Kopi Indonesia

Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Mulai ditanam sejak awal abad 18, sejarah kopi Indonesia sangat erat kaitannya dengan era kolonisasi dan tanam paksa (cultuurstelsel) yang dilakukan oleh VOC.

Industri kopi yang sangat menguntungkan di masa itu membuat VOC tertarik membawa bibit kopi ke Indonesia. Karena itulah Indonesia menjadi negara perkebunan kopi pertama di luar Arabia dan Ethiopia.

Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat adalah daerah pertama yang terkena dampak tanam paksa kopi. Lalu meluas ke Bali, Sumatera Utara, sampai Aceh. Di waktu yang sama, kopi juga mulai ditanam di Flores dan Timor Timur di bawah jajahan Portugis.

Di akhir abad 18, hama karat daun melanda perkebunan kopi Indonesia. Hampir semua varietas arabika terkena dampaknya kecuali bibit arabika bawaan Portugis yang ditanam di timur Indonesia. Varietas robusta yang lebih tahan hama akhirnya mulai ditanam di dataran yang lebih rendah pada awal abad 19.

Paska kemerdekaan, perkebunan milik Belanda dinasionalisasi pada tahun 1950 dan dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara. Baru-baru ini PTPN telah berhasil mengembangbiakkan beberapa varietas arabika yang sempat punah diserang karat daun pada abad 18.

Saat ini beberapa kopi asli Indonesia telah terkenal di dunia, berikut di antaranya:

  1. Sumatera
    Kopi dari Sumatera dikenal akan citarasa yang seimbang antara body dan acidity. Tergantung pada lokasi tanamnya, kopi Sumatera biasa beraroma coklat, tembakau, dan rempah-rempah khas Indonesia.
    Gayo dari Aceh, Mandheling serta Lintong dari Sumatera Utara, dan kopi Lampung adalah andalan pulau ini.
  2. Sulawesi
    Nama Toraja, Kalosi, dan Gowa sudah terkenal sampai ke luar negeri sebagai tolak ukur kopi berkualitas. Metode “Giling Basah” yang dikembangkan petani Sulawesi sudah dicontek industri kopi berskala besar di Brazil dan Colombia.
    Wangi rempah kayu manis dan kapulaga menjadi ciri khas selain body halus dan aftertaste lembut.
  3. Jawa
    Kata Java sebagai kata resmi pengganti secangkir kopi menandakan bahwa kopi dari tanah Jawa telah mengitari dunia. Dataran tinggi dan tanah subur vulkanis menjadi kombinasi sempurna yang sulit ditandingi negara penghasil kopi lain.
    Aroma buah segar disertai cengkeh dan bunga lawang sering menyertai kopi dengan body yang tebal.
  4. Bali
    Filosofi Hindu Tri Hita Karana menjadi dasar petani kopi Bali dalam mengolah kebunnya. Menurut filosofi ini, sumber kebahagiaan manusia terdiri dari tiga komponen. Harmonisasi dengan Tuhan, harmonisasi dengan alam, dan harmonisasi sesama manusia.
    Atas dasar inilah sebagian besar kebun kopi di dataran tinggi Kintamani menggunakan cara organik dalam penanaman dan pengolahannya. Hasilnya adalah kopi dengan aroma citrus atau lemon dan aftertaste yang manis dan halus.
  5. Flores
    Pulau Flores yang memang berarti pulau bunga menghasilkan kopi dengan aroma flora dan woody dengan body yang clean.
    Ditanam di ketinggian 1200-1800 meter di atas permukaan laut, kopi Flores banyak diolah menggunakan metode honey process untuk mempertahankan acidity dan body yang seimbang.
  6. Papua
    Di ketinggian 1400-2000 meter, kondisi Papua sangat ideal untuk perkebunan arabika. Terpencilnya wilayah perkebunan kopi di Papua membuat pupuk dan insektisida kimia sulit ditemui, kalaupun ada harganya sangat mahal.
    Keadaan ini membuat petani kopi Papua kreatif membuat pupuk dan insektisida organik dengan bahan-bahan yang disediakan alam. Tak jarang aroma pupuk organik tersebut meresap ke biji kopi yang menjadikan kopi Papua sebagai kopi organik terlangka dan terunik di dunia.

Tentunya masih banyak varietas kopi Indonesia lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Petani Indonesia telah makin kreatif menyilangkan berbagai varietas kopi unggul dan melakukan proses penanaman ramah lingkungan yang tentunya membuat pengalaman minum kopi menjadi semakin kaya.

Sebagai orang Indonesia penikmat kopi, manakah kopi favorit Anda?

Komentar

  1. Pingback: Budaya Minum Kopi di Beberapa Daerah di Indonesia - Kopital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *