Benarkah Kafein Dapat Membantu Mengasah Pikiran?

Benarkah Kafein Dapat Membantu Mengasah Pikiran?

Pernahkah Anda memerhatikan bahwa banyak orang minum kopi sambil bekerja? Saat pagi hari maupun sedang lembur, kerapkali kopi menjadi kawan setia. Sebetulnya, kafein dalam kopi bukan sekadar menyegarkan tubuh namun disinyalir dapat membantu kerja otak. Namun benarkah kafein dapat membantu mengasah pikiran?

Kerja kafein dapat membantu mengasah pikiran dan kecerdasan bagi manusia memang terus diteliti sampai saat ini. Hingga kini belum ada definisi eksplisit mengenai intelegensia ‘kecerdasan’. Namun ahli psikometeri yakni psikolog yang mendalami bidang pengukuran intelegensia dan aktivitas mental yang menganut konsep g, singkatan dari general intelligence (kecerdasan umum) sebagai parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan seseorang di tempat kerja atau di ruang-ruang pendidikan.

Dalam satu abad terakhir, ahli psikometri merancang pengujian sebut saja tes IQ untuk memperkirakan faktor g melalui pengukuran kinerja pada sekelompok bidang pekerjaan di sektor tertentu. Barometer lain yang dilihat dalam pengujian kecerdasan di antaranya adalah kecepatan memproses sebuah informasi yang banyak, logika abstraksi, daya berfikir, daya menghitung, dan kemampuan akan daya ingatan. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa kafein telah terbukti mampu memperbaiki performa dalam semua jenis ujian-ujian kecerdasan.

Kafein berfungsi meningkatkan kinerja logika, kefokusan, daya ingat, produktivitas maupun komunikasi verbal yang fasih. Hasil pengamatan parameter dan tingkat kecerdasan dan kapasitas mental membuktikan bahwa kafein dapat meningkatkan kecerdasan. Efek dalam mempertajam kecerdasan ini durasi waktunya bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Dengan mengonsumsi kafein, fungsi kognitif akan meningkat dalam hitungan jam. Penggunaan kafein secara teratur dengan dosis yang tepat akan mempercepat kerja kognitif tersebut dengan tingkat ketajaman dan kecepatan yang proporsional terhadap jumlah asupan kafein.

Fungsi kemampuan kafein dapat membantu mengasah pikiran mungkin bisa dikatakan tidak akan tergerus oleh waktu. Dan Anda pun tidak harus terus-menerus menambah asupan dosis kafein untuk memperoleh efek yang sama. Karena menurut ahli, dosis rendah hingga sedang pada senyawa kafein dapat memperbaiki beberapa faktor yang bisa mempertajam kecerdasan. Sehingga Anda cukup mempertahankan dosis kafein yang sesuai dengan tubuh Anda sampai kapan pun.

Para peneliti juga mengungkapkan dalam 30 tahun terakhir belakangan ini, bahwa kerja kafein bisa merangsang psikis seseorang yang dikenal sebagai ‘Tingkat Rasangan’ di kalangan ilmuwan. Tingkat Rangsangan kafein terhadap kejiwaan bergantung pada jumlah asupan kafein yang membuat kita terangsang, kepribadian, dan faktor lingkungan.

Kinerja yang dimaksudkan dengan ‘Rangsangan’ yang berkelindan dengan kafein mengacu pada beberapa faktor-faktor yang mengeksitasi dan menstimulasi sistem saraf pusat. Baik yang menyenangkan maupun yang tidak. Dalam hal ini, kafein berfungsi meningkatkan rangsangan sehingga jumlah asupan kafein adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan rangsangan total.

Ada sebuah karya riset yang melibatkan subjek penelitian dari kelompok usia yang sama, membuktikan bahwa kecepatan memproses informasi oleh otak merupakan salah satu indikasi-indikasi terkuat. Seseorang yang kerap kali mampu menangkap dan mengingat satu informasi pengetahuan dengan cepat, biasanya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi ketimbang seseorang yang agak lamban menyerap informasi.

Untuk itu, kemampuan kafein meningkatkan setiap hasil pengukuran kecepatan reaksi sangat erat kaitannya dengan meningkatnya kecerdasan. Pun, ketika seseorang melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketahanan mental, kafein mampu meningkatkan kecepatan berpikir. Akan tetapi juga menurunkan dan menimilisir terjadinya kesalahan pada pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Sehingga Anda akan lebih fokus dan waspada.

Sumber gambar: https://lifehacker.com/5585217/what-caffeine-actually-does-to-your-brain

Komentar

  1. Pingback: Memanfaatkan Kafein untuk Olahraga, Mengapa Tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *