Seputar Pembibitan Kopi Secara Generatif

Seputar Pembibitan Kopi Secara Generatif

Halo, apa kabar? Masih ingat saya, tanaman kopi, tumbuhan biji berkeping dua? Bila Anda sudah membaca artikel-artikel Kopi Dewa sebelumnya, tentu Anda sudah berkenalan dengan susunan tubuh tanaman kopi. Saya pun sudah memaparkan faktor apa saja sih yang memengaruhi pertumbuhan tanaman kopi. Bagi Anda yang ingin berkebun kopi tentu penasaran bagaimana sih cara pembibitan kopi.

Bibit kopi yang akan ditanam di kebun bisa berasal dari pembiakan generatif atau pembiakan vegetatif. Pembiakan generatif adalah bibit-bibit kopi yang berasal dari biji disebut juga zaailing atau bibit semai. Sedangkan pembiakan vegetatif adalah bibit-bibit kopi yang berasal dari sambungan  dan setek. Hmm… saya jelaskan dulu seputar pembibitan kopi yang dilakukan secara generatif, ya.

Memperbanyak Tanaman Kopi Secara Generatif

Yang dimaksud dengan pembibitan kopi secara generatif adalah teknik memperbanyak tanaman dengan cara menggunakan biji kopi. Untuk sebagian pihak cara ini dianggap lebih efektif karena lebih praktis, mudah, dan hasil tanamannya tumbuh kuat. Namun kekurangannya, kadang hasilnya tidak sesuai atau malah tidak sama dengan tanaman yang menjadi induknya.

Jika Anda memilih bibit dari biji generatif maka perlu diperhatikan adalah memilih biji yang terbaik dan berkualitas. Kualitas biji yang digunakan memengaruhi keberhasilan budidaya kopi. Untuk mendapatkan biji yang berkualitas, diperlukan persiapan bibit atau persemaian dan persiapan tanaman yang benar.

Cara Memperoleh Biji

Pertama-tama, cara memperoleh biji kopi. Ada dua cara untuk mendapatkan biji kopi yang akan dijadikan bibit, yaitu:

  • Biji dari kebun sendiri. Di perkebunan kopi biasanya memiliki tempat khusus untuk memungut biji untuk dijadikan bibit. Ada juga yang mengambil biji dari pohon yang sudah teruji kualitas kopinya. Anda juga bisa meminta bibit dari rekan perkebunan lain yang tentu sudah teruji hasilnya baik.
  • Jika Anda baru memulai budidaya kopi atau tidak memiliki biji yang dianggap baik, caranya bisa pesan biji di Balai Penelitian. Bisa dari Balai Penelitian di Jember atau Balai-balai penelitian kopi lainnya. Di sana Anda akan mendapatkan biji-biji kopi yang berkualitas dan terjamin penuh.

Cara Memilih dan Memelihara Biji

Biji yang bagus untuk dijadikan bibit adalah yang sudah masak betul, tidak cacat, dan ukurannya normal. Sesudah mendapatkan buah yang dipilih kemudian lepaskan kulitnya. Buah yang berkualitas kulit tanduknya tidak akan lepas. Bersihkan lendir dengan cara dicuci. Setelah bersih, keringkan dengan cara diangin-angin selama 1 – 2 hari.

Cara Menyimpan Biji

Setelah biji kering, dapat dilanjutkan ke proses penyemaian. Apabila belum masuk musim pesemaian, maka biji dapat disimpan. Jangan asal menyimpan biji karena jika salah menyimpannya bisa diserang hama bubuk. Sebaiknya simpan biji di dalam peti.

Lapisi bagian bawah peti menggunakan kain yang sudah diberi minyak terpentin. Di atas kain tersebut isi dengan biji kopi dengan tebal 5 cm. Lalu lapisi kembali biji tersebut dengan kain yang sudah diberi minyak terpentin dan isi kembali dengan biji kopi setebal 5 cm. Begitu seterusnya sampai peti penuh dengan biji.  Setelah penuh, tutup rapat, dan biarkan selama 3 hari 3 malam. Cara ini dapat membunuh semua hama.

Lamanya Menyimpan Biji

Setelah disimpan di dalam peti, biji-biji kopi dikeluarkan dan disimpan di ruangan yang sejuk dan gelap. Jangan menyimpan biji terlalu lama karena bisa menyebabkan daya tumbuhnya berkurang. Maksimal penyimpan adalah 3 bulan.

Agar kondisi biji baik, simpanlah ke dalam karung goni. Setiap karung berisi kurang lebih 3 kg biji. Jika disimpan dalam waktu yang lama, bisa dicampur dengan 1 kg bubuk arang yang sudah dibasahi dengan air. Perbandingan biji dan arang, 3:1.

Musim Menaburkan dan Banyaknya Biji yang Digunakan

Bibit kopi dapat ditanam setelah berumur 8 sampai 9 bulan. Maka sebelum menaburkan biji, buatlah dahulu perencanaannya dengan membuat kalender penanaman. Apabila biji ditanam sebagai zaailing maka waktu yang tepat untuk menabur adalah di bulan Januari dan Februari. Dengan demikian musim tanamnya pada waktu berusia kurang lebih 10–11 bulan.

Jika ditanam sebagai sambungan, waktu yang tepat untuk menabur adalah di bulan Agustus, bibit bisa disambung pada usia 1 tahun.

Banyaknya biji yang ditabur sebaiknya dua kali lipat dari biji yang akan ditanam. Apabila bibit akan disambung maka jumlah biji yang akan ditabur adalah 2,5 kali lebih banyak dari bibit yang akan ditanam. Perbandingan ini mengingat risiko adanya kegagalan pembuatan bibit.

Persemaian Bibit Kopi

Setelah menyiapkan bibit, langkah selanjutnya adalah penyemaian. Penanaman kopi yang intensif harus memiliki tempat persemaian yang memenuhi persyaratan, seperti:

  • Tanahnya agak datar, subur, dan banyak mengandung bunga tanah.
  • Dekat dengan sumber air
  • Dekat dengan tempat pengawas dan pemelihara.
  • Terdapat pohon pelindung.
  • Jauh dari bibit penyakit atau hama.

Setelah biji berkecambah biasanya ketika berumur 4-5 minggu, kecambah dapat dipindahkan. Agar tidak merusak akar, pemindahan kecambah tidak boleh dicabut.

Bagaimana, menarik kan pembibitan kopi dengan cara generatif ini. Anda bisa mulai dengan eksperimen di rumah baru kemudian mencobanya di kebun. Tunggu cerita saya, si tanaman kopi tentang pembibitan kopi dengan cara vegetatif ya. Sampai ketemu.

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *