumbuhan tanaman tidak terpenuhi, bisa menyebabkan bagian ujung batang tidak bisa melakukan pertumbuhan, pada akhirnya batang primer mati satu per satu. Kondisi tersebut bisa menjalar dari bawah ke bagian atas.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi maka perlu dilakukan pemangkasan. Pemangkasan tanaman kopi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  1. Pemangkasan Bentuk

Seperti namanya, pemangkasan bentuk dilakukan agar mahkota tanaman membentuk seperti yang diingikan. Jika tanaman tumbuh tidak terlalu tinggi, bisa dilakukan pemangkasan pada pucuk agar tidak tumbuh. Dengan demikian tanaman tersebut memberikan kesempatan cabang primer atau cabang samping untuk bisa tumbuh memanjang, bertambah luas, dan lebar. Maka mahkota dan cabang pohon akan lebih produktif dan baik pertumbuhannya.

Tidak hanya itu, pemangkasan bentuk bisa membuat kebun tertutup, mencegah erosi, dan jika ada bunga tanah yang hanyut bisa tertahan. Artinya bisa menekan biaya perawatan. Pemangkasan pucuk dilakukan tergantung pada jenis, kesuburan tanah, dan lain-lain.

Apabila usia tanaman 3-4 tahun maka pemangkasan pertama dilakukan setelah tinggi tanaman 140 cm, dipenggal 30 cm dari pucuk. Jika tanahnya kurang subur, tanaman kopi dapat dipotong 50 cm dari pucuk. Sehingga tinggi tanaman hanya 1-0,8 meter. Tinggi tersebut dapat memperkuat tubuh tanaman. Pemangkasan dilakukan berulangkali.

  1. Pemangkasan Pemeliharaan

Jenis pemangkasa pemeliharaan meliputi tiga macam pekerjaan, yaitu: wiwilan, pemangkasan berat, dan pemangkasan yang bertujuan untuk memberantas penyakit dan hama.

  1. Wiwilan

Tanaman kopi yang berasal dari sambungan sejak mulai hidup sudah banyak tumbuh tunas, tunas-tunas tersebut disebut tunas air. Sedangkan tanaman kopi yang bibitnya berasal dari biji biasanya baru bertunas air ketika berumur 3-4 tahun. Setelah dilakukan pemangkasan juga akan menimbulkan tunas air. Tunas air inilah yang disebut wiwilan.

Wiwilan tumbuh dengan sangat cepat karena sebagian besar zat makanan yang dihisap tanaman mengalir ke tunas-tunas ini. Sehingga cabang-cabang lain justru kurang mendapatkan zat makanan, akibatnya cabang-cabang lain tidak produktif dan hasil buahnya bisa menurun. Agar terhindar dari masalah tersebut maka perlu dilakukan memiwil atau membuang tunas air pada waktu tunas masih muda agar zat makanan tidak terbuang.

Wiwilan atau tunas air

Wiwilan atau tunas air

Cara mewiwil tidak menggunakan alat tajam, cukup dengan memetiki tunas-tunas air agar lepas sampai ke mata tunasnya. Pada saat mulai tumbuh beberapa tunas, lanjutkan dengan pemangkasan wiwilan atau tunas air sebanyak minimal dua kali setiap tahunnya.

  1. Pemangkasan Berat

Pemangkasan berat biasanya dilakukan di kebun-kebun yang daerahnya lembap dan subur. Di daerah seperti ini, pertumbuhan mahkota pohon kopi terjadi sangat cepat sehingga menjadi rimbun. Akibatnya keadaan menjadi gelap tertutup tanaman kopi dan lebih lembap lagi. Produktivitas tanaman kopi pun menurun. Untuk mencegah hal tersebut, Anda harus memangkas cabang sekundernya.

  1. Pemangkasan untuk Memberantas Hama

Apabila tanaman kopi terkena hama maka harus dipangkas sampai batas yang sehat agar tidak menjalar. Bekas pemangkasan harus dibakar agar tidak menulari tanaman kopi lain. Pangkas juga cabang primer yang steril untuk memberi kesempatan hidup cabang sekunder yang aktif.

  1. Pemangkasan Peremajaan

Pemangkasan peremajaan adalah pekerjaan membuat kebun kopi yang sudah tua dan pohon-pohon kopi yang sudah tidak produktif menjadi muda kembali. Dengan pemangkasa peremajaan ini tidak perlu lagi melakukan penanaman kopi besar-besaran. Selain membuat tanaman menjadi muda kembali, pemangkasan ini bertujuan memperbaiki sifat-sifat tanaman yang tumbuh kurang baik sehingga proses peremajaan ini biasanya disertai dengan penyambungan atau setek.

Pemangkasan peremajaan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: menyambung dengan seletif dan menyambung secara keseluruhan. Peremajaan secara menyeluruh harus dengan perencanaan karena peremajaan dilakukan di seluruh kebun kopi.

Pemangkasan Pada Pohon Pelindung

Pengerjaan pemangkasan pohon pelindung sangat penting dilakukan untuk mengatur cahaya yang masuk, tingkat kelembapan di kebun, dan zat organis yang terbentuk. Pemangkasan dibagi menjadi dua jenis yaitu pemangkasan pohon pelindung pokok dan pohon pembantu sekaligus penutup tanah.

  • Pemangkasan Pohon Pelindung Pokok

Jumlah pohon pelindung di perkebunan kopi biasanya tidak jauh berbeda dengan jumlah pohon kopinya, jaraknya pun sama. Pemangkasan ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah pohon menjadi rimbun. Pemangkasan pohon pelindung pokok bertujuan untuk membentuk dan mengatur cahaya.

Waktu melakukan pangkas pohon pelindung harus tepat, karena jika tidak tepat bisa mempengaruhi produksi kopi di tahun berikutnya. Waktu yang tepat melakukan pemangkasan pohon pelindung adalah pada waktu awal dan akhir musim hujan atau boleh pada waktu pertengahan musim hujan.

Pemangkasan yang dilakukan di awal musim hujan memungkinkan tanaman kopi mendapatkan cahaya matahari yang lebih banyak sehingga pertumbuhan tanaman kopi menjadi lebih kuat dan sehat.

  • Pemangkasan Pohon Pembantu dan Penutup Tanah

Penutup tanah dan pohon pembantu berguna untuk menahan erosi dan melindungi tanaman kopi sebelum pohon pelindung utama digunakan. Pohon pembantu dipangkas pada saat keadaannya menutupi tanaman kopi. Hasil pangkasan diatur di dalam rorak yang kemudian digunakan menjadi pupuk organis.

Penutup tanah atau disebut dengan istilah ‘babat’ dilakukan 2 – 4 kali dalam 1 tahun. Pada waktu akan memanen, tanaman harus dibabat sampai bersih. Tujuannya agar lebih mudah mengambil buah kopi yang jatuh.

Begitulah proses pemeliharaan kebun kopi setelah selesai penanaman yang dilakukan oleh para petani. Ini belum mencakup penanganan hama dan penyakit tanaman kopi. Selayaknya anak, tanaman kopi juga bisa sakit. Petani sebagai orang tua berperan penting menyehatkan tanaman kopi. Lain waktu, Kopi Dewa akan bercerita tentang hal tersebut.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *