Bagaimana Cara Mengonsumsi Kafein?

Bagaimana Cara Mengonsumsi Kafein?

Bagaimana Cara Mengonsumsi Kafein?

Kafein tergolong aman untuk orang dewasa maupun anak-anak dan tidak meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker maupun kematian. Selain itu, kafein pada dosis rendah hingga sedang membuat Anda lebih santai. Walaupun demikian, dosis kafein yang terlalu banyak dapat mengakibatkan gemetar, insomnia, dan bahkan gangguan kecemasan. Kapan kafein dikatakan overdosis? Saat kafein membuat Anda tidak nyaman, seperti perasaan cemas. Itu berarti Anda mengonsumsi kafein terlalu banyak.

Lalu bagaimana cara mengonsumsi kafein yang tepat dan benar? Di Amerika Serikat, sumber utama kafein didapat dari kopi, tumbuhan tropis berdaun hijau kemilau bergenus coffea. Spesies kopi tertua serta banyak ditanam ialah coffea arabica. Kopi yang tumbuh di daratan Amerika Latin juga berbagai belahan dunia termasuk Indonesia ini dikonsumsi oleh 75 % masyarakat dunia. Pada coffea arabica, rasa yang dilahirkan begitu kaya. Rata-rata kandungan kafein dari jenis kopi ini adalah 1,1 % dari bobot kopi dan bisa meningkatkan energi maupun kreativitas Anda.

Sedangkan coffea robusta, kedudukannya saat ini di pasar kopi dunia berada pada kisaran 25 %. Spesies ini memiliki kandungan kafein 2 kali lipat. Yakni kisaran 2,2 % dari bobot kopinya sendiri. Robusta sendiri sudah terkenal dalam hal rasa lebih pahit dengan tingkat keasaman rendah, dan biasanya digunakan dalam olahan kopi murah.

Saat Anda menentukan akan mengonsumsi kafein pada secangkir kopi, baik itu arabika maupun robusta, Anda harus memperhatikan kadar kafeinnya. Kedua spesies kopi ini memiliki efek kafein yang baik. Semua tergantung kebutuhan Anda sendiri.

Sumber lain kafein yang mendominasi di seluruh dunia adalah teh merah, hitam, dan hijau. Merupakan sumber kafein yang lebih terkenal di Inggris dan Asia. Kakao atau cokelat yang bisa diolah menjadi minuman hangat merupakan sumber utama kafein di Amerika Selatan. Dan bagi orang di Amerika Serikat, ada dua sumber kafein lain yaitu mate dan gurana. Mate adalah daun pohon suci dari Brasil yang diseduh. Sedangkan gurana terbuat dari biji suatu tanaman rambat di Amazon.

Masyakarat di Afrika mendapatkan kafein mereka dari biji kola. Minuman kafein berkarbonasi juga merupakan sumber kafein di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara.

Cokelat juga mengandung dua komponen yang dapat menjadi suplemen bagi Anda yaitu kafein dan teobromin. Teobromin atau xanteosa adalah zat kimia dari kelompok alkaloid. Secara kimiawi, teobromin amat mirip dengan kafeina. Efek teobromin serupa dengan kafein, tetapi dalam jumlah yang sama efek teobromin lebih kecil daripada kafein. Cokelat lebih banyak mengandung teobromin daripada kafein. Para pakar juga menjelaskan bahwa efek stimulan dari kombinasi kafein dan teobromin dalam cokelat adalah dua kali lebih besar daripada kafein sendiri.

Kebanyakan hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi kafein dalam darah mencapai puncaknya pada 30 hingga 90 menit setelah dikonsumsi. Biasanya konsentrasi kafein dalam darah meningkat hingga 75 % dari nilai maksimal dalam waktu 15 menit. Waktu paruh kafein adalah 3-4 jam. Maksudnya, dalam waktu 3-4 jam, setengah dari jumlah kafein yang Anda konsumsi akan hilang dari aliran darah.

Kembali ke pertanyaan, bagaimana cara mengonsumsi kafein? Ada bisa mengonsumsinya lewat makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, cokelat, dan kola. Walaupun kini sudah ada kapsul kafein khusus. Semua kembali pada selera dan kebutuhan Anda masing-masing.

Sumber gambar: https://goodmenproject.com/featured-content/is-caffeine-addiction-in-men-a-preventative-health-care-measure-chen-jrmk/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *