Mitos Tentang Kafein yang Beredar di Masyarakat

Mitos Tentang Kafein

Mitos Tentang Kafein yang Beredar di Masyarakat—
Ada satu ungkapan yang cukup terkenal mengenai kafein dari peneliti di Universitas Temple, Amerika Serikat, Bennett Alan Weinberg yakni “Mengonsumsi kafein lebih tepat dikatakan sebagai seni daripada sains”. Ya, kafein lebih aman dan lebih bermanfaat daripada subtansi obat mana pun dalam farmakope—buku daftar obat beserta zat aktif dan zat pembantunya.

Untuk dapat memahami berbagai manfaat kafein, Anda perlu menelaah studi ilmiah yang menjelaskan efek-efek positif kafein. Anda juga perlu menguji efek kafein pada diri sendiri, merasakannya, dan menilai hasilnya. Manfaat kafein sangat nyata tetapi juga teramat kompleks dan bervariasi.

Sayangnya, informasi yang paling banyak beredar di masyarakat justru mitos tentang kafein yang menunjukkan betapa buruknya efek kafein. Bahkan informasi tersebut tidak dicari terlebih dahulu kebenarannya dan dipercayai begitu saja. Akibatnya, masyarakat sangat berhati-hati, jika tidak mau dikatakan ketakutan, ketika meminum atau memakan sesuatu yang di dalamnya mengandung kafein.

Jikapun masih mengonsumsinya, mereka dihantui rasa bersalah akibat pikiran negatif yang mereka pegang teguh selama ini. Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Bagaimana cara mengurangi konsumsi kafein?” Atau “Mengapa kamu minum sesuatu yang berkafein? Itu dapat mengganggu kesehatanmu!”

Ketakutan tersebut juga didukung oleh beberapa pusat pelayanan masyarakat dan beberapa kelompok-kelompok lainnya yang kerap kali mengampanyekan anti penggunaan kafein sejak bertahun-tahun. Coba saja Anda mengetik kata ‘kafein’ di internet maka yang keluar banyak sekali informasi tentang bahaya kafein terhadap hipertansi dan masalah kardiovaskular, pengaruhnya terhadap rasa cemas, serta dampak buruknya bagi atlet karena menyebabkan dehidrasi.

Padahal jika kita mengonsumsi kafein dalam dosis kecil hingga sedang sesuai dengan kebutuhan individu, tidak satu bagian pun pernyataan tersebut yang benar. Pernyataan tersebut merupakan mitos tentang kafein yang berkembang di masyarakat yang tidak mencari terlebih dulu pokok persoalannya secara ilmiah maupun mencari referensi.

Kafein Dapat Meningkatkan Rasa Cemas

Kafein disinyalir dapat meningkatkan rasa cemas. Padahal sebagian besar masyarakat yang mengonsumsi kafein justru menurun rasa cemasnya dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya.

Kafein Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Mitos lainnya yang berkembang tentang kafein adalah bahwa beberapa jam setelah Anda mengonsumsi kafein, tekanan darah Anda akan meningkat. Terutama pada orang yang terbiasa mengonsumsi kafein.

Kafein biasanya akan memberikan efek ketenangan dan sedikit relaksasi pada tubuh Anda. Cobalah minum secangkir kopi di pagi atau sore hari yang sejuk. Anda akan merasa rileks dan segar kembali.

Risiko Hipertensi, Serangan Jantung, dan Patologi Sistem Kardiovaskular, dan Kematian

Benarkah dengan mengonsumsi kafein meningkatkan risiko hipertensi, serangan jantung, atau patologi sistem kardiovaskular, atau bahkan risiko kematian? Sebelum memercayai hal tersebut, Anda harus mengevaluasi risiko-risiko ini dengan membaca penelitian terhadap beberapa pasien yang dinyatakan berisiko tinggi terhadap hal-hal tersebut selama bertahun-tahun lamanya.

Karena hal tersebut cukup penting untuk melihat apakah ada keterkaitan antara jumlah kafein yang biasa mereka konsumsi dengan timbulnya penyakit atau penurunan aktivitas jantung. Sejumlah penelitian di barat telah dilakukan terhadap puluhan ribuan individu berusia 40, 50, 60 tahun. Usia tersebut merupakan usia puncak terjadi hipertensi dan gangguan jantung. Hasil penelitian tersebut menyatakan secara jelas bahwa konsumsi kafein dan tingkat asupan kafein tidak berpengaruh terhadap tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan sebagainya.

Mitos tentang kafein bisa jadi berkembang karena banyak faktor. Misalnya persaingan bisnis. Dan keengganan masyarakat untuk mencari kebenaran menambah parah kondisi tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa kafein juga memiliki efek buruk bila dikonsumsi secara berlebihan. Tapi, apa sih yang tidak buruk jika berlebihan?

Sumber gambar: http://www.theroasterie.com/blog/wp-content/uploads/2014/01/5_coffee_myths.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *