Mengenal Lebih Dekat Ristretto

Mengenal Ristretto Lebih Dekat

Mengenal Ristretto Lebih Dekat
Espresso menjadi seduhan kopi yang paling terkenal di dunia. Dari sanalah lahir berbagi varian menu kopi yang mendunia. Sebut saja americano, machiato, caffe latte dan lain sebagainya. Bagi yang doyan ngafe, tentu sudah sering mendengar dengan istilah doppio atau ristretto. Kedua istilah tersebut masih bersaudara dengan espresso, kok. Sama-sama berasal dari bahasa Italia juga. Tapi apa sih, maksudnya? Banyak yang bertanya-tanya, apa perbedaan di antara keduanya.

Agar mengenal ristretto lebih dekat sila simak penjelasannya berikut ini.

  1. Espresso
    Single shot espresso biasanya berukuran 25-30 ml. Terbuat dari 7-9 gram bubuk kopi yang diseduh dengan tekanan tinggi selama kurang lebih 25 detik. Secangkir espresso yang baik memiliki crema atau lapisan busa keemasan yang mengambang di atas permukaannya. Crema ini sangat penting guna menjaga aroma kopi. Dalam crema terdapat minyak kopi dan juga protein. Secangkir espresso mengandung kurang lebih 600 senyawa atau  zat kimia. Beberapa di antaranya adalah gula, protein, kafein, serta minyak esensial kopi.
    Menurut Luca di Pietro, founder dari Tallucci e Vino, sebuah kedai kopi terkenal di New York, espresso yang baik tidak terasa terlalu pahit dan juga tidak membuat jantung berdebar usai meminumnya. Tapi kesan awalnya, espresso adalah kopi yang mempunyai rasa yang kuat, pekat, dan kebanyakan orang awam akan enggan meminumnya langsung. Jika tidak terbiasa bisa jadi akan menimbulkan jantung berdebar dan konstraksi di bagian lambung.
  2. Ristretto
    Ristretto bermakna terbatas (restricted). Dinamakan demikian karena dari satu resep espresso, hanya diambil setengah bagian awal saja. Ristretto hanya berukuran 12-20 ml dengan jumlah kopi yang sama banyak. Ini dikarenakan jumlah air yang digunakan untuk membuat ristretto hanya setengah dari jumlah air yang digunakan untuk membuat espresso.

Jadi yang membedakan espresso dan ristretto adalah takaran airnya saja, selebihnya sama. Baik dari takaran bubuk kopi hingga waktu ekstraksi semua sama. Espresso dan ristretto sama-sama menggunakan bubuk kopi 7-9 gram dengan waktu ekstraksi sekitar 20-25 detik. Gambaran kasarnya tentang rasio perbandingan tersebut adalah seperti ini:

Ristretto: 1:1
Espresso: 1:2

Angka satu di awal adalah menandakan takaran bubuk kopi yang sama, yaitu 7-9 gram. Sedangkan angka di belakangnya adalah menunjukan tingkat perbedaan jumlah kadar air yang digunakan. Dalam ristretto, air yang digunakan adalah setengah dari takaran air espresso.

Ada juga yang disebut lungo yaitu yang perbandingan takaran bubuk kopi dan takaran airnya 1:4. Jadi, air yang digunakan dua kali lipat jumlah air yang digunakan untuk membuat espresso.

Dengan adanya perbandingan takaran air, maka rasa yang dihasilkan akan berbeda. Biar pun memiliki waktu ekstraksi yang sama ristretto  memiliki kandungan kafein paling sedikit. Teksturnya juga jauh lebih kental ketimbang espresso dan ristretto mempunyai rasa yang lebih bersahabat di lidah karena tidak sepahit espresso. Hal ini dikarenakan takaran air yang hanya setengah dari espresso ‘tidak cukup’ untuk ‘membilas’ semua rasa yang terdapat dalam bubuk kopi. Akibatnya rasa pahit yang biasa muncul di akhir ekstraksi tidak ikut bercampur.

Tentu saja espresso, ristretto, dan lungo memiliki penggemar sendiri-sendiri. Setelah mengenal ristretto lebih dekat, apakah Anda ingin meminumnya?

kopidewa

Menyuguhkan fakta dan info lengkap tentang kopi meliputi sejarah, trend, hingga bisnis kopi Indonesia dan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *