Awal Mula Ditemukannya Alat Seduh Kopi Syphon

Awal Mula Ditemukannya Alat Seduh Kopi Syphon

Awal Mula Ditemukannya Alat Seduh Kopi Syphon
Syphon adalah salah alat seduh kopi yang memiliki daya tarik yang cukup membius. Menggunakan syphon memang butuh ketelitian dan teknik tersendiri. Jika Anda melihat seorang barista menyeduh kopi lewat syphon, maka Anda akan menyaksikan sebuah pertunjukan singkat cara menyeduh kopi yang unik, puitis, dan pastinya berkesan. Dari segi bentuknya pun mirip peralatan laboratarium kimia. Inilah salah satu alat seduh kopi yang paling klasik di antara alat seduh kopi yang kami tulis sebelum ini.

Tentu jika Anda adalah salah satu penikmat kopi yang senang menggunakan syphon, Anda wajib mengetahui sekilas sejarah awal mula ditemukannya alat seduh kopi syphon. Alat seduh kopi jenis ini juga bernama lengkap vacuum pot syphon. Ditemukan pertama kali oleh Loeff yang berasal Berlin, Jerman pada tahun 1830an. Namun entah kenapa, hak paten pertama syphon di kemudian hari malah jatuh ke tangan seorang wanita Perancis bernama Jeanne Richard.

Alat seduh kopi syphon telah digunakan lebih dari satu abad di seluruh dunia. Desain dan komposisi syphon bervariasi. Bahan ruang adalah kaca borosilikat, logam, atau plastik, dan saringannya bisa berupa filter kaca atau selaput yang terbuat dari logam, kain, kertas, atau kain sintetis. Teknik menyeduh kopi ini cukup populer sampai pertengahan abad ke-20.

Cerita tentang syphon sebenarnya dimulai dengan beberapa orang yang sudah muak dengan kualitas kopi yang buruk yang dibuat dengan sangat tidak maksimal. Sebuah versi awal mula sejarah ditemukan syphon dapat ditelusuri kembali ke seorang pria yang dikenal sebagai Loeff dari Berlin. Kopi ala syphon kemudian menyebar ke seluruh Eropa yang membuktikan betapa baiknya kopi yang dibuat dengan alat seduh kopi syphon. Teknik menyeduh ala syphon pun cukup populer di Indonesia. Karena banyak pengunjung yang senang melihat syphon bekerja untuk secangkir kopi.

Sejumlah paten pernah diajukan untuk perbaikan perangkat syphon, namun yang paling menonjol adalah desain yang dibuat Madame Vassieux pada tahun 1840. Menampilkan desain berbentuk seperti balon udara, sangat indah dan dekoratif. Namun fitur uniknya adalah bisa memadamkan api sendiri. Bentuknya sangat mirip dengan syphon yang kita gunakan saat ini. Beberapa di antara produk syphon termutakhir dan hits semacam Bodum Syphon, Kono Syphon, dan Hario Syphon. Tiga jenis syphon tersebut masih memiliki bentuk dasar yang mirip dengan pendahulunya. Dan tersedia di beberapa kedai-kedai kopi di Indonesia.

Menjelang akhir abad ke-19, syphon mulai merambah ke Amerika. Baru pada awal abad ke-20, syphon diproduksi di sana. Pada tahun 1915, Ann Bridges dan Mrs. Sutton of Massachusetts memasarkan syphon dengan nama SILEX yang merupakan singkatan dari: “Sanitary and Interesting method of making Luscious coffee. It is Easy to operate on account of its being X-ray transparent.” Yang artinya: “Metode sehat dan menarik untuk membuat kopi yang nikmat. Mudah dioperasikan karena transparan seperti sinar X”. Mereka juga menggunakan kaca Pyrex oven-proof baru. Tidak seperti pendahulunya, SILEX tidak mudah pecah.

Alat seduh kopi Syphon memang terlihat berbeda dari alat seduh kopi yang ada di pasaran. Syphon terdiri dari dua tabung yang keduanya memiliki kerja dan fungsi berlainan. Tabung pertama untuk menampung bubuk kopi dan tabung kedua berfungsi untuk menampung air.

Yang membuat unik syphon dari alat seduh kopi lainnya adalah cara kerja dan fungsinya. Yakni pada tabung pertama yang berisi air sesuai takaran akan dipanaskan dengan kompor spirtus yang berada di bagian bawah tabung kedua. Nah, pertunjukan baru akan dimulai ketika air mendidih. Air yang bertekanan akan berpindah ke tabung kedua. Otomatis, tabung pertama akan kosong dengan sendirinya.

Ketika air berpindah ke tabung bawah, bubuk kopi dengan sendirinya akan tercampur dengan air. Lalu segeralah aduk perlahan-lahan hingga rata. Ketika spirtus dimatikan, tabung bawah akan menjadi vakum dan air yang bercampur bubuk kopi akan mengalir ke tabung bawah. Sedangkan bubuk kopi tersaring di tabung atas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *