Merayakan Hari Kopi Sedunia, Merayakan Keberagaman Kehidupan Dalam Secangkir Kopi

Merayakan Hari Kopi Sedunia, Merayakan Keberagaman Kehidupan Dalam Secangkir Kopi

Sudahkah Abdi Kopi tahu bahwa tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kopi Sedunia? Sebagian orang barangkali sudah merayakannya namun banyak juga yang baru mengenali hari tersebut.  Peringatan Hari Kopi Internasional ini memang belumlah lama, tepatnya baru disepakati oleh Organisasi Kopi Internasional tahun 2014. Namun perayaan pertama baru digelar satu tahun setelahnya di Milan, Italia.

ICO atau International Coffee Organization sendiri merupakan organisasi antar pemerintah yang menjalankan urusan perdagangan kopi dunia. Organisasi ini memiliki 77 negara anggota yang memiliki kepentingan terhadap kopi serta puluhan asosiasi pedagang kopi. Dalam keanggotaannya, terdapat 98% negara penghasil kopi dan 83% negara konsumen kopi.

Peresmian Hari Kopi Internasional dilaksanakan di London, dihadiri oleh Vincenzo de Luca, Central Director for the Internationalization of the Foreign Office dan Stefano Gatti, General Manager for Participants of the Company Expo Milano 2015. Tak hanya itu, acara ini juga didatangi oleh Andrea Illy, The Chairman of the Promotion and Market Development Committe of ICO.

Berdasarkan keterangan resminya, ICO menyatakan bahwa Hari Kopi Sedunia ini adalah perayaan kualitas, keragaman, serta gairah untuk bisa saling berbagi kecintaan pada minuman kopi. Perayaan ini juga menjadi bentuk dukungan kepada jutaan petani yang dengan setia mencintai pohon-pohon kopi dengan segenap hati.

Meski baru diperingati secara resmi sejak tahun 2015, akan tetapi masyarakat dunia sebenarnya sudah memperingati Hari Kopi terlebih dahulu. Seperti warga Jepang yang sudah memperingati Hari Kopi sejak tahun 1983, juga China yang sudah dirayakan sejak tahun 1997, namun mulai diperingati rutin sejak tahun 2001.

Negara-negara lain seperti Kanada, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat juga sudah memperingati Hari Kopi telah lama, tepatnya setiap tanggal 29 September. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah memperingati Hari Kopi Nasional sejak tahun 2006 setiap tanggal 17 Agustus, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Merayakan Hari Kopi Sedunia bisa kita katakan sebagai merayakan keberagaman kehidupan dalam secangkir kopi. Setiap negara, bahkan setiap daerah dalam negara tersebut memiliki cara budidaya, pengolahan setelah panen, penyangraian, penyajian, dan cara menikmati kopi yang khas dan unik. Setiap negara memberi arti dan makna sendiri-sendiri. Saya yakin arti dan makna tersebut merujuk pada identitas dan kebudayaan bangsa. Bagaimana mereka hidup, berinteraksi, dan memperlakukan kopi.

Misalnya, acara ngopi di Indonesia memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat sejak zaman dulu kala. Masyarakat memiliki kebiasaan ngopi di warung-warung kopi pinggir jalan, rumah-rumah, kedai-kedai, atau di alam terbuka. Budaya ngopi itu disertai dengan suguhan cerita-cerita kehidupan yang saling bersahutan.

Beberapa tahun terakhir, acara ngopi seolah naik kelas dan populer khususnya di kalangan anak muda. Hal ini bisa dilihat dari menjamurnya kafe-kafe kopi, tak hanya di kota besar, namun juga kota-kota kecil. Adanya peningkatan gairah ngopi ini tentunya membawa angin segar bagi industri kopi nasional. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kopi-kopi Indonesia pun menjadi primadona di negeri sendiri. Memberi kesadaran bahwa kopi Nusantara bukan sekadar pernah merajai dunia dalam jangka waktu yang lama, akan tetapi tetap memikat di mata mancanegara.

Perayaan Hari Kopi memang lebih banyak dilakukan secara nasional di negara masing-masing, sehingga gaungnya di dunia menjadi tak begitu didengar. Padahal kopi dapat mempersatukan rasa di antara bangsa-bangsa di dunia. Barangkali atas dasar itulah, ICO menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai Hari Kopi Dunia untuk menyatukan perayaan Hari Kopi dalam satu waktu sehingga diharapkan menggema ke seluruh pelosok bumi.

Memang tidak ada panduan khusus untuk memperingati Hari Kopi. Semua orang bisa melakukannya, dari asosiasi petani, para pedagang kopi, pemilik kedai, hingga para pencinta kopi di seluruh dunia.

Banyak acara-acara yang digelar oleh para penggemar kopi, seperti lomba, pameran, diskusi, juga kongkow santai. Pada tahun 2017, Hari Kopi Sedunia yang dirayakan di Indonesia menjadi lebih semarak karena para petani dan wirausahawan kopi diundang oleh Presiden Joko Widodo untuk berbincang santai di Istana Bogor.

Untuk tahun 2018 ini, ICO menetapkan tema khusus dalam perayaan Hari Kopi Sedunia ini, yaitu ‘Perempuan dalam Kopi’. Tema ini memang sangat menarik untuk diangkat karena menyiratkan adanya pesan kesetaraan gender dalam dunia kopi. Selain itu juga untuk mengangkat citra perempuan dalam dunia perkopian.

Ada tangan-tangan tulus para perempuan pemetik kopi, ada pula wajah-wajah penuh kesetiaan ketika mereka menyangrai dan menyeduh kopi. Perempuan memang identik dengan peracik kopi yang andal, namun perempuan pun tak boleh hanya diidentikkan peran di balik layar tersedianya secangkir kopi yang nikmat saja. Karena perempuan juga memiliki kebebasan untuk merayakan beragam kisah hidupnya dengan menikmati aroma seduhan kopi. Selamat Hari Kopi Sedunia, selamat merayakan keberagaman kehidupan dalam secangkir kopi.

Gambar: Pixabay – LubosHouska

Evi Sri Rezeki

Penulis novel dan blogger yang harus menulis ditemani kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *