Mengapa Kita Harus Mempelajari Sejarah Kopi di Dunia dan Indonesia?

Mengapa Kita Harus Mempelajari Sejarah Kopi di Dunia dan Indonesia?

Mengapa Kita Harus Mempelajari Sejarah Kopi di Dunia dan Indonesia?
Suatu malam, seperti biasa saya menyesap kopi sambil menulis. Aroma kental menguar melesap ke hidung. Kehadiran kopi mampu meningkatkan daya imajinasi dan konsentrasi saya. Konon kopi adalah sahabat sejati para filusuf dan cendikia. Tidak, saya tentu bukan filusuf, saya adalah penulis novel biasa. Bukan rahasia bila para penulis kerap ditemani kopi saat berkarya. Dan bukan saja penulis, kopi adalah milik semua orang.

Intiplah rumah-rumah, kantor-kantor, gang-gang sempit, pinggiran jalan, kafe, restoran, lapangan, hampir semua tempat menghadirkan kopi sebagai pelengkap percakapan dan aktivitas. Minuman berwarna hitam ajaib yang mampu meleburkan rasa dan asa.

Kopi bukan sekadar minuman, kopi adalah narasi manusia. Setiap orang memberi arti tersendiri terhadap kopi. Seperti saya yang menasbihkan kopi sebagai kawan berkarya dan menceriakan suasana saat berkumpul dengan keluarga, sahabat, maupun rekan kerja. Kamu pun pasti memberi arti kehadiran kopi.

Malam itu bukan malam yang biasa karena tiba-tiba saya tersentak oleh suara lirih dari cangkir saya. Cairan kopi di hadapan saya seolah memeluk dan membawa saya ke masa yang jauh.

Sesekali tataplah cangkir kopimu. Lalu tersenyumlah padanya. Tanyalah perjalanan hidupnya. Hidup sejatinya adalah jalinan sejarah. Serupa untaian kalung mutiara saling mengisi dan menopang. Cangkir berisi kopi di hadapanmu akan banyak bercerita tentang perjalanan hidupnya dari hulu hingga ke hilir. Maukah kamu mendengarnya?

Berabad lalu, kopi ditemukan nun jauh di Ethiopia, Afrika Selatan. Rupanya kopi telah melanglang buana melintasi samudera, selat, laut, sungai, gurun pasir, tanah-tanah tak bertuan. Narasi kopi begitu pekat serupa darah dan begitu encer serupa air mata. Di balik secangkir kopi ada tangan Tuhan, ada tangan-tangan tak terlihat, ada nyawa sebagai tebusannya.

Mari sejenak kita luangkan waktu untuk membaca sejarah kopi. Mengapa kita harus mempelajari sejarah kopi di dunia dan Indonesia? Sejauh pemikiran saya, ketika kita mempelajari sejarah kopi, kita akan lebih menghargai kopi itu sendiri.

Sejarah kopi di dunia dan di Indonesia barangkali bukan cerita yang indah. Selalu tersisipi narasi penjajahan, penguasaan, ketamakan, perbudakan, dan peperangan. Namun bukan tak ada cerita indah. Kopi sejatinya mampu menghadirkan kegembiraan, semangat, dan tentu saja cinta.

Lalu mengapa kita harus mempelajari sejarah kopi di dunia dan Indonesia? Agar kita tahu akar kopi. Arabika, Liberika, Robusta, bukan sekadar nama. Di balik nama-nama itu tersimpan nilai-nilai.

Penelitian demi penelitian dilakukan terhadap kopi demi mendapat khasiat sempurna. Demi keberhasilan pembudidayaan kopi. Meniti sejarah kopi di dunia dan Indonesia tentu kita akan menemukan fakta bagaimana sebaiknya menanam kopi, bagaimana sebaiknya memperlakukan kopi, dan bagaimana meminum kopi.

Membaca sejarah kopi dunia dan Indonesia bukan untuk menegaskan keakuan apalagi sekadar memamerkan pengetahuan. Lebih jauh lagi agar kita bisa lebih rendah hati. Kita berhutang pada petani-petani kopi tak bernama, yang nisannya kita tak tahu di mana. Kita berhutang pada petani-petani kopi yang tangannya kasar menggarap tanah, yang seumur hidupnya justru tak pernah meminum kopi. Merekalah para petani kopi di zaman kolonial yang haknya terenggut demi menyuburkan kopi.

Menggali sejarah kopi di dunia dan Indonesia adalah pekerjaan besar nan pelik. Banyak arsip-arsip tak tertulis didongengkan dari mulut ke mulut. Konon kabarnya, pencatatan selalu dilakukan pihak Belanda. Kebanyakan arsip diboyong ke Negeri Kincir Angin. Kita terseok-seok mencari berita. Di era digital seperti sekarang, mari bersama-sama mencatat agar kelak generasi mendatang bisa mempelajarinya.

Seringkali saya mendengar bahwa kopi begitu dicintai orang-orang. Seberapa dalam rasa cintamu pada kopi? Dengan rasa cinta itu, tentu kamu tak akan merasa terbebani mempelajari sejarah kopi di dunia dan Indonesia, bukan?

Komentar

  1. Pingback: Mengenal Sejarah Kopi Tubruk - Warisan Sejarah Kopi Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *