Menyiapkan Bibit Kopi Berkualitas Secara Vegetatif

Menyiapkan Bibit Kopi Berkualitas Dengan Teknik Menyambung Dan Menyetek

Pernahkah Anda datang ke perkebunan kopi? Pohon-pohon kopi berjajar membentuk lintasan. Buah kopi yang berwarna merah seperti untaian manik-manik di antara cabang. Jika Anda memetik salah satu buah kopi dan memakannya, terasa manis kesat. Pohon kopi tidak tumbuh dalam sehari. Proses panjangnya bermula dari pembibitan kopi. Pada artikel sebelumnya, saya tanaman kopi telah bercerita mengenai pembibitan kopi secara generatif. Kali ini, mari baca cerita saya mengenai menyiapkan bibit kopi berkualitas secara vegetatif yaitu dengan teknik menyambung dan menyetek.

Pembiakan Kopi dengan Cara Menyambung

Pembiakan bibit kopi secara vegetatif dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menyambung dan menyetek. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara menyambung. Cara ini memerlukan batang bawah, batang atas sebagai penyambung yang biasa disebut entrijs, dan teknik menyambung yang benar. Proses penyambungan bisa dilakukan pada waktu masih di pembibitan.

  1. Batang Bawah

Bagian batang bawah bisa didapat dari perkebunan sendiri dengan catatan diambil dari tanaman yang tumbuh baik atau mengambil dari balai penelitian kopi. Syarat utama sebagai batang bawah adalah mempunyai ketahanan terhadap penyakit akar.

  1. Batang Atas atau Penyambung

Cara mendapatkan batang atas untuk penyambung bisa dari kebun sendiri atau pesan di Balai Penelitian Kopi. Jika Anda mengambilnya dari kebun sendiri. Pilih tanaman kopi yang tumbuh baik dan hasil kopinya berkualitas tinggi. Bahan penyambung biasanya diambil dari tunas air. Apabila penyambungan dilakukan terus-menerus sebaiknya Anda memiliki kebuh sendiri khusus entrijs.

  1. Teknik Menyambung

Ada dua hal yang harus diperhatikan jika bibit kopi dilakukan dengan teknik menyambung, yaitu pemilihan waktu dan pemilihan cara.

Waktu yang tepat untuk menyambung adalah saat bibit berumur 1 tahun. Ciri-cirinya ukuran bibit sudah sebesar pensil. Pada waktu awal musim hujan atau akhir musim kemarau merupakan saat yang baik untuk menyambung karena pertumbuhan batang sedang giat-giatnya.

Ada tiga cara menyambung yang bisa dipilih yaitu: menyambung menggunakan celah (spleet-ent), dengan cara dilekatkan/ ditempel (plak-ent), dan dengan cara menyambung dari samping (cara kina).

Pada cara sambung celah (spleet-ent), bagian batang bawah dipotong mendatar dan rata menggunakan gunting setek. Lalu buat celah 3-4 cm menggunakan pisau okulasi. entrijs dipotong di setiap ruas sepanjang 7 cm. Daun dan cabang dipotong lalu diruncingkan 3-4 cm. Entrijs dimasukkan ke dalam celah pada bagian batang bawah lalu diikat menggunakan tali.

Pada sambung temple (plak-ent), bagian bawah dan entrijs-nya dipotong miring lalu ditempelkan antara yang satu dengan yang lainnya. Setelah itu dilekatkan kemudian diikat.

Sedangkan pada sambung menyamping atau cara kina, bagian batang bawah tingginya kurang lebih 10 cm diris miring. Namun jangan sampai patah. Setelah itu entrijs dipotong dengan posisi miring juga. Masukkan entrijs ke dalam irisan, ikat menjadi satu dan lumasi dengan lilin.

Pembiakan kopi dengan teknik menyambung
Pembiakan kopi dengan teknik menyambung

Ketika menyambung, Anda harus memastikan alat-alat seperti pisau atau gunting dalam kondisi tajam dan bersih. Irisan harus rata dan bersih. Penyambungan dikerjakan dengan cepat, jadi jika Anda belum bisa mintalah bantuan pada seseorang yang ahli atau berpengalaman.

Pembiakan Kopi dengan Cara Menyetek

Pembiakan kopi dengan cara menyetek memiliki beberapa kelebihan. Pertama, memperbanyak jenis kopi unggul tanpa harus menyambung. Kedua, tanaman kopi yang berasal dari pembibitan dengan cara setek lebih tahan terhadap cacing karena memiliki akar yang lebih banyak. Ketiga, tidak perlu memiih biji dan Anda dapat menghemat biji kopi.

Namun, pembiakan kopi dengan cara menyetek juga memiliki beberapa kelemahan. Pertama, tidak tahan terhadap guncangan angin karena tidak memiliki akar tunggang. Kedua, biayanya lebih mahal karena lebih banyak pemeliharaan dan membutuhkan banyak perlengkapan.

Sebelum Anda menyetek, Anda harus menyiapkan bedeng penyetek, bahan setek, tenaga meyemprot, dan bedengan untuk pemeliharaan.

  • Teknik Memotong dan Memelihara Setek

Waktu yang tepat untuk menyetek adalah pada akhir musim hujan, yaitu pada bulan April – Mei atau bisa dilakukan sampai akhir Juni. Jika berhasil, maka setelah berumur kurang lebih 8 bulan, setek yang tumbuh bisa dipindahkan ke kebun, yaitu antara bulan November sampai akhir Februari.

Bahan setak biasanya diambil dari tunas air (wiwilan) menggunakan 2 atau tiga ruas saja. Ruas pertama tidak digunakan, dibuang saja. Ruas yang mudah tumbuh adalah ruas ke-2 dan ke-3 dari ujung yang batangnya pipih. Bagian knop atau mata sirung sebaiknya dibuang.

Panjang setek kurang lebih 10 cm dengan cara memotong miring, sehingga batang menjadi runcing di bagian pangkalnya. Cara memotong ini dilakukan agar permukaannya lebih luas dan mudah tumbuh.

Setelah 1 bulan, setek yang tumbuh bisa dipindahkan ke bedengan pemeliharaan. Pindahkan dengan hati-hati agar tidak rusak. Jarak tanamnya 20 x 20 cm. Bibit hasil setek yang disimpan di bedengan waktunya lebih pendek jika dibandingkan dengan bibit yang dihasilkan dari biji. Bibit bisa ditanam di kebun atau lapangan pada saat usianya 8 bulan.

Pembiakan kopi dengan cara menyetek
Pembiakan kopi dengan cara menyetek

Setelah ditanam di kebun atau lapangan, pertumbuhan setek lebih cepat dan baik. Pada tahun ke-3 atau bahkan lebih cepat, tanaman kopi sudah bisa menghasilkan. Pembiakan kopi dengan cara setek, lebih menghemat penggunaan biji kopi dan lebih cepat menghasilkan. Artinya, jika Anda berniat melakukan penyulaman di kebun namun waktunya sangat mendesak, cara setek bisa menjadi solusi tepat untuk dijadikan pilihan memperbanyak bibit kopi.

Begitulah, cerita bagaimana saya, tanaman kopi bisa berasal dari cara pembibitan vegetatif. Baik pembibitan kopi secara generatif maupun vegetatif memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Pilihan ada di tangan Anda. Lalu bagaimana proses selanjutnya dari kehidupan tanaman kopi setelah pembibitan dan penyemaian? Tunggu cerita saya selanjutnya.

Sumber gambar dan referensi: Buku Aksi Agraris Kanisius, Bercock Tanam Kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *