Kopi dan Rokok, Benarkah Sahabat Sejati?

kopi dan rokok

Di tengah maraknya isu kenaikan harga rokok, saya tertarik untuk membahas kaitan antara kopi dan rokok. Ya, rokok memang selalu identik dengan kopi. Peminum kopi banyak yang merokok. Dan perokok pun pastinya suka ngopi.

Artikel berikut mencoba menguraikan bagaimana keterkaitan tersebut.

Kandungan Kopi dan Rokok

Kandungan utama rokok adalah nikotin. Nikotin adalah zat beracun yang dapat berfungsi sebagai stimulan juga sebagai sedatif. Mengkonsumsi nikotin dapat meningkatkan kewaspadaan juga memberikan sensasi menenangkan sekaligus. Nikotin secara alami juga sintetis biasa digunakan sebagai insektisida.

Selain nikotin, rokok mengandung 4000 zat kimia lain. 43 di antaranya diketahui sebagai karsinogen termasuk formaldehida, amonia, hidrogen sianida, arsenik, tar, dan karbon monoksida. Konsumsi zat tersebut secara berlebihan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan hingga kematian. Saat ini terdapat lebih dari 1 milyar perokok aktif di seluruh dunia.

Kopi adalah sumber kafein. Kafein termasuk dalam golongan zat psikoaktif, sama seperti kokain, methampetamine, LSD, sampai kanabis. Walaupun begitu, belum ada pihak atau negara yang melarang konsumsi kafein. Kafein juga dapat ditemukan pada teh dan cokelat.

Kandungan kafein pada kopi dipengaruhi oleh spesies dan tingkat roasting. Kopi robusta mengandung lebih banyak kafein dibanding arabika. Kafein pada kopi yang disangrai gelap lebih rendah daripada tingkat roasting light.

Efek Kesehatan

Suplai kafein dan nikotin sama-sama meningkatkan metabolisme tubuh dalam waktu singkat. Badan terasa lebih segar dan otak bekerja lebih lancar. Efek ini yang dicari oleh sebagian besar perokok dan peminum kopi.

Kafein meningkatkan fokus, konsentrasi, dan memperbaiki mood. Kafein dipercaya juga mengurangi kelelahan, walau konsumsi berlebihan dapat menyebabkan insomnia dan jantung berdebar. Dosis berbahaya kafein adalah sekitar 5 gram, atau setara dengan 40 cangkir kopi sehari.

Sama seperti kafein, nikotin mempercepat aliran darah dan detak jantung. Bereaksi dengan reseptor pada otak, efek samping nikotin bisa berupa mulut kering, penurunan nafsu makan, hingga kecemasan berlebihan. Reaksi ini terkadang hanya bisa diobati dengan menghisap kembali rokok (withdrawal effect / ketergantungan).

Adiksi dan Interaksi

Baik nikotin dan kafein sama-sama menimbulkan adiksi pada tubuh walau dengan cara yang berbeda. Tingkat ketergantungan nikotin lebih tinggi daripada kafein. Efek “sakaw”nya pun lebih parah sehingga orang lebih sulit berhenti merokok daripada berhenti ngopi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Department of Psychology, Southern Illinois University konsumsi rokok dan kopi dalam waktu bersamaan meningkatkan kadar kortisol, hormon yang mengatur tingkat stres. Penelitian lain menyebutkan bahwa interaksi kafein dan nikotin di waktu bersamaan jauh berlipat ganda sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Baik kopi dan rokok sama-sama mempunyai penggemar setia. Dan bagi para penggemarnya, tidak ada yang mengalahkan kenikmatan menghisap rokok ditemani secangkir kopi panas. Namun konsumsi apa pun secara berlebihan tentunya tidak baik untuk tubuh. Sehingga tentunya dibutuhkan kebijaksanaan dalam penggunaannya.

4 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *